Does diethylpropion (amphetamine derivative) enhance sexual stimulation?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diethylpropion Tidak Meningkatkan Stimulasi Seksual

Diethylpropion tidak menyebabkan peningkatan stimulasi seksual dan tidak memiliki indikasi atau bukti untuk tujuan ini. Obat ini adalah supresan nafsu makan turunan amfetamin yang disetujui FDA hanya untuk pengobatan obesitas jangka pendek sebagai terapi tambahan dengan pembatasan kalori dan peningkatan aktivitas fisik 1.

Mekanisme Kerja dan Efek Farmakologis

  • Diethylpropion bekerja terutama melalui metabolit aktifnya (2-ethylamino-1-phenyl-propan-1-one) yang bertindak sebagai substrat pada transporter norepinefrin (IC50 = 99 nM) dan serotonin (IC50 = 2118 nM), serta sebagai inhibitor uptake pada transporter dopamin (IC50 = 1014 nM) 2.

  • Obat ini adalah simpatomimetik amin yang telah dimodifikasi secara kimia untuk mengurangi potensi stimulasi sistem saraf pusat dan peningkatan tekanan darah, bukan untuk meningkatkannya 1.

Efek Samping yang Dilaporkan

Efek samping yang umum dilaporkan dari diethylpropion tidak termasuk peningkatan fungsi seksual, melainkan 1:

  • Konstipasi
  • Mulut kering
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Iritabilitas

Risiko dan Kekhawatiran Keamanan

  • Diethylpropion diklasifikasikan sebagai zat terkontrol jadwal IV karena kekhawatiran penyalahgunaan dan ketergantungan 1.

  • Terdapat laporan kasus psikosis (termasuk psikosis paranoid dan manik) pada pasien yang menggunakan diethylpropion 3.

  • Obat ini dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan perilaku yang signifikan, termasuk kekhawatiran tentang sifat stimulan, kardiotoksisitas, dan potensi penyalahgunaan 1, 4.

Kontras dengan Obat untuk Disfungsi Seksual

Untuk konteks perbandingan, obat yang benar-benar diindikasikan untuk meningkatkan fungsi seksual memiliki mekanisme yang sangat berbeda:

  • Untuk pria dengan disfungsi ereksi: Inhibitor PDE5 seperti sildenafil, tadalafil, dan avanafil direkomendasikan sebagai terapi lini pertama 5, 6, 7.

  • Untuk wanita premenopause dengan gangguan hasrat seksual hipoaktif: Flibanserin adalah satu-satunya obat yang disetujui FDA, meskipun dengan efektivitas terbatas (sekitar 1 kejadian seksual yang memuaskan tambahan setiap 2 bulan) 1.

Peringatan Klinis Penting

  • Jangan meresepkan diethylpropion untuk tujuan peningkatan seksual - tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan ini dan dapat membahayakan pasien 1.

  • Diethylpropion tidak boleh digunakan pada pasien dengan hipertiroidisme yang tidak diobati karena kekhawatiran aritmia dan kejang 1.

  • Obat ini hanya disetujui untuk penggunaan jangka pendek (3-12 minggu), meskipun banyak dokter menggunakannya off-label lebih lama 1.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Diethylpropion and psychosis.

Clinical neuropharmacology, 1988

Guideline

Guidelines for Initiating Sildenafil Therapy in Patients with Erectile Dysfunction

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Avanafil Treatment Guidelines for Erectile Dysfunction

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

PDE5 Inhibitors in HIV Patients with Erectile Dysfunction

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.