Can ketorolac and ranitidine be administered together?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 11, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pemberian Ketorolac dan Ranitidin Bersamaan

Ya, ketorolac dan ranitidin dapat diberikan bersamaan dengan aman dan bahkan direkomendasikan dalam situasi klinis tertentu—ini bukan malpraktik. Kombinasi ini secara khusus digunakan dalam manajemen nyeri dan untuk mengurangi risiko komplikasi gastrointestinal dari NSAID.

Dasar Rasional Kombinasi

Perlindungan Gastrointestinal dari NSAID

  • Ranitidin (antagonis H2) dapat diberikan bersama NSAID seperti ketorolac untuk mengurangi risiko toksisitas gastrointestinal, meskipun proton pump inhibitor (PPI) umumnya lebih disukai untuk tujuan ini 1.
  • Pedoman menyatakan bahwa pasien dengan risiko tinggi toksisitas gastrointestinal (usia >60 tahun, riwayat ulkus peptikum, penggunaan alkohol signifikan, disfungsi organ mayor) yang menggunakan NSAID harus mempertimbangkan agen gastroprotektif seperti antagonis H2 atau PPI 1.
  • Ketorolac secara khusus dikaitkan dengan toksisitas gastrointestinal yang lebih besar karena sirkulasi enterohepatik yang menonjol dan paparan mukosa lambung yang berkepanjangan 1.

Penggunaan dalam Anaphylaxis

  • Dalam manajemen anafilaksis, kombinasi antihistamin H1 (seperti diphenhydramine) dan antihistamin H2 (seperti ranitidin) superior dibandingkan antihistamin H1 saja 2, 3.
  • Ranitidin 50 mg IV direkomendasikan sebagai terapi lini kedua dalam anafilaksis, dan dapat diberikan bersamaan dengan analgesik seperti ketorolac jika diperlukan untuk manajemen nyeri 2.

Profil Keamanan Masing-Masing Obat

Ketorolac

  • Ketorolac adalah NSAID dengan aktivitas analgesik kuat yang setara dengan morfin untuk nyeri sedang hingga berat 4.
  • Risiko efek samping serius menurun sejak revisi pedoman dosis—risiko perdarahan gastrointestinal hanya sedikit lebih tinggi dibanding opioid ketika digunakan sesuai pedoman 4, 5.
  • Dosis maksimal: 15-30 mg IV setiap 6 jam dengan maksimum 5 hari penggunaan untuk menghindari toksisitas 1.
  • Kontraindikasi meliputi riwayat perdarahan gastrointestinal, risiko gagal ginjal, hemostasis terganggu, dan hipersensitivitas terhadap NSAID 5.

Ranitidin

  • Ranitidin memiliki potensi interaksi obat yang minimal dan dapat diberikan dengan aman bersama obat lain 6.
  • Ranitidin berinteraksi lemah dengan sistem sitokrom P-450, berbeda dengan cimetidine yang memiliki interaksi lebih signifikan 1, 6.
  • Efek samping gastrointestinal terjadi pada sekitar 1-3% pasien, dan efek samping SSP lebih jarang dibanding cimetidine 7.

Tidak Ada Interaksi Farmakologis Berbahaya

  • Tidak ada bukti dalam literatur medis yang menunjukkan interaksi farmakologis berbahaya antara ketorolac dan ranitidin 6.
  • Ranitidin tidak menghambat metabolisme ketorolac karena ketorolac dimetabolisme terutama melalui glukuronidasi, bukan melalui jalur sitokrom P-450 yang dipengaruhi minimal oleh ranitidin 1, 6.
  • Kombinasi ini bahkan dapat memberikan manfaat protektif dengan ranitidin mengurangi sekresi asam lambung yang diinduksi histamin, sementara ketorolac memberikan analgesia 7.

Pertimbangan Klinis Penting

Pemantauan yang Diperlukan

  • Untuk penggunaan NSAID >3 hari, lakukan pemantauan baseline dan berkala: tekanan darah, BUN, kreatinin, fungsi hati (alkaline phosphatase, LDH, SGOT, SGPT), CBC, dan darah samar feses 1.
  • Pada pasien dengan insufisiensi ginjal atau gangguan kejang, penyesuaian dosis ranitidin mungkin diperlukan 7.

Populasi Berisiko Tinggi

  • Hindari ketorolac pada pasien usia >60 tahun dengan status cairan terkompromis, nefritis interstitial, atau penggunaan obat nefrotoksik bersamaan (termasuk siklosporin, cisplatin) 1.
  • Hentikan NSAID jika BUN atau kreatinin meningkat dua kali lipat, atau jika hipertensi berkembang atau memburuk 1.
  • Hentikan NSAID jika terjadi ulkus peptikum atau perdarahan gastrointestinal 1.

Durasi Penggunaan

  • Batasi penggunaan ketorolac maksimal 5 hari untuk menghindari peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal atau komplikasi operasi, terutama pada pasien lanjut usia 1, 5.
  • Risiko kejadian buruk meningkat tajam dengan dosis tinggi yang digunakan >5 hari 4.

Kesimpulan Praktis

Kombinasi ketorolac dan ranitidin bukan hanya aman tetapi dapat memberikan manfaat sinergis—ketorolac untuk analgesia kuat dan ranitidin untuk proteksi gastrointestinal. Kunci keamanan adalah seleksi pasien yang tepat, menghindari kontraindikasi, menggunakan dosis terendah efektif, membatasi durasi terapi, dan melakukan pemantauan yang sesuai. Tidak ada dasar untuk menganggap kombinasi ini sebagai malpraktik selama digunakan sesuai indikasi dan pedoman klinis 1, 4, 6.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Anaphylaxis Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Intramuscular Ranitidine Dosing

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

The drug interaction potential of ranitidine: an update.

Pharmacology & therapeutics, 1991

Guideline

Preoperative and Clinical Applications of Ranitidine

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.