Perbedaan Gagal Napas dan Impending Gagal Napas
Gagal napas adalah kondisi di mana sistem pernapasan sudah tidak mampu mempertahankan pertukaran gas yang adekuat, sedangkan impending gagal napas adalah kondisi kritis di mana pasien menunjukkan tanda-tanda akan mengalami gagal napas dalam waktu dekat dan memerlukan intervensi segera untuk mencegah dekompensasi total. 1
Definisi Gagal Napas
Gagal napas merupakan gangguan berat pada pertukaran gas paru yang mengakibatkan:
- Hipoksemia (PaO2 <60 mmHg atau saturasi oksigen <90%) dan/atau **hiperkapnia** (PaCO2 >50 mmHg dengan asidosis respiratorik) 2, 3
- Ketidakmampuan sistem pernapasan untuk mempertahankan oksigenasi atau eliminasi CO2 yang sesuai dengan kebutuhan tubuh 4, 5
- Kegagalan fungsi paru (lung failure) yang menyebabkan hipoksemia, atau kegagalan pompa pernapasan (pump failure) yang menyebabkan hiperkapnia 2, 4
Klasifikasi Gagal Napas
- Tipe I (Hipoksemik): Ditandai dengan hipoksemia tanpa hiperkapnia atau dengan hipokapnia, biasanya akibat gangguan V/Q mismatch atau shunt intrapulmoner 3
- Tipe II (Hiperkapnik): Ditandai dengan hiperkapnia dan biasanya juga hipoksemia, akibat hipoventilasi alveolar atau kegagalan pompa pernapasan 3, 4
Definisi dan Tanda Impending Gagal Napas
Impending gagal napas adalah kondisi kritis yang menunjukkan pasien berada di ambang dekompensasi respiratorik dan memerlukan intervensi segera. Tanda-tanda klinisnya meliputi:
Tanda Klinis Utama
- Ketidakmampuan berbicara dalam kalimat lengkap - indikator distres respiratorik berat 1
- Perubahan status mental atau mengantuk - tanda kritis yang memerlukan intervensi segera 1
- Retraksi interkostal yang memburuk - menunjukkan peningkatan work of breathing yang signifikan 1
- Kelelahan progresif - mengindikasikan kegagalan otot pernapasan yang akan terjadi 1
- Dispnea saat istirahat atau berbicara, termasuk ketidakmampuan menghitung sampai 15 dalam satu napas 1
Parameter Objektif
- PaCO2 ≥42 mmHg - cut-off kritis untuk impending gagal napas 1
- Takipnea berat dengan laju napas >25 kali/menit pada dewasa atau ≥70 kali/menit pada bayi 2-11 bulan 1
- Saturasi oksigen <90% pada pulse oximetry menunjukkan gangguan pertukaran gas yang signifikan 6, 1
- Rasio PaO2/FiO2 <300 mengindikasikan hipoksemia berat 1
- Kapasitas vital <15-20 ml/kg atau <1 liter merupakan indikator risiko tinggi untuk gagal napas yang memerlukan ventilasi mekanik 1
Tanda Spesifik pada Anak
- Grunting (merintih) adalah tanda penyakit berat dan impending gagal napas pada anak 6
- Retraksi (suprasternal, subkostal, atau interkostal), napas cuping hidung, dan penggunaan otot aksesori 6, 7
- Apnea berulang pada bayi 6
Perbedaan Kunci dalam Praktik Klinis
Timing dan Reversibilitas
- Impending gagal napas: Masih ada window of opportunity untuk intervensi non-invasif (oksigen, NIV) untuk mencegah intubasi 1
- Gagal napas: Sudah terjadi dekompensasi, sering memerlukan ventilasi mekanik 2, 8
Pendekatan Manajemen
Pada Impending Gagal Napas:
- Monitoring ketat dan kontinyu dengan pulse oximetry 6, 1
- Intervensi dini dengan oksigen suplementasi atau NIV 6
- Jangan tunda intubasi jika sudah dianggap perlu, karena gagal napas dapat berkembang dengan cepat 1
- Transfer ke ICU jika memerlukan FiO2 ≥0.50 untuk mempertahankan saturasi >92% 6
Pada Gagal Napas:
- Sering memerlukan ventilasi mekanik invasif 2, 8
- Fokus pada koreksi hipoksemia dan/atau hiperkapnia 3, 5
- Manajemen komplikasi seperti barotrauma dan infeksi 2
Peringatan Penting
- Hipoventilasi dapat berkembang dengan cepat dan sulit untuk dibalik, sehingga pengenalan dini dan pengobatan sangat krusial 1
- Laju napas harus dihitung selama satu menit penuh, karena penilaian singkat tidak cukup untuk evaluasi keparahan yang akurat 1
- Pada lansia dengan pneumonia, hipoksemia dengan saturasi oksigen <90% adalah prediktor kuat impending gagal napas yang memerlukan perawatan ICU 6
- Kematian pada gagal napas akut terutama disebabkan oleh kegagalan multiorgan daripada gagal napas itu sendiri, dengan jumlah organ yang gagal menjadi indikator prognostik terpenting 6, 9