What are the criteria for diagnosing Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 24, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kriteria MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus)

MRSA didiagnosis melalui kultur mikrobiologi yang menunjukkan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin dan semua antibiotik beta-laktam lainnya, dikonfirmasi melalui uji kepekanan antimikroba atau deteksi gen mecA/SCCmec. 1

Kriteria Diagnostik Mikrobiologi

Metode Kultur Standar

  • Isolasi S. aureus dari spesimen klinis (darah, pus, sputum, atau jaringan) yang menunjukkan resistensi terhadap methicillin pada uji kepekanan antibiotik merupakan standar emas diagnosis 2
  • Resistensi methicillin mengindikasikan resistensi terhadap semua antibiotik beta-laktam termasuk penicillin, cephalosporin, dan carbapenem 3, 1
  • Lebih dari 90% strain MRSA juga resisten terhadap ciprofloxacin, dan 50-60% resisten terhadap kelompok antibiotik lain (kecuali glycopeptide, quinupristin, dan linezolid) 3

Metode Deteksi Molekuler

  • PCR untuk deteksi gen mecA atau SCCmec memberikan hasil cepat dalam beberapa jam dibandingkan kultur konvensional yang memerlukan 2-3 hari 4
  • GeneXpert MRSA/SA assay pada spesimen respiratorik menunjukkan sensitivitas 83.3% dan spesifisitas 94.7% untuk deteksi MRSA 4
  • Deteksi molekuler sangat berguna untuk pasien ventilator dengan suspek pneumonia untuk memfasilitasi stewardship antibiotik 4

Kriteria Klinis untuk Suspek MRSA

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kecurigaan MRSA

  • Riwayat hospitalisasi atau paparan fasilitas kesehatan merupakan faktor risiko utama 2, 1
  • Kolonisasi nares anterior (lubang hidung) adalah reservoir utama MRSA 2
  • Pasien di unit perawatan intensif, unit luka bakar, atau fasilitas perawatan jangka panjang 2
  • Riwayat infeksi MRSA sebelumnya atau kontak dengan pasien MRSA 2

Indikasi Pengambilan Kultur

  • Gram stain dan kultur dari pus atau eksudat direkomendasikan untuk abses dan karbunkel, terutama jika ada tanda SIRS (suhu >38°C atau <36°C, takikardia >90x/menit, takipnea >24x/menit, atau leukosit >12.000 atau <4.000 sel/µL) 5
  • Kultur darah harus diambil pada pasien dengan demam yang tidak jelas penyebabnya dan murmur jantung patologis atau riwayat penyakit jantung 5
  • Untuk infeksi kulit dan jaringan lunak purulen sedang hingga berat, kultur harus dilakukan sebelum memulai terapi antibiotik 5

Kriteria Berdasarkan Lokasi Infeksi

Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak

  • MRSA dicurigai pada infeksi purulen yang gagal dengan insisi-drainase plus antibiotik oral, atau pada pasien dengan tanda sistemik infeksi 5
  • Pada impetigo atau ecthyma, MRSA dicurigai jika tidak respon terhadap dicloxacillin atau cephalexin 5
  • Kultur dan sensitivitas harus dilakukan untuk memandu terapi definitif 5

Pneumonia Terkait Ventilator

  • Gram stain menunjukkan bakteri Gram-positif dalam kelompok seperti anggur (grape-like clusters) mengarah ke Staphylococcus 5
  • Kultur sputum atau spesimen respiratorik bawah positif untuk S. aureus dengan resistensi methicillin 5, 4
  • PCR nasal dapat digunakan untuk deeskalasi atau konfirmasi kebutuhan terapi anti-MRSA 5

Bakteremia dan Endokarditis

  • Kultur darah positif S. aureus merupakan kriteria mayor Duke untuk diagnosis endokarditis infektif 5
  • Bakteremia S. aureus persisten setelah pencabutan kateter vena sentral meningkatkan kecurigaan MRSA 5
  • Minimal 3 set kultur darah dari venipuncture terpisah harus diambil pada hari pertama 5

Pertimbangan Khusus

Pasien Neutropenia

  • Pada pasien dengan demam dan neutropenia, kultur harus dilakukan dari lesi kulit yang mencurigakan, terutama jika ada ecthyma gangrenosum atau selulitis progresif 5
  • Terapi empirik harus mencakup coverage MRSA jika ada temuan fisik yang mengarah ke inflamasi kulit dan jaringan lunak, atau pasien hemodinamik tidak stabil 5

Infeksi Luka Operasi

  • Demam ≥38°C dengan eritema >5 cm dari insisi dengan indurasi atau nekrosis memerlukan kultur dan terapi empirik anti-MRSA 5
  • Gram stain harus dilakukan untuk menyingkirkan streptococci dan clostridia 5
  • Di area dengan tingkat infeksi MRSA tinggi, pertimbangkan vancomycin, daptomycin, atau linezolid sambil menunggu hasil kultur 5

Catatan Penting

  • Virulensi MRSA tidak lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan S. aureus yang sensitif methicillin, tetapi pilihan terapi yang terbatas membuat outcome lebih buruk jika tidak ditangani dengan tepat 3
  • Transmisi utama MRSA adalah melalui tangan tenaga kesehatan yang terkolonisasi sementara 2
  • Kolonisasi MRSA mendahului infeksi, sehingga skrining kolonisasi dapat membantu identifikasi dini 2, 1

References

Research

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus.

Nature reviews. Disease primers, 2018

Research

[Methicillin-resistant Staphylococcus aureus--the pathogen].

Kongressband. Deutsche Gesellschaft fur Chirurgie. Kongress, 2001

Research

Rapid MRSA PCR on respiratory specimens from ventilated patients with suspected pneumonia: a tool to facilitate antimicrobial stewardship.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 2017

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.