Cara Menghitung SINS Score dari Hasil MRI
SINS (Spinal Instability Neoplastic Score) dihitung dengan mengevaluasi 6 komponen klinis dan radiologis dari hasil MRI, dengan total skor 0-18 poin, yang mengklasifikasikan lesi sebagai stabil (0-6), potensial tidak stabil (7-12), atau tidak stabil (13-18). 1
Komponen SINS yang Dinilai dari MRI
SINS adalah skor komposit yang menggabungkan data klinis dan radiografis untuk mengevaluasi stabilitas spinal pada penyakit metastasis tulang belakang. 1 Berikut adalah komponen-komponen yang harus dinilai:
1. Lokasi Lesi Spinal
- Junctional (occiput-C2, C7-T2, T11-L1, L5-S1): skor tertinggi
- Mobile spine (C3-C6, L2-L4): skor sedang
- Semi-rigid (T3-T10): skor terendah
- Lokasi junctional dan mobile spine memiliki risiko instabilitas lebih tinggi 1
2. Karakteristik Nyeri
- Nyeri mekanik atau postural (memburuk dengan gerakan/beban): skor tinggi
- Nyeri occasional non-mechanical: skor sedang
- Bebas nyeri: skor 0
- Komponen ini memerlukan korelasi klinis dengan temuan MRI 1
3. Kualitas Tulang (Bone Quality)
- Lesi litik: skor tertinggi (tulang lemah, risiko fraktur tinggi)
- Lesi campuran litik-blastik: skor sedang
- Lesi blastik: skor terendah (tulang lebih kuat)
- MRI T1-weighted dan STIR sequences optimal untuk menilai keterlibatan sumsum tulang 1
4. Alignment Spinal
- Subluksasi/translasi: skor tertinggi
- De novo deformitas (kyphosis/scoliosis): skor sedang
- Normal alignment: skor 0
- MRI sagittal views penting untuk menilai alignment 1
5. Derajat Kolaps Vertebral Body
- Kolaps >50%: skor tertinggi
- Kolaps <50%: skor sedang
- Tidak ada kolaps dengan keterlibatan >50% body: skor rendah
- Tidak ada kolaps dengan keterlibatan <50% body: skor 0
- MRI dapat mendeteksi kolaps dini dan membedakan fraktur benigna dari maligna 1
6. Keterlibatan Posterolateral
- Bilateral: skor tertinggi
- Unilateral: skor sedang
- Tidak ada keterlibatan: skor 0
- Meliputi pedicle, facet, atau elemen posterior lainnya
- MRI dengan kontras membantu delineasi ekstensi epidural, foraminal, dan paraspinal 1
Interpretasi Skor Total
Klasifikasi Stabilitas:
- 0-6 poin: Stabil - tidak memerlukan rujukan bedah 1
- 7-12 poin: Potensial tidak stabil - pertimbangkan konsultasi bedah 1
- 13-18 poin: Tidak stabil - rujukan bedah direkomendasikan 1
Protokol MRI yang Optimal
Sekuens MRI non-kontras (T1-weighted dan short tau inversion recovery/STIR) adalah yang terbaik untuk mendelineasi penyakit intraosseous. 1
MRI dengan kontras sangat membantu untuk menilai ekstensi epidural, foraminal, paraspinal, dan intrathecal disease, termasuk penyakit intramedullary. 1
Perbandingan sekuens pre-kontras dan post-kontras paling informatif untuk evaluasi komprehensif. 1
Pertimbangan Penting dalam Penggunaan SINS
Reliabilitas:
- SINS menunjukkan reliabilitas interobserver dan intraobserver yang excellent ketika digunakan oleh ahli bedah onkologi tulang belakang dan ahli onkologi radiasi. 1
- Studi independen menunjukkan ICC interobserver 0.79 dan intraobserver 0.96. 2
- Radiolog menunjukkan excellent validity (κ = 0.88) dan substantial interobserver agreement (κ = 0.76) menggunakan skala biner SINS. 3
Keterbatasan:
- Pedoman Belanda (2018) menyatakan bahwa validasi prospektif dari kekuatan prediktif SINS untuk membedakan lesi yang berisiko mengalami instabilitas progresif masih kurang. 1
- Beberapa studi melaporkan temuan kontradiktif mengenai reliabilitas inter- dan intra-rater SINS. 1
- Meskipun demikian, SINS tetap berguna sebagai alat untuk mempermudah komunikasi antar spesialisasi medis dan memfasilitasi pengambilan keputusan dalam konsultasi bedah. 1
Nilai Prediktif:
- SINS dapat memprediksi risiko fraktur atau progresi fraktur setelah radioterapi. 1
- Lesi dengan SINS 13-18 memiliki hazard ratio 4.37 untuk mengalami fraktur baru atau memburuk setelah radioterapi konvensional. 4
- Lesi dengan SINS 7-12 menunjukkan kecenderungan fraktur yang lebih tinggi (HR 1.66) meskipun tidak signifikan secara statistik. 4
Aplikasi Klinis
Radiolog yang menggunakan skala biner SINS (0-6 vs 7-18) menilai semua kasus tidak stabil dan 98.7% kasus potensial tidak stabil dengan skor ≥7, sehingga tepat memulai rujukan untuk penilaian bedah. 3
SINS digunakan secara rutin oleh ahli bedah onkologi tulang belakang dan ahli onkologi radiasi untuk perencanaan terapi, termasuk vertebral augmentation, ablasi perkutan, radioterapi (SBRT atau konvensional paliatif), atau kemoterapi sistemik. 1
Pasien dengan SINS 10-12 memiliki odds ratio 6.88 untuk manajemen bedah dibandingkan dengan kelompok SINS 7-9. 5