Nyeri Kepala dan Kejang pada Multiple Sklerosis
Nyeri kepala dan kejang yang terjadi pada pasien multiple sklerosis (MS) TIDAK memiliki nama khusus atau istilah medis tersendiri - keduanya merupakan manifestasi neurologis yang dapat menyertai MS tetapi bukan bagian dari kriteria diagnostik inti penyakit ini 1.
Nyeri Kepala pada Multiple Sklerosis
Nyeri kepala pada MS bukanlah gejala khas atau patognomonik:
Tidak ada "MS headache" yang spesifik - pasien MS mengalami tipe nyeri kepala yang sama dengan populasi umum, yaitu tension-type headache atau migrain 2.
Prevalensi nyeri kepala pada pasien MS lebih tinggi (45-52%) dibandingkan populasi kontrol (14-18%), terutama selama fase relaps 3, 2.
Migrain dan tension-type headache adalah jenis nyeri kepala primer yang paling sering dilaporkan pada pasien MS 4, 5.
Karakteristik Klinis Penting:
Nyeri kepala lebih sering terjadi pada fase relaps dibandingkan remisi (45.6% vs 38.6%) 3.
Pasien dengan durasi MS <3 tahun memiliki prevalensi nyeri kepala lebih tinggi saat relaps (68% vs 28.1%) 3.
Lesi di periaqueductal gray matter dan lesi sensorimotor berhubungan dengan nyeri kepala yang lebih sering dan berat 5.
Interferon dapat memperburuk nyeri kepala pre-existing atau menyebabkan nyeri kepala de novo (odds ratio: 2.84-3.72) 5.
Kejang pada Multiple Sklerosis
Kejang pada MS juga tidak memiliki terminologi khusus:
Kejang bukan merupakan presentasi tipikal MS dan termasuk dalam kategori "atypical presentation" yang memerlukan kehati-hatian khusus dalam diagnosis 1.
Presentasi dengan demensia, epilepsi, atau afasia pada MS memerlukan bukti tambahan dari analisis CSF dan VEP untuk memastikan diagnosis 1.
Poin Penting untuk Klinisi:
Perlu dibedakan dari kondisi lain yang dapat menyerupai MS:
Systemic lupus erythematosus (SLE) dengan manifestasi neuropsikiatrik dapat menyebabkan kejang (12-22% mengalami kejang rekuren) dan memerlukan pendekatan diagnostik berbeda 1.
Pada NPSLE, kejang merupakan manifestasi umum (>5% insidensi kumulatif) dan memerlukan terapi antikonvulsan, dengan seperempat pasien memerlukan antikonvulsan kedua 1.
MOG encephalomyelitis dapat menyebabkan ensefalitis akut dengan kejang, yang memerlukan pemeriksaan MOG-IgG 1.
Implikasi Klinis
Jika pasien MS mengalami nyeri kepala atau kejang:
Evaluasi sebagai gejala komorbid atau komplikasi, bukan sebagai sindrom tersendiri 4, 2.
Singkirkan penyebab sekunder (infeksi SSP, trombosis vena serebral, efek samping obat disease-modifying therapy) 4.
Tatalaksana nyeri kepala sesuai klasifikasinya (migrain atau tension-type) dengan terapi standar 4, 2.
Kejang memerlukan evaluasi lebih lanjut karena bukan manifestasi tipikal MS dan mungkin menunjukkan diagnosis alternatif 1.