What is the alternative to penicillin (Penicillin) for preventing recurrent rheumatic fever?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 19, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Alternatif Penisilin untuk Pencegahan Demam Reumatik Berulang

Jika Anda tidak memiliki penisilin, sulfadiazine adalah pilihan utama untuk pencegahan sekunder demam reumatik, dengan dosis 0,5 g sekali sehari untuk pasien ≤27 kg dan 1 g sekali sehari untuk pasien >27 kg. 1

Pilihan Antibiotik Alternatif Berdasarkan Prioritas

Pilihan Pertama: Sulfadiazine

  • Sulfadiazine direkomendasikan oleh American Heart Association sebagai alternatif yang dapat diterima untuk pasien yang alergi penisilin 1
  • Dosis yang direkomendasikan:
    • 0,5 g sekali sehari untuk pasien dengan berat badan ≤27 kg (60 lb) 1
    • 1 g sekali sehari untuk pasien dengan berat badan >27 kg 1
  • Sulfadiazine bekerja dengan mencegah infeksi streptokokus, meskipun tidak efektif dalam eradikasi streptokokus grup A yang sudah ada 1
  • Kontraindikasi pada kehamilan trimester akhir karena dapat melewati plasenta dan berkompetisi dengan bilirubin untuk tempat pengikatan albumin 1

Pilihan Kedua: Makrolida atau Azalida

  • Jika pasien alergi terhadap penisilin DAN sulfadiazine, gunakan makrolida oral (eritromisin atau klaritromisin) atau azalida (azitromisin) 1
  • Eritromisin direkomendasikan oleh American Heart Association untuk profilaksis jangka panjang faringitis streptokokus pada pasien yang alergi penisilin dan sulfonamida 2
  • Perhatian penting: Makrolida (eritromisin dan klaritromisin) dapat menyebabkan perpanjangan interval QT secara dose-dependent 1
  • Jangan berikan bersamaan dengan inhibitor sitokrom P-450 3A seperti antijamur azol, inhibitor protease HIV, dan beberapa antidepresan SSRI 1

Pilihan Ketiga: Sefalosporin Generasi Pertama

  • Sefalosporin spektrum sempit dapat diterima untuk pasien alergi penisilin yang tidak menunjukkan hipersensitivitas tipe-immediate terhadap antibiotik β-laktam 1
  • Tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat reaksi hipersensitivitas immediate terhadap penisilin 1

Algoritma Pemilihan Alternatif

Langkah 1: Evaluasi Riwayat Alergi

  • Jika tidak ada alergi penisilin → Gunakan penisilin (pilihan terbaik) 1
  • Jika ada alergi penisilin → Lanjut ke Langkah 2

Langkah 2: Tentukan Tipe Alergi

  • Jika alergi tipe immediate (anafilaksis, urtikaria akut) → Hindari semua β-laktam, gunakan sulfadiazine 1
  • Jika alergi non-immediate → Sefalosporin generasi pertama dapat dipertimbangkan 1

Langkah 3: Evaluasi Kontraindikasi Sulfadiazine

  • Jika tidak ada kontraindikasi → Gunakan sulfadiazine 1
  • Jika hamil trimester akhir atau alergi sulfa → Gunakan makrolida/azalida 1

Langkah 4: Pertimbangan Khusus untuk Makrolida

  • Periksa obat-obatan bersamaan untuk interaksi sitokrom P-450 3A 1
  • Pertimbangkan risiko perpanjangan QT, terutama pada pasien dengan faktor risiko kardiak 1

Peringatan Penting dan Kesalahan Umum

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan sulfonamida atau tetrasiklin untuk pengobatan akut faringitis streptokokus karena tingkat resistensi tinggi, meskipun sulfadiazine efektif untuk profilaksis 3
  • Jangan hentikan profilaksis tanpa konsultasi medis - kegagalan profilaksis paling sering terjadi pada pasien yang tidak patuh 1
  • Jangan gunakan antibiotik spektrum luas seperti sefalosporin generasi ketiga - lebih mahal dan meningkatkan risiko resistensi 4

Pertimbangan Klinis Penting

  • Profilaksis oral memiliki risiko kekambuhan lebih tinggi dibandingkan penisilin benzatin intramuskular, bahkan dengan kepatuhan optimal 1
  • Durasi profilaksis tergantung pada jumlah serangan sebelumnya, waktu sejak serangan terakhir, risiko paparan infeksi streptokokus, usia pasien, dan ada/tidaknya keterlibatan jantung 1
  • Pasien memerlukan instruksi berulang tentang pentingnya melanjutkan profilaksis untuk mencegah kekambuhan demam reumatik dan perkembangan penyakit jantung reumatik 1

Keunggulan Relatif Setiap Alternatif

  • Sulfadiazine: Terbukti efektif dalam studi profilaksis sekunder, dosis sekali sehari meningkatkan kepatuhan 1, 5
  • Makrolida: Berguna ketika sulfadiazine dan penisilin keduanya kontraindikasi, tetapi memerlukan pemantauan interaksi obat 1
  • Sefalosporin: Dapat digunakan pada alergi penisilin non-immediate, tetapi kurang data untuk profilaksis jangka panjang 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Treatment of Streptococcal Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Rheumatic Fever in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.