Totilac (Laktulosa) Tidak Direkomendasikan untuk Tatalaksana Peningkatan TIK
Totilac (laktulosa) tidak boleh digunakan untuk mengelola peningkatan tekanan intrakranial (TIK) karena tidak ada bukti yang mendukung penggunaannya dan dapat memperburuk kondisi pasien.
Mengapa Laktulosa Tidak Tepat untuk Peningkatan TIK
Laktulosa adalah obat pencahar osmotik yang digunakan untuk konstipasi dan ensefalopati hepatik, bukan untuk mengelola tekanan intrakranial. Tidak ada pedoman neurologi atau penelitian yang mendukung penggunaan laktulosa untuk peningkatan TIK 1, 2.
Risiko potensial menggunakan laktulosa pada peningkatan TIK meliputi:
- Dehidrasi dari diare osmotik yang dapat menurunkan perfusi serebral 3, 4
- Gangguan elektrolit yang dapat memperburuk edema serebral 5
- Ketidaknyamanan abdomen yang dapat meningkatkan TIK melalui mengejan 1
Terapi Osmotik yang Benar untuk Peningkatan TIK
Mannitol adalah agen osmotik lini pertama yang direkomendasikan untuk mengelola peningkatan TIK, bukan laktulosa 1, 2, 6.
Dosis Mannitol yang Tepat:
- 0,25-0,5 g/kg IV diberikan selama 20 menit 1, 6
- Dapat diulang setiap 6 jam sesuai kebutuhan 6
- Dosis maksimal harian adalah 2 g/kg 6
- Hentikan jika osmolalitas serum melebihi 320 mOsm/L 6
Alternatif: Saline Hipertonik (3%)
- Efektivitas sebanding dengan mannitol pada dosis ekuiosmolar 2, 6
- Lebih disukai jika ada hipovolemia atau hipotensi karena efek diuretik minimal 6
- Dapat meningkatkan tekanan darah, berbeda dengan mannitol yang dapat menyebabkan hipotensi 6
Pendekatan Bertahap untuk Mengelola Peningkatan TIK
American Heart Association merekomendasikan pendekatan seimbang dan bertahap 1, 2:
Langkah 1: Tindakan Sederhana
- Elevasi kepala tempat tidur 20-30 derajat dengan posisi leher netral 1, 2
- Analgesia dan sedasi yang adekuat 1
- Hindari hipoksemia, hiperkarbia, dan hipertermia 2
Langkah 2: Terapi Osmotik
- Mannitol 0,25-0,5 g/kg IV atau saline hipertonik 3% 1, 6
- Pertahankan cerebral perfusion pressure (CPP) ≥60-70 mmHg 1, 2
Langkah 3: Drainase CSF
Langkah 4: Terapi Agresif (jika refraktori)
- Hiperventilasi sedang (PaCO2 26-30 mmHg) - hanya sementara 3, 5
- Blokade neuromuskular 1
- Terapi barbiturat dosis tinggi (pentobarbital) 3, 5, 7
Langkah 5: Intervensi Bedah
Peringatan Penting: Hindari Kesalahan Ini
- Jangan gunakan kortikosteroid untuk mengelola TIK pada perdarahan intraserebral atau stroke iskemik - tidak efektif dan berpotensi berbahaya 2
- Jangan lakukan pungsi lumbal sebelum neuroimaging pada pasien dengan dugaan peningkatan TIK karena dapat menyebabkan herniasi 2
- Jangan gunakan hiperventilasi profilaksis karena hipokapnia berlebihan menyebabkan vasokonstriksi serebral dan dapat memperburuk iskemia 2
- Hindari cairan hipotonik dan pemberian glukosa berlebihan yang dapat memperburuk edema serebral 2