Pengobatan Skizofrenia
Mulai dengan monoterapi antipsikotik oral pada dosis 5-10 mg/hari (target 10 mg/hari), dan jika gagal setelah dua percobaan monoterapi yang adekuat, beralih ke clozapine sebagai terapi lini ketiga.
Pendekatan Farmakologis Bertahap
Lini Pertama: Monoterapi Antipsikotik
- Inisiasi dengan satu agen antipsikotik tunggal yang bekerja sebagai antagonis atau agonis parsial reseptor dopamin D2 1, 2
- Dosis awal 5-10 mg/hari dengan target 10 mg/hari dalam beberapa hari, efektivitas terbukti pada rentang dosis 10-15 mg/hari 3
- Berikan dosis terapeutik minimal 4 minggu untuk menilai efikasi secara adekuat 4
- Pilih agen dengan sifat antikolinergik minimal untuk menghindari gangguan kognitif yang dapat menurunkan kualitas hidup 2
- Pantau efektivitas dan efek samping secara ketat sejak awal pengobatan 1
Lini Kedua: Percobaan Monoterapi Alternatif
- Jika antipsikotik pertama gagal setelah dosis dan durasi yang adekuat, coba antipsikotik kedua yang berbeda sebagai monoterapi 1, 2
- Pertimbangkan antipsikotik injeksi kerja panjang (long-acting injectable) atau pengukuran konsentrasi darah untuk memastikan kepatuhan dan kadar serum yang tepat sebelum menyimpulkan kegagalan terapi 1
- Singkirkan faktor lain yang dapat mengurangi efek pengobatan seperti ketidakpatuhan, penyalahgunaan zat, atau kondisi medis komorbid 1
Lini Ketiga: Clozapine
- Clozapine harus dimulai jika dua percobaan monoterapi dengan antipsikotik non-clozapine telah gagal dan tidak ada kontraindikasi absolut 1, 2
- Sekitar 34% pasien memerlukan clozapine untuk skizofrenia resisten pengobatan 2
- Clozapine juga direkomendasikan jika risiko bunuh diri tetap substansial meskipun pengobatan lain 1
- Clozapine dapat dipertimbangkan jika risiko perilaku agresif tetap tinggi meskipun pengobatan lain 1
Lini Keempat: Polifarmasi Antipsikotik (Hanya Jika Diperlukan)
- Polifarmasi antipsikotik hanya boleh dipertimbangkan setelah langkah-langkah di atas gagal menghasilkan hasil yang memuaskan 1, 2
- Kombinasi aripiprazole dengan clozapine menunjukkan risiko hospitalisasi psikiatrik terendah (HR 0.86,95% CI 0.79-0.94) dibandingkan monoterapi clozapine 4
- Polifarmasi antipsikotik menyebabkan lebih banyak efek samping daripada monoterapi, sehingga harus dihindari kecuali benar-benar diperlukan 1
Intervensi Psikososial Esensial
Terapi Berbasis Bukti yang Wajib
- Terapi kognitif-perilaku untuk psikosis (CBTp) menunjukkan efek positif yang moderat namun bertahan lama pada kognisi dan gejala 1, 2
- Psikoedukasi untuk pasien dan keluarga dapat meningkatkan fungsi keseluruhan dan mengurangi tingkat kekambuhan 1, 4, 2
- Remediasi kognitif untuk meningkatkan fungsi kognitif 1, 2
- Layanan dukungan kerja (supported employment services) 1
Program Perawatan Khusus
- Pasien dengan episode psikosis pertama harus diobati dalam program perawatan khusus terkoordinasi (coordinated specialty care program) 1
- Assertive community treatment untuk pasien dengan riwayat keterlibatan layanan yang buruk yang menyebabkan kekambuhan atau gangguan sosial yang sering 1
- Intervensi keluarga untuk pasien yang memiliki kontak berkelanjutan dengan keluarga 1, 4
Manajemen Efek Samping
Gejala Ekstrapiramidal
- Distonia akut: obati dengan obat antikolinergik 1
- Parkinsonisme: turunkan dosis antipsikotik, ganti ke antipsikotik lain, atau obati dengan antikolinergik 1
- Akathisia: turunkan dosis, ganti antipsikotik, tambahkan benzodiazepin, atau tambahkan beta-blocker 1
Tardive Dyskinesia
- Pasien dengan tardive dyskinesia sedang hingga berat atau melumpuhkan harus diobati dengan inhibitor reversibel vesicular monoamine transporter 2 (VMAT2) 1
Efek Metabolik
- Pantau efek metabolik secara teratur, terutama dengan clozapine atau olanzapine 4
- Pertimbangkan metformin untuk efek samping metabolik 4
Strategi Kepatuhan
- Psikoedukasi pasien sangat penting untuk kepatuhan pengobatan 4
- Antipsikotik injeksi kerja panjang harus dipertimbangkan untuk pasien yang lebih menyukai pengobatan tersebut atau memiliki riwayat kepatuhan yang buruk atau tidak pasti 1, 2
- Sekitar 70% pasien memerlukan pengobatan jangka panjang, bahkan seumur hidup, untuk mengontrol gejala 1, 2
Peringatan Penting
Keterbatasan Antipsikotik
- Antipsikotik efektif mengurangi gejala positif tetapi mungkin tidak secara signifikan memperbaiki gejala negatif atau defisit kognitif 1, 2
- Setidaknya 20% individu tidak mengalami respons substansial dari monoterapi antipsikotik 1, 2
- 70% pasien tidak mencapai pemulihan lengkap meskipun pengobatan 1, 2
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan polifarmasi antipsikotik kecuali setelah percobaan clozapine gagal 4, 2
- Jangan mengabaikan gejala mood saat fokus pada gejala psikotik 4
- Jangan melakukan durasi percobaan pengobatan yang tidak adekuat (minimal 4 minggu) 4
- Jangan mengabaikan pemantauan dan intervensi kesehatan fisik 4
- Intervensi dini sangat penting, karena penundaan pengobatan dapat mengakibatkan penurunan kognitif yang ireversibel 2