Apakah Siringomielia Dapat Mengalami Perbaikan Kemudian Muncul Kembali Kelemahan?
Ya, siringomielia dapat mengalami perbaikan klinis setelah pengobatan namun kemudian mengalami kekambuhan kelemahan, bahkan setelah operasi yang awalnya berhasil. Perjalanan penyakit ini bersifat bertahap dan dapat mengalami deteriorasi berulang yang memerlukan intervensi bedah tambahan.
Perjalanan Alami Siringomielia
Siringomielia memiliki perjalanan klinis yang khas dengan deteriorasi neurologis bertahap yang berlangsung selama bertahun-tahun 1. Pola ini penting dipahami karena:
- Deteriorasi bertahap dan bertingkat adalah karakteristik alami penyakit ini, dengan periode stabil yang diselingi perburukan 1
- Periode tenang yang panjang dapat terjadi, dan sebagian pasien bahkan dapat mengalami perbaikan sementara sebelum memburuk kembali 1
- Stenosis berat yang berlangsung bertahun-tahun dapat menyebabkan demielinisasi substansia alba dan nekrosis substansia alba maupun grisea, yang dapat mengakibatkan defisit ireversibel 1
Kekambuhan Setelah Operasi
Kekambuhan gejala dan pembesaran kembali siringks setelah operasi adalah komplikasi yang diakui dan memerlukan reoperasi pada sebagian pasien:
- Pada siringomielia terkait malformasi Chiari, reoperasi untuk siringks persisten berpotensi bermanfaat jika siringks tidak membaik dalam 6-12 bulan setelah operasi awal 1
- Resolusi gejala dan resolusi siringks tidak berkorelasi langsung, artinya perbaikan klinis tidak menjamin hilangnya siringks secara permanen 1
- Banyak ahli bedah menunggu 6-12 bulan sebelum mempertimbangkan reoperasi untuk siringomielia persisten 1
Mekanisme Kekambuhan
Kekambuhan terjadi karena gangguan aliran cairan serebrospinal (CSS) yang tidak terkoreksi sempurna atau terjadi kembali:
- Mekanisme dasar semua jenis siringomielia adalah gangguan dinamika aliran CSS fisiologis 2
- Pada siringomielia terkait arachnoiditis, adhesi ruang subarachnoid dapat menyebabkan peningkatan cairan interstisial di medula spinalis 3
- Delapan dari 15 pasien (53%) dalam satu studi memerlukan operasi shunting tambahan antara 2 bulan hingga 12 tahun setelah operasi pertama 3
Faktor Risiko Kekambuhan
Beberapa faktor meningkatkan risiko kekambuhan:
- Arachnoiditis ekstensif longitudinal memiliki prognosis lebih buruk dan lebih sering mengalami kekambuhan 3
- Defisit neurologis berat sebelum operasi dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk 4
- Malfungsi shunt adalah komplikasi paling umum pada pasien yang menjalani shunting syringo-peritoneal, meskipun prosedur ini efektif 4
Strategi Manajemen Kekambuhan
Pendekatan bertahap harus digunakan untuk menangani kekambuhan:
Evaluasi Awal (6-12 Bulan Pasca-Operasi)
- Lakukan MRI untuk menilai ukuran siringks dan aliran CSS 1
- Evaluasi korelasi antara gejala klinis dan temuan radiologis 1
- Jangan terburu-buru melakukan reoperasi jika tidak ada deteriorasi klinis progresif 1
Indikasi Reoperasi
- Deteriorasi klinis progresif meskipun telah dilakukan operasi awal 1, 2
- Pembesaran siringks pada MRI follow-up yang disertai gejala 2
- Siringks persisten yang tidak membaik setelah 6-12 bulan observasi 1
Pilihan Bedah untuk Kekambuhan
- Dekompresi tambahan pada craniocervical junction jika aliran CSS masih terganggu 5
- Shunting fourth ventricle ke ruang subarachnoid spinal untuk siringks yang berkomunikasi dengan ventrikel IV 5
- Shunting syrinx-subarachnoid atau syringo-peritoneal sebagai prosedur lini kedua 3, 2
Peringatan Penting
Beberapa jebakan yang harus dihindari:
- Jangan menunda evaluasi gejala baru atau memburuk, karena dapat mengindikasikan kekambuhan atau komplikasi 1
- Jangan berasumsi tidak ada progresi hanya karena tidak ada gejala, karena siringks dapat membesar tanpa gejala 1
- Intervensi bedah dini sangat direkomendasikan sebelum terjadi defisit neurologis berat, karena defisit berat kurang responsif terhadap operasi 4, 2
- Periode stenosis berat yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan ireversibel pada medula spinalis 1
Prognosis Jangka Panjang
Hasil jangka panjang bervariasi tergantung etiologi dan keparahan:
- Sekitar 80% pasien dengan siringomielia idiopatik dan pasca-trauma mengalami perbaikan atau stabilisasi 4
- Sekitar 70% pasien dengan arachnoiditis mengalami perbaikan atau stabilisasi 4
- Perbaikan neurologis dicapai pada 60% pasien dengan siringomielia terkait arachnoiditis, dengan pengurangan ukuran siringks 3
- Lima pasien (33%) dalam satu studi menunjukkan deteriorasi bertahap meskipun telah dilakukan operasi 3
Kesimpulannya, kekambuhan kelemahan setelah perbaikan awal adalah kemungkinan nyata pada siringomielia yang memerlukan monitoring jangka panjang dan kesiapan untuk intervensi tambahan.