Teknik Operasi Appendisektomi
Appendisektomi laparoskopi dengan teknik tiga port konvensional adalah teknik yang direkomendasikan untuk apendisitis akut baik yang tidak terkomplikasi maupun terkomplikasi, karena memberikan hasil superior dalam hal nyeri pasca operasi, infeksi luka operasi, dan waktu pemulihan. 1
Pendekatan Bedah yang Direkomendasikan
Laparoskopi vs Terbuka
- Appendisektomi laparoskopi harus dipilih sebagai pendekatan utama dibandingkan appendisektomi terbuka untuk dewasa dan anak-anak ketika peralatan dan keahlian tersedia 1
- Keuntungan laparoskopi meliputi: nyeri lebih sedikit, insiden infeksi luka operasi lebih rendah, lama rawat inap lebih pendek, kembali bekerja lebih cepat, dan kualitas hidup lebih baik 1
- Pendekatan laparoskopi sangat bermanfaat untuk pasien obesitas, pasien lanjut usia, pasien dengan komorbiditas, dan pasien hamil 1
Teknik Laparoskopi: Tiga Port vs Single Incision
- Teknik laparoskopi tiga port konvensional lebih direkomendasikan dibandingkan single-incision laparoscopic appendectomy (SILA) 1
- Teknik tiga port memiliki waktu operasi lebih pendek, nyeri pasca operasi lebih sedikit, dan insiden infeksi luka lebih rendah 1
- Pada pasien anak dengan anatomi yang menguntungkan, single incision/transumbilical extracorporeal laparoscopic-assisted technique dapat dipertimbangkan berdasarkan keahlian lokal 1
Detail Teknik Intraoperatif
Diseksi Mesoappendiks
- Gunakan elektrokauter monopolar atau energi bipolar untuk diseksi mesoappendiks karena paling cost-effective 1, 2
- Tidak ada perbedaan klinis dalam outcome, lama rawat, atau komplikasi antara berbagai teknik diseksi mesoappendiks 1
- Perangkat energi lain dapat digunakan berdasarkan penilaian intraoperatif ahli bedah dan ketersediaan sumber daya 1
Penutupan Stump Appendiks
- Gunakan endoloop/ligasi jahitan atau polymeric clips untuk penutupan stump pada apendisitis tidak terkomplikasi maupun terkomplikasi 1, 2
- Tidak ada keuntungan klinis penggunaan endostapler dibandingkan endoloop untuk penutupan stump pada dewasa dan anak 1
- Polymeric clips adalah metode paling murah dan termudah dengan waktu operasi lebih pendek untuk apendisitis tidak terkomplikasi 1
- Endostapler dapat digunakan pada kasus terkomplikasi berdasarkan penilaian intraoperatif ahli bedah 1
- Ligasi sederhana lebih disukai daripada inversi stump pada appendisektomi terbuka maupun laparoskopi 2
Manajemen Koleksi Intra-abdomen
- Lakukan suction saja tanpa irigasi peritoneal pada pasien apendisitis terkomplikasi dengan koleksi intra-abdomen yang menjalani appendisektomi laparoskopi 1, 2
- Irigasi peritoneal tidak memberikan keuntungan dibandingkan suction saja dan tidak mencegah perkembangan abses intra-abdomen atau infeksi luka 1
Drainase Abdomen
- Drain abdomen tidak direkomendasikan setelah appendisektomi untuk apendisitis terkomplikasi pada dewasa maupun anak 2, 3
Timing Operasi
- Appendisektomi harus dilakukan dalam 24 jam setelah masuk rumah sakit untuk meminimalkan komplikasi 1, 2
- Menunda appendisektomi lebih dari 24 jam dari admisi meningkatkan risiko outcome buruk 1
- Pada apendisitis terkomplikasi anak, appendisektomi dini dalam 8 jam harus dilakukan 1, 4
Pertimbangan Khusus
Appendiks yang Tampak Normal
- Appendiks yang tampak normal harus tetap diangkat saat operasi pada pasien simptomatik ketika tidak ditemukan patologi lain 2, 3
- Penilaian makroskopik apendisitis dini sering tidak akurat 2, 3
Setting Rawat Jalan
- Appendisektomi laparoskopi rawat jalan dapat dipertimbangkan untuk apendisitis tidak terkomplikasi ketika setting ambulatori dengan protokol ERAS yang jelas tersedia 1, 2
Peringatan Penting
- Jangan menunda operasi lebih dari 24 jam karena meningkatkan risiko komplikasi 1, 2
- Selalu lakukan pemeriksaan histopatologi rutin appendiks untuk mengidentifikasi temuan yang tidak terduga 2, 3
- Pada pasien ≥40 tahun dengan apendisitis terkomplikasi, lakukan kolonoskopi dan CT scan kontras follow-up karena insiden neoplasma appendiks lebih tinggi (3-17%) 3