Deviasi Konjugat FEF dan PPRF
Saya perlu mengklarifikasi bahwa pertanyaan ini tampaknya mengandung kesalahan terminologi yang signifikan. "Deviasi konjugat" adalah istilah neurologis yang merujuk pada gerakan mata terkoordinasi, sementara FEF dan PPRF dalam konteks neurologis adalah Frontal Eye Field dan Paramedian Pontine Reticular Formation - keduanya adalah struktur otak yang mengontrol gerakan mata, bukan parameter fungsi paru.
Klarifikasi Penting
Berdasarkan konteks pertanyaan yang diperluas tentang "Forced Expiratory Flow (FEF)" dan "Peak Expiratory Flow Rate (PEFR)", tampaknya ada kebingungan antara:
- Terminologi neurologis: FEF (Frontal Eye Field) dan PPRF (Paramedian Pontine Reticular Formation) - struktur otak
- Terminologi respiratori: FEF (Forced Expiratory Flow) dan PEF/PEFR (Peak Expiratory Flow/Rate) - parameter fungsi paru
Interpretasi Parameter Fungsi Paru (Asumsi Pertanyaan Tentang Respiratori)
FEF (Forced Expiratory Flow)
FEF yang rendah, terutama FEF25-75%, dapat mengindikasikan obstruksi saluran napas kecil, namun signifikansi klinisnya terbatas ketika FEV1 dan FEV1/VC dalam rentang normal 1.
- FEF25-75% memiliki variabilitas yang lebih besar dibandingkan FEV1, menghasilkan rentang nilai prediksi yang lebih luas 1
- Ketika FEV1 dan FEV1/VC dalam rentang normal, signifikansi klinis abnormalitas aliran yang terjadi di akhir kurva ekspirasi maksimal sangat terbatas 1
- FEF dapat berguna pada nilai FEV1/VC yang borderline untuk menunjukkan kemungkinan obstruksi saluran napas 1
- Pada anak dengan fibrosis kistik, FEF seperti MEF 25-75% dapat lebih sensitif 1
PEF/PEFR (Peak Expiratory Flow Rate)
PEF tidak dapat diandalkan sebagai pengganti FEV1 dalam menilai derajat obstruksi saluran napas, terutama pada emfisema berat 1.
- Pada emfisema lanjut, PEF mungkin hanya menurun sedang sementara FEV1 sangat terpengaruh 1
- PEF% dapat underestimate FEV1% pada pasien dengan obstruksi yang kurang berat dan overestimate pada obstruksi yang lebih berat 2
- Korelasi antara FEV1% dan PEF% menunjukkan variabilitas yang cukup besar, dengan limits of agreement yang luas (-27.4% hingga +28.8%) 2
- PEF lebih berguna untuk monitoring fungsi saluran napas di rumah dan mendokumentasikan variasi diurnal 1
Pola Obstruksi
Pola obstruksi ditandai dengan penurunan rasio FEV1/VC, dengan TLC yang normal atau meningkat, dan aliran yang lebih rendah dari yang diharapkan pada seluruh rentang volume 1.
- Perhatian khusus diperlukan ketika FEV1 dan FVC menurun bersamaan dengan rasio FEV1/FVC yang normal atau hampir normal 1
- Pola ini paling sering mencerminkan kegagalan pasien untuk menghirup atau menghembuskan napas sepenuhnya 1
- Dapat juga terjadi ketika aliran sangat lambat sehingga subjek tidak dapat menghembuskan cukup lama untuk mengosongkan paru hingga RV 1
- Dalam kondisi ini, TLC akan normal dan FEF75 akan rendah 1
Catatan Penting untuk Praktik Klinis
- Jangan mengandalkan PEF saja untuk diagnosis atau penilaian keparahan obstruksi saluran napas - selalu konfirmasi dengan spirometri lengkap termasuk FEV1 1, 3, 2
- FEF25-75% dan FEF50 sangat berkorelasi (r² = 0.956), sehingga melaporkan keduanya tidak perlu 4
- Pengukuran FEF selain FEV1 dan FEV1/VC hanya dipertimbangkan setelah menentukan ada tidaknya dan keparahan klinis gangguan obstruktif menggunakan nilai dasar 1