Sindrom Weber
Sindrom Weber adalah stroke batang otak yang jarang terjadi, ditandai dengan kelumpuhan saraf okulomotor ipsilateral (ptosis dan gangguan gerakan mata) dan hemiparesis kontralateral, yang disebabkan oleh infark mesensefalon akibat oklusi cabang paramedian arteri serebri posterior atau cabang perforantes bifurkasi basilar. 1
Patofisiologi dan Lokasi Lesi
Sindrom ini terjadi akibat kerusakan pada mesensefalon (otak tengah) yang melibatkan:
- Saraf kranial III (okulomotor) pada sisi yang sama dengan lesi, menyebabkan ptosis kelopak mata, midriasis, dan gangguan gerakan mata (terutama palsi gaze medial) 1
- Traktus kortikospinal yang menyebabkan kelemahan anggota gerak kontralateral (hemiparesis crossing) 1
Etiologi paling umum adalah infark mesensefalon akibat oklusi cabang paramedian arteri serebri posterior atau cabang perforantes dari bifurkasi basilar 1
Presentasi Klinis
Pasien biasanya datang dengan kombinasi gejala berikut:
- Ptosis dan gangguan gerakan mata ipsilateral (terutama ketidakmampuan adduksi mata) 1
- Hemiparesis kontralateral yang melibatkan wajah, lengan, dan tungkai 1
- Disfungsi kognitif dapat menyertai pada beberapa kasus 1
Pemeriksaan fisik menunjukkan pola "crossing hemiplegia" yang khas - defisit saraf kranial pada satu sisi dan kelemahan motorik pada sisi berlawanan 1
Diagnosis
MRI difusi adalah modalitas pilihannya, yang akan menunjukkan restriksi difusi di mesensefalon pada sisi yang sesuai dengan kelumpuhan saraf okulomotor 1
Evaluasi harus mencakup:
- Pencitraan otak dengan MRI difusi untuk mengidentifikasi infark akut di mesensefalon 1
- Pemeriksaan neurologis lengkap untuk mengkonfirmasi pola crossing hemiplegia 1
- Evaluasi faktor risiko stroke (hipertensi, diabetes, dislipidemia, fibrilasi atrium) 1
Manajemen
Terapi antiplatelet (aspirin atau klopidogrel) merupakan terapi utama, dikombinasikan dengan kontrol ketat faktor risiko vaskular, terutama hipertensi. 1
Pendekatan terapi meliputi:
- Antiplatelet untuk pencegahan stroke sekunder 1
- Piracetam dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan 1
- Kontrol tekanan darah yang ketat sangat penting, terutama pada pasien hipertensi 1
- Rehabilitasi fisik dan okupasi untuk mengatasi hemiparesis 1
Prognosis
Sindrom Weber memiliki prognosis yang baik jika ditangani secara dini dengan kontrol ketat faktor risiko. 1
Perbaikan klinis yang signifikan dapat terjadi dalam 3 minggu dengan terapi medis yang tepat dan kontrol faktor risiko 1. Meskipun merupakan stroke batang otak, prognosis lebih baik dibandingkan stroke batang otak lainnya jika terapi dimulai segera 1
Catatan Penting
Jangan mengacaukan Sindrom Weber (stroke mesensefalon) dengan Sindrom Sturge-Weber, yang merupakan kelainan neurokutaneus kongenital yang sama sekali berbeda dengan angioma leptomeningeal, port-wine stain wajah, dan epilepsi 2. Sindrom Weber adalah kondisi vaskular akut yang memerlukan manajemen stroke segera, bukan kelainan kongenital.