What is the incidence of erectile dysfunction after Rezum (Minimally Invasive Surgical Procedure) treatment for patients with Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 8, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Angka Kejadian Disfungsi Ereksi Pasca Rezum untuk BPH

Berdasarkan bukti terkini, angka kejadian disfungsi ereksi de novo (baru) setelah tindakan Rezum untuk BPH adalah 0%, dengan preservasi fungsi ereksi yang sangat baik bahkan pada pasien dengan disfungsi ereksi baseline. 1, 2

Bukti Klinis Terkuat

Studi real-world terbaru tahun 2024 dengan follow-up 4 tahun menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan 1:

  • Tidak ada kasus disfungsi ereksi de novo pada pasien tanpa disfungsi ereksi baseline selama 48 bulan follow-up 1
  • Pada pasien tanpa disfungsi ereksi baseline, fungsi ereksi tetap terjaga dengan peningkatan signifikan 5% pada skor IIEF-EF di bulan ke-12 1
  • Pada pasien dengan disfungsi ereksi baseline, terjadi perbaikan fungsi ereksi sebesar 30% pada bulan ke-48 (p=0.01) 1

Perjalanan Fungsi Seksual Pasca Rezum

Pasien Tanpa Disfungsi Ereksi Baseline

  • 6 bulan: Tidak ada perubahan signifikan pada semua domain IIEF 1
  • 12 bulan: Peningkatan fungsi ereksi 5% (p=0.04) 1
  • 48 bulan: Fungsi ereksi tetap stabil tanpa penurunan 1

Pasien Dengan Disfungsi Ereksi Baseline

  • 6 bulan: Tidak ada perubahan signifikan 1
  • 12 bulan: Penurunan sementara pada fungsi orgasme (-25%), hasrat seksual (-22.2%), dan kepuasan keseluruhan (-33.3%) 1
  • 48 bulan: Perbaikan signifikan pada fungsi ereksi (+30%), hasrat seksual (+22.5%), kepuasan intercourse (+20%), dan kepuasan keseluruhan (+58.3%) 1

Perbandingan dengan Prosedur BPH Lainnya

Rezum menunjukkan profil preservasi fungsi seksual yang superior dibandingkan prosedur standar 3, 4:

  • TURP: Disfungsi ereksi 10-13% 3
  • Holmium Laser: Disfungsi ereksi 3-12% 3
  • Laser Vaporization: Disfungsi ereksi 7-11% 3
  • Rezum: Disfungsi ereksi de novo 0% 1, 2

Rekomendasi Klinis Berdasarkan Guideline

American Urological Association merekomendasikan water vapor thermal therapy (Rezum) untuk pasien yang menginginkan preservasi fungsi ereksi dan ejakulasi 3:

  • Rezum dapat ditawarkan untuk pasien dengan volume prostat <80g 3
  • Khususnya direkomendasikan untuk pasien yang memprioritaskan preservasi fungsi seksual 3, 5
  • Tidak ada perubahan signifikan pada skor IIEF-EF atau fungsi ejakulasi dibandingkan baseline 3

Caveat Penting untuk Praktik Klinis

Penurunan fungsi seksual sementara pada bulan ke-12: Pasien dengan disfungsi ereksi baseline perlu dikonseling bahwa mereka mungkin mengalami penurunan sementara fungsi orgasme, hasrat seksual, dan kepuasan di bulan ke-12, namun ini akan membaik signifikan pada follow-up jangka panjang 1

Faktor risiko yang perlu diperhatikan: Riwayat diabetes lebih prevalent pada kohort dengan disfungsi ereksi (35% vs 15.7%, p=0.048), yang dapat mempengaruhi outcome 1

Data Agregat dari Systematic Review

Review literatur tahun 2021 yang menganalisis 1,451 pasien menunjukkan 2:

  • Skor IIEF-5 preoperatif rata-rata: 18.5
  • Skor IIEF-5 pada 3 bulan pasca-operasi: 16.4
  • Penurunan minimal ini tidak mencapai signifikansi klinis dan fungsi seksual tetap terjaga 2

Kesimpulan praktis: Rezum memiliki profil keamanan fungsi ereksi yang sangat baik dengan angka kejadian disfungsi ereksi de novo 0%, menjadikannya pilihan ideal untuk pasien BPH yang memprioritaskan preservasi fungsi seksual.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Minimizing Sexual Dysfunction in BPH Surgery.

Current sexual health reports, 2019

Guideline

Prostatic Urethral Lift for Benign Prostatic Hyperplasia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.