Risiko Disfungsi Ereksi Setelah TURP
Berdasarkan pedoman American Urological Association, risiko disfungsi ereksi setelah TURP adalah sekitar 10% (7-13%), yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan komplikasi ejakulasi retrograde yang mencapai 65%. 1
Angka Kejadian Berdasarkan Bukti Terkini
Pedoman AUA 2003 melaporkan tingkat disfungsi ereksi pasca-TURP sebesar 10% dengan rentang kepercayaan 7-13%, berdasarkan analisis randomized controlled trials dengan kontrol TURP 1
Praxis Medical Insights mengkonfirmasi bahwa disfungsi ereksi mempengaruhi sekitar 10% pasien setelah TURP, menjadikannya komplikasi yang relatif jarang dibandingkan dengan disfungsi ejakulasi 2
Perbandingan dengan Komplikasi Seksual Lainnya
Ejakulasi retrograde adalah komplikasi seksual yang paling umum, terjadi pada 65% (56-72%) pasien, yang secara signifikan lebih tinggi daripada disfungsi ereksi 1
Transurethral incision of the prostate (TUIP) menunjukkan tingkat ejakulasi retrograde yang lebih rendah (18% vs 65% dengan TURP), tetapi data spesifik untuk disfungsi ereksi dengan TUIP tidak tersedia dalam pedoman 2
Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Disfungsi Ereksi
Beberapa studi penelitian mengidentifikasi faktor risiko spesifik yang meningkatkan risiko disfungsi ereksi pasca-TURP:
Diabetes mellitus adalah faktor risiko independen yang paling signifikan untuk perkembangan disfungsi ereksi setelah TURP 3, 4, 5
Perforasi kapsul intraoperatif dikaitkan dengan peningkatan risiko disfungsi ereksi pasca-operasi 4, 5
Pasien dengan fungsi ereksi yang lebih rendah sebelum operasi (skor IIEF-5 lebih rendah) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi pasca-operasi 3
Presentasi dengan retensi urin akut dan perdarahan primer yang profus juga merupakan faktor risiko 6
Variasi dalam Literatur Penelitian
Meskipun pedoman AUA menetapkan angka 10%, studi penelitian individual menunjukkan variasi:
Satu studi dengan 63 pasien melaporkan insiden 14% menggunakan parameter objektif (Rigiscan) 3
Studi yang lebih besar dengan 459 pasien melaporkan insiden disfungsi ereksi baru sebesar 12% pada follow-up 6 bulan 4
Studi retrospektif dengan 264 pasien melaporkan bahwa hanya 5,8% pasien dengan fungsi ereksi baik sebelum TURP mengalami perburukan setelah prosedur 7
Studi lain melaporkan tingkat kegagalan ereksi total sebesar 4,8% 6
Peringatan Penting untuk Konseling Pasien
Pasien harus diberitahu bahwa TURP adalah prosedur yang relatif aman terhadap fungsi ereksi, dengan risiko sekitar 10%, terutama jika tidak ada faktor risiko seperti diabetes atau perforasi kapsul 1, 3
Ejakulasi retrograde (65%) adalah komplikasi seksual yang jauh lebih umum dan harus menjadi fokus utama dalam konseling pra-operasi 1, 2
Aspek psikologis dapat memainkan peran penting dalam penurunan aktivitas seksual pasca-operasi, terutama terkait dengan penurunan libido 7
Pasien yang menjalani TURP setelah radioterapi harus diberitahu tentang tingkat inkontinensia yang tinggi, meskipun ini tidak secara langsung terkait dengan disfungsi ereksi 1