Langkah Teknis Melakukan Motivational Interviewing untuk Hipertensi
Motivational interviewing harus dipertimbangkan untuk pasien dengan hipertensi di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat untuk membantu pasien mengontrol tekanan darah mereka dan meningkatkan kepatuhan pengobatan. 1
Prinsip Dasar Motivational Interviewing dalam Konteks Hipertensi
- Motivational interviewing adalah alat komunikasi yang efektif untuk membantu pasien hipertensi mencapai kontrol tekanan darah yang lebih baik dengan meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan modifikasi gaya hidup 1
- Pendekatan ini harus menjadi bagian dari diskusi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien tentang risiko kardiovaskular dan manfaat pengobatan 1
Langkah-Langkah Teknis Implementasi
1. Membangun Keterlibatan Pasien (Engagement)
- Mulai dengan diskusi terbuka tentang pemahaman pasien mengenai hipertensi dan risiko kardiovaskular mereka, menggunakan komunikasi web dokter-pasien sebagai alat efektif dalam perawatan primer 1
- Libatkan pasien dalam keputusan manajemen untuk meningkatkan kepatuhan, dengan fokus pada pemberdayaan pasien melalui pengukuran tekanan darah di rumah 1
2. Fokus pada Modifikasi Gaya Hidup Spesifik
- Pembatasan natrium: Tekankan pembatasan natrium hingga <2,3g/hari sebagai modifikasi gaya hidup paling berdampak pada hipertensi resisten, yang dapat memberikan penurunan tekanan darah tambahan 10-20 mmHg 2
- Aktivitas fisik: Diskusikan target olahraga aerobik intensitas sedang 150 menit per minggu, yang terbukti menurunkan tekanan darah secara efektif 2, 3
- Penurunan berat badan: Jika BMI >25, bahas strategi penurunan berat badan yang dapat memberikan penurunan tekanan darah tambahan 2
- Pembatasan alkohol: Diskusikan moderasi atau eliminasi konsumsi alkohol sebagai bagian dari manajemen komprehensif 4
3. Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan
- Gunakan motivational interviewing untuk mengatasi miskonsepsi tentang obat antihipertensi melalui edukasi dan reassurance 5
- Verifikasi kepatuhan pengobatan, karena non-adherence mempengaruhi 10-80% pasien hipertensi dan merupakan penyebab paling umum resistensi pengobatan yang tampak 2
- Diskusikan penggunaan kombinasi pil tunggal untuk mengurangi kompleksitas terapi farmakologis dan meningkatkan kepatuhan pasien 5
4. Implementasi Self-Monitoring
- Pengukuran tekanan darah di rumah: Rekomendasikan pengukuran tekanan darah di rumah yang dilakukan dengan benar untuk mencapai kontrol tekanan darah yang lebih baik, dengan target <135/85 mmHg 1
- Self-monitoring memiliki efek positif pada penerimaan diagnosis hipertensi, pemberdayaan pasien, dan kepatuhan terhadap pengobatan 1
- Pertimbangkan enhanced self-monitoring menggunakan perangkat yang dipasangkan dengan aplikasi smartphone, meskipun bukti menunjukkan ini mungkin tidak lebih efektif daripada self-monitoring standar 1
5. Pendekatan Multidisiplin dengan Task-Shifting
- Implementasikan pendekatan multidisiplin dalam manajemen pasien dengan tekanan darah tinggi dan hipertensi, termasuk task-shifting yang tepat dan aman dari dokter untuk meningkatkan kontrol tekanan darah 1
- Gunakan telemonitoring dan platform mobile health yang telah mendapat persetujuan regulasi sebagai alat yang semakin sering diadopsi dalam manajemen hipertensi 5
Target dan Monitoring
- Target tekanan darah adalah <140/90 mmHg minimum untuk sebagian besar pasien, idealnya <130/80 mmHg untuk pasien berisiko tinggi 1, 4
- Lakukan penilaian ulang dalam 2-4 minggu setelah setiap penyesuaian pengobatan, dengan tujuan mencapai target tekanan darah dalam 3 bulan 6
- Gunakan komunikasi web dokter-pasien untuk pelaporan pembacaan tekanan darah di rumah sebagai alat efektif dalam perawatan primer 1
Peringatan Penting
- Jangan asumsikan kegagalan pengobatan tanpa terlebih dahulu mengonfirmasi kepatuhan pengobatan dan menyingkirkan penyebab sekunder hipertensi 6
- Hindari menunda intensifikasi pengobatan pada pasien dengan hipertensi stage 2 (≥160/100 mmHg), karena ini dapat meningkatkan risiko kardiovaskular 6
- Pertimbangkan rujukan ke spesialis hipertensi jika terjadi intoleransi obat multipel atau kecurigaan hipertensi sekunder 2