Suplemen Antiaging yang Dianjurkan
Suplemen polifenol dari teh hijau (terutama EGCG) dan vitamin E dosis 200 IU/hari merupakan pilihan terbaik berdasarkan bukti ilmiah terkuat untuk efek antiaging.
Suplemen Berbasis Polifenol
Teh Hijau dan Katekin
- Teh hijau mengandung katekin seperti EGCG yang secara signifikan mengurangi proses glikasi lanjut, akumulasi AGE (advanced glycation end products), dan cross-linking kolagen 1
- EGCG menurunkan ekspresi gen yang distimulasi AGE, produksi TNF-α dan MMP-13, serta mencegah pembentukan AGE intraseluler dengan menangkap spesies dikarbonil reaktif seperti MGO dan GO 1
- EGCG mampu mengurangi oksidasi dan glikasi LDL pada kondisi glukosa tinggi 1
- Teh juga mengandung rutin yang dimetabolisme menjadi quercetin dan derivat fenol yang merupakan inhibitor kuat pembentukan CML 1
Herbal Tea Lainnya
- Melissa officinalis (lemon balm) mengandung asam rosmarinik yang memberikan efek protektif terhadap toksisitas yang diinduksi AGE melalui supresi jalur sinyal RAGE 1
- Kaempferol (ditemukan dalam Tilia cordata) memodulasi akumulasi AGE dan ekspresi RAGE, serta menekan aktivasi NF-κB terkait penuaan 1
- Apigenin dan luteolin menunjukkan peran sebagai inhibitor pembentukan AGE in vitro 1
Vitamin E
Dosis Optimal
- Dosis 200 IU vitamin E per hari terbukti paling efektif untuk meningkatkan fungsi yang dimediasi sel T dibandingkan dosis 60 atau 800 IU/hari 1
- Suplementasi 200 IU vitamin E selama 3-4,5 bulan meningkatkan titer antibodi terhadap vaksin tetanus dan hepatitis B, serta respons DTH (delayed-type hypersensitivity) 1
Mekanisme Kerja
- Vitamin E mengurangi produksi PGE2 (prostaglandin E2) yang bersifat inflamatori dan meningkatkan fungsi sel T naif CD4+ pada lansia 1
- Efek vitamin E spesifik untuk populasi lanjut usia dengan respons imun dan inflamasi yang terganggu, tidak memberikan efek signifikan pada populasi muda 1
- Vitamin E mengoreksi molekul sinyal kunci yang terkait dengan membran, termasuk ZAP70, LAT, fosfolipase-Cγ, dan protein Vav 1
Suplemen Polifenol Lainnya
Asam Klorogenat (dari Kopi)
- Asam klorogenat dan derivat kafeoil polifenol lainnya berkontribusi sekitar 70% dari kapasitas antioksidan ekstrak kopi 1
- Bekerja sebagai agen anti-AGE melalui kelasi logam atau modulasi ekspresi gen enzim antioksidan 1
Asam Ferulat
- Menunjukkan sifat anti-glikatif dan dapat mengikat albumin serum manusia untuk membentuk kompleks yang memberikan efek protektif terhadap oksidasi protein 1
- Mengurangi pembentukan CML dan AGE fluoresen in vitro 1
Rekomendasi Praktis
Strategi Implementasi
- Konsumsi teh hijau tanpa gula tambahan sebagai minuman harian untuk mengurangi pembentukan dan akumulasi AGE/ALE dalam tubuh 1
- Suplementasi vitamin E sebaiknya dimulai pada dosis 200 IU/hari untuk populasi lansia (≥60 tahun) 1
- Kombinasi berbagai sumber polifenol dari teh herbal dapat memberikan efek sinergis melalui berbagai mekanisme antioksidan, kelasi logam, dan penghambatan RAGE 1
Peringatan Penting
- Hindari minuman dengan kandungan AGE tinggi seperti bir yang mengandung pyrraline (0,16-40,00 mg/L) dan MG-H1 (0,3-13,7 mg/L) 1
- Dosis vitamin E di bawah 100 IU/hari mungkin tidak cukup efektif untuk meningkatkan disfungsi imun terkait usia 1
- Suplementasi harus dilakukan di bawah pengawasan profesional kesehatan, sesuai rekomendasi SENC (Spanish Society of Community Nutrition) 1
Mekanisme Antiaging yang Ditargetkan
Suplemen ini bekerja melalui beberapa jalur: menghambat pembentukan AGE yang berkontribusi pada penuaan 1, mengurangi stres oksidatif 2, 3, memodulasi respons inflamasi 1, dan meningkatkan fungsi imun pada lansia 1.