Dosis Methylprednisolone untuk Radang Tenggorokan
Methylprednisolone tidak direkomendasikan secara rutin untuk radang tenggorokan biasa, karena bukti ilmiah yang ada tidak mendukung penggunaannya untuk kondisi ini, dan risiko efek samping kortikosteroid sistemik melebihi manfaat potensialnya untuk inflamasi tenggorokan yang umumnya self-limiting.
Konteks Penggunaan Kortikosteroid Sistemik
Kortikosteroid sistemik seperti methylprednisolone memiliki efek anti-inflamasi yang kuat dan non-spesifik, tetapi penggunaannya harus dibatasi pada kondisi dengan indikasi yang jelas 1, 2.
Prinsip Umum Dosis Methylprednisolone
Berdasarkan label FDA, dosis methylprednisolone sangat bervariasi tergantung kondisi yang diobati 1:
- Dosis ringan hingga sedang: 4-48 mg per hari untuk kondisi yang kurang berat 1
- Dosis tinggi untuk kondisi akut berat:
Mengapa Tidak untuk Radang Tenggorokan Biasa
Radang tenggorokan (faringitis) umumnya tidak memerlukan kortikosteroid sistemik karena beberapa alasan penting:
- Kortikosteroid hanya efektif sebagai terapi adjuvan pada kondisi inflamasi berat dengan ancaman obstruksi jalan napas atau disfungsi organ 5, 3
- Bukti terkuat penggunaan kortikosteroid untuk kondisi saluran napas atas adalah pada sinusitis akut dengan antibiotik, bukan faringitis sederhana 6
- Medrol Dose Pak standar (84 mg total) terlalu rendah untuk kondisi inflamasi berat yang memerlukan kortikosteroid, namun terlalu tinggi untuk kondisi ringan yang tidak memerlukannya 7, 8
Jika Kortikosteroid Benar-Benar Diperlukan
Hanya pertimbangkan kortikosteroid jika terdapat:
- Obstruksi jalan napas akut dengan edema berat yang mengancam jiwa 3
- Reaksi alergi berat (angioedema) yang melibatkan tenggorokan 3
Dosis untuk Obstruksi Jalan Napas Akut
Jika kondisi memenuhi kriteria di atas 3:
- Methylprednisolone: 5-7 mg/kg intramuskular atau intravena sebagai dosis awal 3
- Alternatif dexamethasone: 1.0-1.5 mg/kg 3
- Efek mulai terlihat dalam 15-30 menit setelah injeksi intramuskular 3
- Durasi terapi ≤24 jam memiliki risiko efek samping yang sangat minimal 3
Peringatan Penting
- Jangan gunakan kortikosteroid untuk infeksi virus saluran napas atas biasa - tidak ada manfaat yang terbukti dan dapat meningkatkan risiko infeksi sekunder 2
- Penggunaan kortikosteroid sistemik dapat menekan aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA), terutama jika digunakan >10-14 hari 1, 2
- Efek samping umum termasuk hiperglikemia, gangguan elektrolit, dan peningkatan risiko infeksi 9, 1
- Jika terapi >10-14 hari, tapering bertahap diperlukan untuk mencegah insufisiensi adrenal 1, 2
Alternatif yang Lebih Tepat
Untuk radang tenggorokan tanpa komplikasi, pertimbangkan:
- Terapi simptomatik (analgesik, antipiretik)
- Antibiotik jika terbukti infeksi bakteri (streptokokus)
- Hidrasi adekuat
- Istirahat yang cukup