Mekanisme Elevasi Tulang Rusuk Saat Inspirasi
Semua 12 pasang tulang rusuk (ribs 1-12) mengalami elevasi atau pengangkatan selama inspirasi normal, meskipun dengan derajat yang berbeda-beda tergantung pada volume paru dan aktivitas otot-otot respirasi.
Mekanisme Dasar Elevasi Tulang Rusuk
Pada orang dewasa, volume rongga dada dapat ditingkatkan dengan mengangkat tulang rusuk ke atas dan ke luar 1. Proses ini melibatkan:
- Otot parasternal intercostal memainkan peran predominan selama pernapasan tenang, baik pada manusia maupun anjing yang dianestesi, bekerja sama dengan otot scalene untuk mengekspansi rongga dada bagian atas 2
- Otot external intercostal memiliki aktivitas minimal saat pernapasan tenang, tetapi meningkat seiring peningkatan ventilasi dan dapat direkrut sebagai sistem cadangan ketika ekspansi rongga dada yang diinginkan meningkat 2
- Elevasi tulang rusuk bergantung pada resistensi relatif tulang rusuk atas terhadap perpindahan kaudal dibandingkan dengan resistensi tulang rusuk bawah terhadap perpindahan sefalad 3
Variasi Berdasarkan Volume Paru
Penting untuk dipahami bahwa aksi otot intercostal sangat bergantung pada volume rongga dada:
- Pada volume rongga dada end-ekspirasi, baik otot external maupun internal interosseous intercostal memiliki aksi net mengangkat tulang rusuk 3
- Aksi pengangkatan ini meningkat saat volume rongga dada menurun 3
- Namun, pada volume rongga dada yang tinggi, kedua otot intercostal justru menurunkan tulang rusuk 3
Klasifikasi dan Pola Gerakan Tulang Rusuk
Tulang rusuk diklasifikasikan berdasarkan attachment anterior mereka 4:
- Ribs 1-7 (true ribs): Kartilago kostalis mereka berartikulasi langsung dengan manubrium dan sternum 4
- Ribs 8-10 (false ribs): Kartilago kostalis mereka terhubung ke kartilago rusuk di atasnya, membentuk costal margin yang kompleks 4
- Ribs 11-12 (floating ribs): Memiliki kapsul kartilago rudimenter dan tidak terhubung ke sternum sama sekali 4
Pertimbangan Khusus pada Anak
Pada bayi, mekanisme elevasi tulang rusuk berbeda secara signifikan:
- Saat lahir, tulang rusuk memanjang hampir tegak lurus dari kolumna vertebralis, menghasilkan rongga dada yang lebih sirkular 1
- Tulang rusuk sudah dalam posisi terangkat, sehingga gerakan rongga dada selama pernapasan ruangan udara berkontribusi sedikit terhadap volume tidal 1
- Orientasi tulang rusuk tidak berubah substansial sampai bayi mengambil postur tegak, dengan perubahan progresif terjadi antara usia 1-2 tahun 1
- Pada anak di bawah 2 tahun, dinding dada hampir 3 kali lebih compliant daripada paru-paru karena osifikasi tulang yang belum matang 1
Peringatan Klinis Penting
Chest indrawing atau retraksi dinding dada menunjukkan gangguan mekanisme normal elevasi tulang rusuk:
- Retraksi intercostal terjadi karena kontraksi otot external intercostal selama inspirasi dan tekanan intrapleural yang lebih negatif untuk mempertahankan volume tidal saat compliance paru rendah 1
- Pada anak dengan penyakit paru kronis, asynchrony thoracoabdominal termasuk gerakan paradoksikal rongga dada selama inspirasi dapat terjadi, terutama selama tidur REM 1, 5