What is the management of increased Intracranial Pressure (ICP)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK)

Pendekatan Awal dan Monitoring

Pasien dengan peningkatan TIK memerlukan elevasi kepala tempat tidur 20-30 derajat dengan posisi leher netral dan midline untuk meningkatkan drainase vena jugularis, sambil memastikan pasien tidak hipovolemik karena dapat menurunkan tekanan perfusi serebral (CPP). 1, 2

Indikasi Monitoring TIK Invasif

  • Monitoring TIK harus dipertimbangkan pada pasien dengan Glasgow Coma Scale (GCS) ≤8, tanda klinis herniasi transtentorial, atau hidrosefalus signifikan 3
  • Kateter ventrikel (external ventricular drain) lebih dipilih dibanding monitor parenkim ketika aman dan praktis, karena memungkinkan monitoring TIK sekaligus drainase cairan serebrospinal (CSS) 3
  • Sebelum insersi alat monitoring, evaluasi status koagulasi pasien dan pertimbangkan transfusi trombosit untuk pasien dengan riwayat antiplatelet, serta reversal koagulopati untuk pasien yang menggunakan warfarin 4, 3

Terapi Medis Bertahap

Tier 1: Manajemen Dasar

  • Pertahankan CPP antara 60-70 mmHg; hindari CPP <60 mmHg yang berhubungan dengan iskemia serebral dan outcome buruk 1, 2
  • Pastikan oksigenasi adekuat dan hindari hipoksemia, hiperkarbia, dan hipertermia karena memperburuk TIK 2
  • Berikan analgesia dan sedasi untuk mencapai kondisi tenang dan tidak bergerak 5
  • Drainase CSS melalui kateter ventrikel untuk pasien dengan hidrosefalus 1, 3

Tier 2: Terapi Osmotik

Mannitol 0,5-1 g/kg IV diberikan secara cepat dalam 5-10 menit sebagai terapi osmotik lini pertama, dengan efek maksimal terjadi dalam 10-15 menit dan durasi 2-4 jam. 1, 6

  • Dosis untuk dewasa: 0,25-2 g/kg berat badan sebagai larutan 15-25% diberikan selama 30-60 menit 6
  • Dosis pediatrik: 1-2 g/kg berat badan atau 30-60 g/m² luas permukaan tubuh selama 30-60 menit 6
  • Pada pasien kecil atau lemah, dosis 500 mg/kg mungkin cukup 6
  • Monitor komplikasi seperti deplesi volume intravaskular, gagal ginjal, dan rebound intracranial hypertension dengan pemberian berulang 1
  • Salin hipertonik (3%) memberikan reduksi TIK yang cepat dan mungkin superior dibanding mannitol dalam beberapa kasus 2

Tier 3: Hiperventilasi Terkontrol

  • Hiperventilasi moderat (PaCO₂ 26-30 mmHg) dapat digunakan, tetapi hindari hiperventilasi profilaksis 2, 5
  • Hipokapnia berlebihan menyebabkan vasokonstriksi serebral dan dapat memperburuk iskemia 2
  • "Forced hyperventilation" (PaCO₂ <25 mmHg) hanya untuk TIK refrakter sebagai terapi tier kedua 7

Intervensi Bedah

  • Konsultasi bedah saraf wajib untuk lesi yang dapat dioperasi seperti evakuasi hematoma, reseksi tumor, atau drainase abses 2
  • Pemasangan external ventricular drain untuk hidrosefalus memberikan manfaat diagnostik dan terapeutik 2
  • Kraniektomi dekompresi dapat menyelamatkan nyawa untuk edema serebral maligna yang refrakter terhadap manajemen medis 2

Terapi Refrakter (Tier 4)

Jika TIK tetap tinggi setelah langkah-langkah di atas:

  • Koma barbiturat (pentobarbital dosis tinggi) 7, 5, 8
  • Hipotermia terapeutik (32-33°C) menunjukkan hasil menjanjikan 5, 9
  • Kraniektomi dekompresi bilateral emergensi sebagai upaya terakhir; jika dipertimbangkan, harus dilakukan tanpa penundaan 7

Pitfall Penting yang Harus Dihindari

  • JANGAN lakukan pungsi lumbal sebelum neuroimaging pada pasien dengan suspek peningkatan TIK karena dapat mempresipitasi herniasi 2
  • JANGAN gunakan kortikosteroid untuk manajemen TIK pada perdarahan intraserebral atau stroke iskemik karena tidak efektif dan berpotensi berbahaya 1, 2, 3
  • Hindari cairan hipotonik dan pemberian glukosa berlebihan yang dapat memperburuk edema serebral 2
  • Jangan tempatkan Mannitol 25% dalam kantong PVC karena dapat terbentuk presipitat flokulen putih 6

Target Monitoring

  • TIK >20-25 mmHg umumnya dianggap meningkat dan memerlukan terapi agresif 1, 9
  • TIK 20-40 mmHg berhubungan dengan risiko mortalitas 3,95 kali lebih tinggi 1
  • TIK >40 mmHg meningkatkan risiko mortalitas 6,9 kali dan hampir selalu berhubungan dengan gangguan kesadaran berat atau koma 1
  • Evaluasi reduksi tekanan CSS harus terlihat dalam 15 menit setelah memulai infusi mannitol 6

References

Guideline

Increased Intracranial Pressure Signs and Symptoms

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Elevated Intracranial Pressure Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guidelines for Catheter Management of Intracranial Pressure (ICP)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Prevention and treatment of intracranial hypertension.

Best practice & research. Clinical anaesthesiology, 2007

Research

Management of elevated intracranial pressure.

Clinical pharmacy, 1990

Research

Principles of intracranial pressure monitoring and treatment.

Handbook of clinical neurology, 2017

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.