Konsumsi Obat Bersamaan dengan Diet Kedelai (Tahu, Tempe, Susu Kedelai, Kacang)
Secara umum, mengonsumsi obat bersamaan dengan diet kaya kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai aman untuk kebanyakan orang, KECUALI jika Anda sedang mengonsumsi tamoxifen untuk kanker payudara atau obat-obatan tertentu lainnya yang dapat berinteraksi dengan kedelai.
Kapan Kedelai Aman Dikonsumsi dengan Obat
Untuk Populasi Umum
- Konsumsi kedelai dalam jumlah moderat (makanan sehari-hari seperti tahu, tempe, susu kedelai) umumnya aman dan bahkan bermanfaat untuk kesehatan jantung 1.
- American Heart Association merekomendasikan konsumsi protein kedelai sebagai alternatif yang baik untuk protein hewani, terutama untuk orang dengan kolesterol tinggi 1.
- Kedelai mengandung isoflavon yang memiliki aktivitas estrogenik lemah, tetapi dalam jumlah makanan normal tidak menimbulkan masalah 1.
Jumlah yang Direkomendasikan
- FDA menyetujui klaim kesehatan untuk makanan yang mengandung minimal 6,25 gram protein kedelai per porsi, dengan asumsi 4 porsi per hari (total 25 gram protein kedelai) 1.
- Ini setara dengan konsumsi normal tahu, tempe, atau susu kedelai dalam diet sehari-hari 1.
Peringatan Penting: Kapan Harus Berhati-hati
Pasien Kanker Payudara
Ini adalah interaksi paling penting yang harus diwaspadai:
- Jika Anda mengonsumsi tamoxifen (obat anti-estrogen untuk kanker payudara ER+), kedelai dapat bertindak sebagai inhibitor antagonis terhadap enzim sitokrom P450 (CYP1A2 dan CYP2C9), yang dapat mempengaruhi efektivitas obat 1.
- Beberapa penelitian menunjukkan kedelai dapat mempromosikan pertumbuhan tumor ER+ 1.
- Rekomendasi: Pasien kanker payudara harus hanya mengonsumsi kedelai dalam jumlah moderat sebagai bagian dari diet berbasis tanaman yang sehat 1.
- HINDARI konsumsi kedelai dalam jumlah sangat tinggi atau suplemen kedelai terkonsentrasi (pil, bubuk, atau suplemen yang mengandung isoflavon terisolasi) 1.
Risiko Kanker Terkait Hormon Lainnya
- Ada kemungkinan teoritis bahwa dosis tinggi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker responsif estrogen seperti kanker endometrium pada individu tertentu 1.
- Sekali lagi, ini terutama berlaku untuk suplemen kedelai dosis tinggi, bukan makanan kedelai biasa 1.
Interaksi Obat-Makanan Lainnya yang Perlu Diperhatikan
Prinsip Umum Interaksi
- Interaksi obat-makanan harus dicurigai ketika pasien mengonsumsi obat sesuai petunjuk dengan dosis optimal, namun terapi masih tidak optimal (efek samping meningkat, efikasi menurun, atau efek samping baru muncul) 2.
- Sekitar 15% orang dewasa yang lebih tua berisiko mengalami interaksi obat-obat atau obat-suplemen yang signifikan 3.
Obat yang Paling Sering Berinteraksi
Empat kelas obat yang paling umum berpotensi berinteraksi dengan suplemen makanan 4:
- Obat antitrombotik (pengencer darah)
- Obat penenang
- Antidepresan
- Obat antidiabetes
Suplemen yang Paling Sering Berinteraksi
Lima produk alami yang paling umum berpotensi berinteraksi 4:
- Bawang putih
- Valerian
- Kava
- Ginkgo
- St. John's wort
Rekomendasi Praktis
Yang Harus Dilakukan
- Konsumsi kedelai dalam bentuk makanan utuh (tahu, tempe, susu kedelai, edamame) dalam jumlah normal adalah aman untuk kebanyakan orang 1.
- Informasikan dokter Anda tentang semua suplemen dan makanan yang Anda konsumsi secara teratur, karena kebanyakan pasien tidak mengungkapkan penggunaan suplemen kepada dokter 5.
- Jaga konsistensi dalam pola makan Anda jika mengonsumsi obat dengan rentang terapeutik sempit 6.
Yang Harus Dihindari
- Hindari suplemen kedelai terkonsentrasi (pil, bubuk, isoflavon terisolasi), terutama jika Anda memiliki riwayat kanker payudara atau sedang mengonsumsi tamoxifen 1.
- Jangan mengonsumsi kedelai dalam jumlah sangat tinggi jika Anda memiliki kondisi terkait hormon 1.
Kesimpulan Klinis
Untuk menjawab pertanyaan Anda secara langsung: Ya, Anda boleh minum obat sambil makan tahu, tempe, dan susu kedelai dalam jumlah normal sebagai bagian dari diet sehat, KECUALI Anda sedang menjalani pengobatan kanker payudara dengan tamoxifen atau memiliki kondisi khusus lainnya. Dalam kasus tersebut, batasi konsumsi kedelai pada jumlah moderat dan hindari suplemen kedelai terkonsentrasi 1.