How is the SINS (Spinal Instability Neoplastic Score) calculated from MRI (Magnetic Resonance Imaging) results?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cara Menghitung SINS Score dari Hasil MRI

SINS (Spinal Instability Neoplastic Score) dihitung dengan mengevaluasi 6 komponen klinis dan radiologis dari hasil MRI, dengan total skor 0-18 poin, yang mengklasifikasikan lesi sebagai stabil (0-6), potensial tidak stabil (7-12), atau tidak stabil (13-18). 1

Komponen SINS yang Dinilai dari MRI

SINS adalah skor komposit yang menggabungkan data klinis dan radiografis untuk mengevaluasi stabilitas spinal pada penyakit metastasis tulang belakang. 1 Berikut adalah komponen-komponen yang harus dinilai:

1. Lokasi Lesi Spinal

  • Junctional (occiput-C2, C7-T2, T11-L1, L5-S1): skor tertinggi
  • Mobile spine (C3-C6, L2-L4): skor sedang
  • Semi-rigid (T3-T10): skor terendah
  • Lokasi junctional dan mobile spine memiliki risiko instabilitas lebih tinggi 1

2. Karakteristik Nyeri

  • Nyeri mekanik atau postural (memburuk dengan gerakan/beban): skor tinggi
  • Nyeri occasional non-mechanical: skor sedang
  • Bebas nyeri: skor 0
  • Komponen ini memerlukan korelasi klinis dengan temuan MRI 1

3. Kualitas Tulang (Bone Quality)

  • Lesi litik: skor tertinggi (tulang lemah, risiko fraktur tinggi)
  • Lesi campuran litik-blastik: skor sedang
  • Lesi blastik: skor terendah (tulang lebih kuat)
  • MRI T1-weighted dan STIR sequences optimal untuk menilai keterlibatan sumsum tulang 1

4. Alignment Spinal

  • Subluksasi/translasi: skor tertinggi
  • De novo deformitas (kyphosis/scoliosis): skor sedang
  • Normal alignment: skor 0
  • MRI sagittal views penting untuk menilai alignment 1

5. Derajat Kolaps Vertebral Body

  • Kolaps >50%: skor tertinggi
  • Kolaps <50%: skor sedang
  • Tidak ada kolaps dengan keterlibatan >50% body: skor rendah
  • Tidak ada kolaps dengan keterlibatan <50% body: skor 0
  • MRI dapat mendeteksi kolaps dini dan membedakan fraktur benigna dari maligna 1

6. Keterlibatan Posterolateral

  • Bilateral: skor tertinggi
  • Unilateral: skor sedang
  • Tidak ada keterlibatan: skor 0
  • Meliputi pedicle, facet, atau elemen posterior lainnya
  • MRI dengan kontras membantu delineasi ekstensi epidural, foraminal, dan paraspinal 1

Interpretasi Skor Total

Klasifikasi Stabilitas:

  • 0-6 poin: Stabil - tidak memerlukan rujukan bedah 1
  • 7-12 poin: Potensial tidak stabil - pertimbangkan konsultasi bedah 1
  • 13-18 poin: Tidak stabil - rujukan bedah direkomendasikan 1

Protokol MRI yang Optimal

Sekuens MRI non-kontras (T1-weighted dan short tau inversion recovery/STIR) adalah yang terbaik untuk mendelineasi penyakit intraosseous. 1

MRI dengan kontras sangat membantu untuk menilai ekstensi epidural, foraminal, paraspinal, dan intrathecal disease, termasuk penyakit intramedullary. 1

Perbandingan sekuens pre-kontras dan post-kontras paling informatif untuk evaluasi komprehensif. 1

Pertimbangan Penting dalam Penggunaan SINS

Reliabilitas:

  • SINS menunjukkan reliabilitas interobserver dan intraobserver yang excellent ketika digunakan oleh ahli bedah onkologi tulang belakang dan ahli onkologi radiasi. 1
  • Studi independen menunjukkan ICC interobserver 0.79 dan intraobserver 0.96. 2
  • Radiolog menunjukkan excellent validity (κ = 0.88) dan substantial interobserver agreement (κ = 0.76) menggunakan skala biner SINS. 3

Keterbatasan:

  • Pedoman Belanda (2018) menyatakan bahwa validasi prospektif dari kekuatan prediktif SINS untuk membedakan lesi yang berisiko mengalami instabilitas progresif masih kurang. 1
  • Beberapa studi melaporkan temuan kontradiktif mengenai reliabilitas inter- dan intra-rater SINS. 1
  • Meskipun demikian, SINS tetap berguna sebagai alat untuk mempermudah komunikasi antar spesialisasi medis dan memfasilitasi pengambilan keputusan dalam konsultasi bedah. 1

Nilai Prediktif:

  • SINS dapat memprediksi risiko fraktur atau progresi fraktur setelah radioterapi. 1
  • Lesi dengan SINS 13-18 memiliki hazard ratio 4.37 untuk mengalami fraktur baru atau memburuk setelah radioterapi konvensional. 4
  • Lesi dengan SINS 7-12 menunjukkan kecenderungan fraktur yang lebih tinggi (HR 1.66) meskipun tidak signifikan secara statistik. 4

Aplikasi Klinis

Radiolog yang menggunakan skala biner SINS (0-6 vs 7-18) menilai semua kasus tidak stabil dan 98.7% kasus potensial tidak stabil dengan skor ≥7, sehingga tepat memulai rujukan untuk penilaian bedah. 3

SINS digunakan secara rutin oleh ahli bedah onkologi tulang belakang dan ahli onkologi radiasi untuk perencanaan terapi, termasuk vertebral augmentation, ablasi perkutan, radioterapi (SBRT atau konvensional paliatif), atau kemoterapi sistemik. 1

Pasien dengan SINS 10-12 memiliki odds ratio 6.88 untuk manajemen bedah dibandingkan dengan kelompok SINS 7-9. 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.