What should a provider know and prepare for when receiving a patient post Coronary Artery Bypass Graft (CABG) from the operating room?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Persiapan Menerima Pasien Pasca Bedah Pintas Koroner dari Ruang Operasi

Seorang provider harus segera memastikan monitoring kardiovaskular kontinyu, kontrol glikemik ketat, dan reinisiasi beta blocker sesegera mungkin untuk mengurangi mortalitas dan komplikasi pasca CABG.

Monitoring Kardiovaskular Wajib

Monitoring EKG kontinyu untuk aritmia harus dilakukan minimal 48 jam pada semua pasien pasca CABG, karena fibrilasi atrial pasca CABG paling sering terjadi antara hari ke-2 hingga ke-4 pasca operasi 1, 2.

  • Monitoring ST-segment kontinyu untuk deteksi iskemia wajar dilakukan pada periode intraoperatif dan dapat dipertimbangkan pada periode awal pasca operasi 1, 2
  • Kateter arteri pulmonal wajib dipasang pada pasien dengan syok kardiogenik, idealnya sebelum induksi anestesi 1, 2
  • Kateter arteri pulmonal berguna pada pasien dengan instabilitas hemodinamik akut pada periode intraoperatif atau awal pasca operasi 1, 2

Manajemen Medikamentosa Segera

Beta Blocker (Prioritas Tertinggi)

Beta blocker harus direinisiasi sesegera mungkin pasca CABG pada semua pasien tanpa kontraindikasi untuk mengurangi insidensi fibrilasi atrial pasca operasi 1, 2, 3.

Aspirin

Aspirin (100-325 mg per hari) harus dimulai dalam 6 jam pasca operasi dan dilanjutkan selamanya untuk mengurangi mortalitas, infark miokard, stroke, gagal ginjal, dan infark usus 2, 3.

ACE Inhibitor/ARB

ACE inhibitor dan angiotensin-receptor blocker yang diberikan sebelum CABG direkomendasikan untuk dilanjutkan 1, 2, 3.

Kontrol Glikemik Agresif

Insulin intravena kontinyu harus digunakan untuk mencapai dan mempertahankan konsentrasi glukosa darah ≤180 mg/dL sambil menghindari hipoglikemia untuk mengurangi insidensi infeksi luka sternum dalam 1, 2, 3.

  • Kontrol glikemik yang tidak adekuat meningkatkan risiko infeksi luka sternum 2
  • Target glukosa intraoperatif <140 mg/dL memiliki efektivitas yang tidak pasti 1

Monitoring Respirasi

Ekstubasi dini dan pemulihan yang dipercepat harus ditargetkan untuk pasien risiko rendah hingga sedang yang menjalani CABG tanpa komplikasi 2.

  • FVC menurun hingga 29-33% dari nilai preoperatif pada hari pertama pasca operasi dan tetap berkurang >30% hingga hari ke-10 4
  • Waktu cardiopulmonary bypass (dalam increment 30 menit) adalah satu-satunya variabel intraoperatif yang meningkatkan risiko gagal napas pasca operasi 5
  • Komplikasi pasca operasi seperti sepsis, perdarahan gastrointestinal, gagal ginjal, infeksi luka sternum dalam, dan stroke baru secara signifikan meningkatkan risiko gagal napas 5

Monitoring Neurologis

Monitor tanda-tanda stroke atau komplikasi neurologis, terutama pada pasien risiko tinggi (usia >65 tahun, stenosis left main koroner, penyakit arteri perifer, riwayat penyakit serebrovaskular, hipertensi, merokok, dan diabetes mellitus) 2.

Monitoring Psikologis

  • Nilai tanda-tanda depresi dan ansietas, yang umum terjadi pasca CABG dan berhubungan dengan outcome yang lebih buruk 2
  • Terapi perilaku kognitif atau collaborative care untuk pasien dengan depresi klinis pasca CABG dapat bermanfaat 1, 2
  • Konseling preoperatif dan penerimaan di ruang operasi oleh konselor dapat mengurangi tingkat ansietas dan menstabilkan tanda vital 6

Monitoring Luka dan Infeksi

Kontrol glikemik agresif perioperatif dengan insulin intravena kontinyu untuk mempertahankan glukosa darah ≤180 mg/dL diindikasikan untuk mengurangi risiko infeksi luka sternum dalam 2, 3.

Peringatan Penting dan Jebakan Umum

  • Jangan menghentikan beta blocker perioperatif kecuali ada kontraindikasi spesifik, karena ini meningkatkan mortalitas dan fibrilasi atrial 3
  • Kontrol glikemik yang tidak adekuat meningkatkan risiko infeksi luka sternum 2, 3
  • Kurangnya perhatian terhadap gejala psikologis dapat menyebabkan outcome yang lebih buruk, karena depresi berhubungan dengan outcome buruk pasca CABG 2
  • Monitoring kontinyu untuk aritmia sangat penting karena fibrilasi atrial paling sering terjadi pada hari ke-2 hingga ke-4 2

Rehabilitasi Jantung

Rehabilitasi jantung direkomendasikan untuk semua pasien yang memenuhi syarat pasca CABG 1, 2.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.