What anti-aging supplements are recommended?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Suplemen Antiaging yang Dianjurkan

Suplemen polifenol dari teh hijau (terutama EGCG) dan vitamin E dosis 200 IU/hari merupakan pilihan terbaik berdasarkan bukti ilmiah terkuat untuk efek antiaging.

Suplemen Berbasis Polifenol

Teh Hijau dan Katekin

  • Teh hijau mengandung katekin seperti EGCG yang secara signifikan mengurangi proses glikasi lanjut, akumulasi AGE (advanced glycation end products), dan cross-linking kolagen 1
  • EGCG menurunkan ekspresi gen yang distimulasi AGE, produksi TNF-α dan MMP-13, serta mencegah pembentukan AGE intraseluler dengan menangkap spesies dikarbonil reaktif seperti MGO dan GO 1
  • EGCG mampu mengurangi oksidasi dan glikasi LDL pada kondisi glukosa tinggi 1
  • Teh juga mengandung rutin yang dimetabolisme menjadi quercetin dan derivat fenol yang merupakan inhibitor kuat pembentukan CML 1

Herbal Tea Lainnya

  • Melissa officinalis (lemon balm) mengandung asam rosmarinik yang memberikan efek protektif terhadap toksisitas yang diinduksi AGE melalui supresi jalur sinyal RAGE 1
  • Kaempferol (ditemukan dalam Tilia cordata) memodulasi akumulasi AGE dan ekspresi RAGE, serta menekan aktivasi NF-κB terkait penuaan 1
  • Apigenin dan luteolin menunjukkan peran sebagai inhibitor pembentukan AGE in vitro 1

Vitamin E

Dosis Optimal

  • Dosis 200 IU vitamin E per hari terbukti paling efektif untuk meningkatkan fungsi yang dimediasi sel T dibandingkan dosis 60 atau 800 IU/hari 1
  • Suplementasi 200 IU vitamin E selama 3-4,5 bulan meningkatkan titer antibodi terhadap vaksin tetanus dan hepatitis B, serta respons DTH (delayed-type hypersensitivity) 1

Mekanisme Kerja

  • Vitamin E mengurangi produksi PGE2 (prostaglandin E2) yang bersifat inflamatori dan meningkatkan fungsi sel T naif CD4+ pada lansia 1
  • Efek vitamin E spesifik untuk populasi lanjut usia dengan respons imun dan inflamasi yang terganggu, tidak memberikan efek signifikan pada populasi muda 1
  • Vitamin E mengoreksi molekul sinyal kunci yang terkait dengan membran, termasuk ZAP70, LAT, fosfolipase-Cγ, dan protein Vav 1

Suplemen Polifenol Lainnya

Asam Klorogenat (dari Kopi)

  • Asam klorogenat dan derivat kafeoil polifenol lainnya berkontribusi sekitar 70% dari kapasitas antioksidan ekstrak kopi 1
  • Bekerja sebagai agen anti-AGE melalui kelasi logam atau modulasi ekspresi gen enzim antioksidan 1

Asam Ferulat

  • Menunjukkan sifat anti-glikatif dan dapat mengikat albumin serum manusia untuk membentuk kompleks yang memberikan efek protektif terhadap oksidasi protein 1
  • Mengurangi pembentukan CML dan AGE fluoresen in vitro 1

Rekomendasi Praktis

Strategi Implementasi

  • Konsumsi teh hijau tanpa gula tambahan sebagai minuman harian untuk mengurangi pembentukan dan akumulasi AGE/ALE dalam tubuh 1
  • Suplementasi vitamin E sebaiknya dimulai pada dosis 200 IU/hari untuk populasi lansia (≥60 tahun) 1
  • Kombinasi berbagai sumber polifenol dari teh herbal dapat memberikan efek sinergis melalui berbagai mekanisme antioksidan, kelasi logam, dan penghambatan RAGE 1

Peringatan Penting

  • Hindari minuman dengan kandungan AGE tinggi seperti bir yang mengandung pyrraline (0,16-40,00 mg/L) dan MG-H1 (0,3-13,7 mg/L) 1
  • Dosis vitamin E di bawah 100 IU/hari mungkin tidak cukup efektif untuk meningkatkan disfungsi imun terkait usia 1
  • Suplementasi harus dilakukan di bawah pengawasan profesional kesehatan, sesuai rekomendasi SENC (Spanish Society of Community Nutrition) 1

Mekanisme Antiaging yang Ditargetkan

Suplemen ini bekerja melalui beberapa jalur: menghambat pembentukan AGE yang berkontribusi pada penuaan 1, mengurangi stres oksidatif 2, 3, memodulasi respons inflamasi 1, dan meningkatkan fungsi imun pada lansia 1.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.