What is the primary sign of maxillofacial trauma among anisocoria (unequal pupil size), malocclusion, and diplopia (double vision)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 9, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tanda Primer Trauma Maksilofasial

Maloklusi (b) adalah tanda primer trauma maksilofasial yang paling spesifik di antara ketiga pilihan tersebut, karena secara langsung mencerminkan gangguan struktural skeletal wajah dan merupakan indikator kunci dalam evaluasi sekunder trauma wajah.

Rasional Berdasarkan Pedoman

Maloklusi sebagai Tanda Primer

Maloklusi merupakan penanda langsung cedera midface dan mandibula yang secara konsisten disebutkan dalam pedoman American College of Radiology sebagai tanda klinis utama yang harus dinilai dalam evaluasi sekunder trauma maksilofasial 1.

  • Evaluasi sekunder wajah mencakup penilaian oklusi gigi sebagai komponen esensial setelah stabilisasi pasien, bersama dengan palpasi, inspeksi visual, dan evaluasi saraf kranial 1.
  • Maloklusi adalah indikator spesifik untuk cedera midface yang melibatkan zygoma, maksila, dan mandibula, menunjukkan displacement atau fraktur struktur skeletal 1.
  • Facial elongation atau malocclusion merupakan tanda klinis yang memicu kecurigaan cedera midface menurut American College of Radiology 2.

Mengapa Bukan Anisokor atau Diplopia

Anisokor dan diplopia adalah tanda sekunder atau komplikasi, bukan tanda primer trauma maksilofasial:

  • Anisokor lebih mengarah pada cedera neurologis atau trauma kranial, bukan spesifik untuk trauma skeletal wajah 1.
  • Diplopia adalah komplikasi dari fraktur orbital (blow-out fracture) akibat entrapment otot ekstraokular atau edema periorbital, bukan tanda primer skeletal 3.
  • Diplopia terjadi pada hingga 37% pasien pasca-operasi fraktur orbital, menunjukkan bahwa ini adalah konsekuensi sekunder dari trauma, bukan penanda primer 3.

Signifikansi Klinis Maloklusi

Komplikasi Paling Umum

Maloklusi adalah komplikasi paling sering dari trauma maksilofasial yang tidak ditangani dengan baik 4:

  • Maloklusi merupakan komplikasi paling umum dari fraktur maksilofasial yang malunion atau tidak direposisi dengan tepat, diikuti oleh deformitas wajah dan gangguan temporomandibular 4.
  • Semua pasien dengan fraktur gigi, dislokasi, atau fraktur tulang alveolar yang tidak mendapat perawatan dental pre dan post-operatif mengalami komplikasi maloklusi 4.

Implikasi untuk Manajemen

Repositioning anatomis fraktur harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah maloklusi permanen 5:

  • Pasien yang frakturnya ditangani dengan fiksasi maksilo-mandibular tanpa reduksi bedah memiliki kemungkinan lebih besar mengalami maloklusi dental dan skeletal yang lebih berat 5.
  • Evaluasi hubungan oklusal pre-trauma sangat berguna meskipun tidak selalu memungkinkan 5.

Peringatan Penting

Hindari Ivy loops pada pasien yang ditangani dengan fiksasi maksilo-mandibular karena meningkatkan risiko maloklusi post-trauma 5.

Tujuan utama manajemen adalah memulihkan fungsi dan kosmetik, dan diagnosis akurat melalui penilaian oklusi membuat tujuan ini dapat tercapai 1.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Anatomical Landmarks in Facial Surgery and Trauma

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Zygomatic Arch and Lateral Orbit Fractures

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Etiology and management of posttraumatic malocclusions.

World journal of orthodontics, 2007

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.