Apa itu Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)?
ALS adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan degenerasi neuron motorik atas dan bawah di otak dan medula spinalis, menyebabkan kelemahan otot progresif, paralisis, dan biasanya kematian dalam 3-5 tahun setelah onset gejala. 1, 2
Definisi dan Epidemiologi
- ALS merupakan penyakit neuron motorik yang paling umum, mewakili sekitar 85% dari semua kasus penyakit neuron motorik 1, 3
- Sekitar 85-90% kasus adalah sporadis (tanpa riwayat keluarga atau mutasi genetik yang diketahui), dengan insidensi tahunan 1-2 per 100.000 orang 2
- Sisanya 10-15% kasus bersifat familial dengan pola pewarisan autosomal dominan 4
Patofisiologi
- ALS melibatkan degenerasi progresif neuron motorik atas dan bawah sepanjang traktus kortikospinalis 1, 3
- Etiologi bersifat multifaktorial, melibatkan peningkatan stres oksidatif, toksisitas glutamat, disfungsi mitokondria, inflamasi, dan apoptosis 1, 2
- Mutasi pada gen SOD1 atau C9orf72 dapat berperan sebagai faktor penyebab ALS, dengan ekspansi heksanukleotida C9orf72 bertanggung jawab atas 30-50% ALS familial dan 7% ALS sporadis 5, 4
Presentasi Klinis
ALS diklasifikasikan berdasarkan lokasi onset gejala:
Bulbar-onset ALS (25-35% kasus)
- Gejala awal mempengaruhi bicara dan menelan 2
- Sekitar 80% pasien mengalami disartria (kesulitan bicara) dan disfagia (kesulitan menelan) sebagai manifestasi primer 1, 2
Limb-onset/Spinal ALS (65-75% kasus)
- Gejala awal di ekstremitas dengan kelemahan otot progresif di lengan atau kaki 2
- Cedera neuron motorik spinal menyebabkan kelemahan dan atrofi otot perifer 2
Tanda Klinis Klasik
- Tanda neuron motorik atas: hipertonisitas dan hiperrefleksia 1
- Tanda neuron motorik bawah: fasikulasi otot, kelemahan, dan atrofi 1
Manifestasi Ekstra-Motorik
- Disfungsi kognitif terjadi pada 20-50% kasus, terutama demensia frontotemporal 2
- Hingga 40-50% pasien memiliki manifestasi ekstra-motorik termasuk perubahan perilaku, disfungsi eksekutif, dan masalah bahasa 2, 4
Diagnosis
- MRI otak dan tulang belakang dapat menunjukkan sinyal T2/FLAIR abnormal di traktus kortikospinalis dan sinyal T2 abnormal di kornu anterior 1
- Elektromiografi (EMG) dan studi konduksi saraf (NCS) merupakan salah satu diagnostik kunci untuk ALS 6
- Diagnosis sering tertunda karena presentasi heterogen dan tumpang tindih dengan kondisi neurologis lain, dengan waktu median dari onset gejala hingga diagnosis sekitar 14 bulan 2, 7
- Biomarker definitif untuk ALS masih kurang, mempersulit diagnosis dini 2
Prognosis
- Survival rata-rata adalah 3-5 tahun setelah onset gejala 1, 2, 3
- Hanya 5-10% pasien hidup lebih dari 10 tahun 1, 2
- Gagal napas akibat kelemahan otot pernapasan adalah penyebab kematian paling umum 1, 7
- ALS onset bulbar dan usia lebih tua mempercepat penggunaan gastrostomi 8
- ALS onset spinal dikaitkan dengan penundaan inisiasi ventilasi non-invasif 8
Penatalaksanaan
Terapi Farmakologis
- Riluzole 50 mg dua kali sehari adalah satu-satunya terapi yang mengubah perjalanan penyakit yang telah ditetapkan, memperpanjang survival rata-rata pasien sekitar 60-90 hari 9
- Riluzole harus diminum setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan 9
- Aminotransferase serum harus diukur sebelum dan selama pengobatan karena risiko cedera hepatik 9
- Edaravone, obat antioksidan yang baru disetujui, menghentikan progres ALS pada tahap awal melalui efek sitoprotektif dengan mengurangi spesies oksigen reaktif (ROS) 5
Pendekatan Paliatif Multidisiplin
- Perawatan paliatif harus diintegrasikan sejak waktu diagnosis, dengan penekanan pada otonomi pasien, martabat, dan kualitas hidup 1
- Rujukan dini ke layanan paliatif direkomendasikan untuk membangun hubungan dengan staf dan membahas masalah akhir hidup sebelum komunikasi menjadi terbatas 1
- Dukungan nutrisi untuk disfagia dan penurunan berat badan sangat penting, terutama untuk pasien onset bulbar 1, 2
- Ventilasi non-invasif (NIV), gastrostomi, dan dalam kasus yang jarang (terutama pasien <64 tahun), trakeostomi dapat dipertimbangkan 8
- Dukungan untuk pengasuh sangat penting karena mereka sering mengalami beban yang signifikan 1
Pertimbangan Penting
- Perencanaan perawatan lanjutan harus dimulai sejak dini, termasuk diskusi tentang arahan lanjutan, preferensi mengenai dukungan ventilasi, selang makan, dan perawatan akhir hidup 1
- Hingga 40% pasien ALS memiliki bukti gangguan kognitif, yang dapat mempengaruhi keputusan pengobatan dan kepatuhan 1
- Rujukan terlambat ke layanan paliatif adalah umum dan berdampak negatif pada kualitas hidup 1
- Ada bukti yang cukup bahwa perawatan multidisiplin meningkatkan survival dan kualitas hidup pada ALS 1