Does phytoestrogen (fitoestrogen) increase the risk of breast cancer or decrease it?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 26, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Fitoestrogen dan Risiko Kanker Payudara

Fitoestrogen kemungkinan besar tidak meningkatkan risiko kanker payudara pada tingkat konsumsi normal, dan bahkan mungkin memberikan efek protektif, terutama untuk tumor reseptor negatif, namun penderita kanker payudara dengan tumor ER-positif sebaiknya membatasi asupan fitoestrogen dalam jumlah tinggi atau suplemen konsentrat.

Mekanisme Kerja Fitoestrogen

Fitoestrogen memiliki struktur yang mirip dengan estrogen endogen (17β-estradiol), yang memungkinkan mereka berikatan dengan reseptor estrogen, namun dengan potensi yang jauh lebih lemah 1. Senyawa ini dapat memberikan efek estrogenik atau antiestrogenik tergantung pada konteks 1.

Poin penting tentang mekanisme:

  • Fitoestrogen dapat merangsang proliferasi sel epitel payudara pada wanita premenopause, yang merupakan prekursor potensial kanker 1
  • Namun, efek ini memerlukan konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan estrogen endogen untuk menghasilkan efek yang sebanding 1
  • Beberapa fitoestrogen dapat berikatan preferensial dengan reseptor estrogen beta (ERβ), yang justru dapat menurunkan proliferasi sel 1

Bukti dari Pedoman Klinis

Rekomendasi American Cancer Society (2002)

American Cancer Society menyatakan bahwa tidak ada bukti meyakinkan bahwa suplemen kedelai bermanfaat dalam mengurangi risiko kanker 2. Pedoman ini memberikan peringatan khusus:

  • Fitoestrogen dalam kedelai bersifat estrogenik lemah, dan efek dari makanan kedelai atau dosis spesifik terhadap risiko kanker tidak diketahui 2
  • Ada kemungkinan teoritis bahwa dosis tinggi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker yang responsif terhadap estrogen, seperti kanker payudara atau endometrium, pada individu tertentu 2
  • Penderita kanker payudara sebaiknya hanya mengonsumsi jumlah moderat makanan kedelai sebagai bagian dari diet berbasis tanaman yang sehat 2
  • Penderita kanker payudara tidak boleh sengaja mengonsumsi produk kedelai dalam jumlah sangat tinggi atau sumber kedelai yang lebih terkonsentrasi, seperti pil, bubuk, atau suplemen yang mengandung isoflavon terisolasi atau terkonsentrasi 2

Bukti dari Penelitian Epidemiologi

Studi pada Populasi Non-Asia

Penelitian pada 1.326 kasus dan 1.657 kontrol wanita Afrika-Amerika, Latina, dan Kulit Putih di AS menunjukkan bahwa asupan fitoestrogen tidak berhubungan dengan risiko kanker payudara (OR = 1.0,95% CI: 0.80-1.3 untuk kuartil tertinggi vs terendah) 3. Hasil ini konsisten untuk wanita pre- dan postmenopause, semua kelompok etnis, dan ketujuh senyawa fitoestrogenik yang diteliti 3.

Studi pada Populasi Asia Selatan

Penelitian pada 240 kasus kanker payudara wanita Asia Selatan di Inggris menunjukkan bukti moderat efek protektif 4:

  • Wanita di kuartil tertinggi asupan isoflavon memiliki sekitar setengah risiko kanker payudara dibanding kuartil terendah (OR 0.58,95% CI 0.33-1.00) 4
  • Asupan lignan total juga menunjukkan tren protektif (OR 0.66,95% CI 0.41-1.07 untuk kuartil tertinggi) 4

Efek Berdasarkan Status Reseptor

Studi kohort prospektif pada 45.448 wanita Swedia dengan 1.014 kasus kanker payudara invasif menemukan pola penting 5:

  • Asupan lignan atau isoflavonoid tidak berhubungan dengan risiko kanker payudara secara keseluruhan 5
  • Asupan coumestrol (jenis fitoestrogen) berhubungan dengan penurunan risiko tumor reseptor negatif (ER-PR-) hingga 50%, tetapi tidak pada tumor reseptor positif 5

Pertimbangan Khusus untuk Penderita Kanker Payudara

Tumor ER-Positif

Wanita dengan tumor ER-positif sebaiknya tidak meningkatkan asupan fitoestrogen mereka 6. Alasannya:

  • Genistein (isoflavon paling umum dalam kedelai) dapat merangsang pertumbuhan kanker payudara ER-positif pada tingkat rendah 6
  • Genistein dapat mengganggu aktivitas antitumor tamoxifen 6

Tumor ER-Negatif

Beberapa studi menunjukkan efek inhibitori pada pertumbuhan sel kanker payudara ER-negatif 6. Mungkin aman bagi wanita dengan tumor ER-negatif untuk mengonsumsi kedelai dan mungkin fitoestrogen lainnya, namun jumlah dan sumber optimal belum jelas 6.

Algoritma Rekomendasi Praktis

Untuk pencegahan primer (wanita sehat):

  • Konsumsi makanan kedelai dalam jumlah moderat sebagai bagian dari diet seimbang dapat diterima 2
  • Hindari suplemen fitoestrogen konsentrat karena tidak ada bukti manfaat dan ada potensi risiko 2
  • Asupan setara kurang dari satu porsi tahu per minggu (tingkat konsumsi rata-rata wanita non-Asia AS) tampaknya tidak mempengaruhi risiko 3

Untuk penderita kanker payudara:

  • Tumor ER-positif: Batasi konsumsi kedelai pada jumlah moderat, hindari suplemen atau produk konsentrat 2, 6
  • Tumor ER-negatif: Konsumsi kedelai moderat mungkin aman, bahkan berpotensi protektif 6, 5
  • Semua penderita: Jangan mengonsumsi pil, bubuk, atau suplemen isoflavon 2

Peringatan Penting

Paradoks fitoestrogen tetap ada: negara dengan konsumsi fitoestrogen tertinggi memiliki insiden dan angka kematian kanker payudara terendah, namun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami 7. Paparan fitoestrogen di awal kehidupan mungkin kritis untuk pencegahan kanker payudara 7.

Kesimpulan praktis: Konsumsi makanan kedelai tradisional dalam jumlah moderat tampaknya aman dan mungkin protektif, tetapi suplemen konsentrat harus dihindari, terutama pada penderita kanker payudara ER-positif atau mereka yang menggunakan tamoxifen 2, 6.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.