Can Aspirin (acetylsalicylic acid) be added to the patient's current medication regimen?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apakah Aspilet (Aspirin) Dapat Ditambahkan ke Regimen Obat Pasien?

Ya, aspirin (aspilet) dapat dan harus ditambahkan untuk pencegahan sekunder pada pasien dengan penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti, dengan dosis 75-162 mg per hari untuk penggunaan jangka panjang. 1

Indikasi Utama untuk Terapi Aspirin

Pencegahan Sekunder Penyakit Kardiovaskular:

  • Aspirin direkomendasikan untuk semua pasien dengan penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti (penyakit jantung koroner, infark miokard sebelumnya, stroke sebelumnya, aterosklerosis perifer) kecuali ada kontraindikasi 1, 2
  • Dosis yang direkomendasikan: 75-162 mg per hari untuk terapi jangka panjang 1
  • Setelah STEMI (infark miokard elevasi ST), aspirin harus dimulai segera dengan dosis 162-325 mg, kemudian dilanjutkan dengan 75-162 mg per hari selamanya 1

Setelah Prosedur Intervensi Koroner Perkutan (PCI):

  • Setelah pemasangan stent bare-metal: aspirin 162-325 mg per hari selama 1 bulan, kemudian 75-162 mg per hari selamanya 1
  • Setelah pemasangan drug-eluting stent: aspirin 162-325 mg per hari selama 3-6 bulan (tergantung jenis stent), kemudian 75-162 mg per hari selamanya 1

Pencegahan Stroke Sekunder:

  • Aspirin 75-162 mg per hari adalah salah satu pilihan yang tepat untuk pencegahan stroke sekunder 1
  • Penggunaan jangka pendek aspirin dengan clopidogrel (hingga 21 hari) setelah stroke minor atau TIA tidak menunjukkan peningkatan risiko perdarahan 1

Pertimbangan Khusus Berdasarkan Kondisi Klinis

Pasien dengan Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular:

  • Aspirin direkomendasikan untuk pasien diabetes dengan penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti 1
  • Kombinasi dengan antitrombotik lain dapat dipertimbangkan pada pasien dengan risiko iskemik tinggi dan tanpa risiko perdarahan tinggi 1

Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis/Dialisis:

  • Aspirin tetap direkomendasikan untuk pasien dialisis dengan penyakit arteri koroner kronis 1
  • Penyesuaian dosis mungkin diperlukan untuk obat lain yang diekskresikan melalui ginjal, tetapi aspirin dapat diberikan dengan aman 1

Strategi Gastroproteksi yang Penting

Pasien dengan Risiko Perdarahan Gastrointestinal Tinggi:

  • Proton pump inhibitor (PPI) direkomendasikan untuk pasien dengan risiko perdarahan GI yang meningkat selama terapi antitrombotik 1
  • Faktor risiko meliputi: usia lanjut, riwayat perdarahan GI atau penyakit ulkus peptikum, konsumsi alkohol tinggi, penggunaan steroid atau NSAID kronis, atau kombinasi obat antitrombotik 1, 3

Pemilihan PPI yang Tepat:

  • Hindari omeprazole atau esomeprazole jika pasien juga menggunakan clopidogrel, karena menghambat CYP2C19 dan mengurangi efektivitas clopidogrel 1, 3
  • Gunakan pantoprazole, dexlansoprazole, atau lansoprazole sebagai alternatif untuk mempertahankan efikasi clopidogrel sambil memberikan proteksi lambung 3

Kombinasi dengan Antiplatelet Lain

Terapi Antiplatelet Ganda (DAPT):

  • Setelah PCI pada pasien dengan sindrom koroner akut: aspirin + clopidogrel 75 mg per hari minimal 1 bulan (bare-metal stent) hingga 12 bulan (drug-eluting stent) 1
  • Penggunaan jangka panjang aspirin + clopidogrel tidak direkomendasikan untuk pencegahan stroke sekunder karena peningkatan risiko perdarahan dan mortalitas, kecuali ada indikasi alternatif 1

Kombinasi dengan Antikoagulan:

  • Pada pasien dengan indikasi antikoagulasi oral (misalnya fibrilasi atrium), antikoagulan dosis terapeutik saja (VKA atau DOAC) direkomendasikan untuk jangka panjang 1
  • Setelah PCI, aspirin dosis rendah dapat ditambahkan sementara, tetapi harus dipantau ketat karena peningkatan risiko perdarahan 1

Pemantauan dan Peringatan Penting

Tanda-tanda Perdarahan yang Harus Dipantau:

  • Pasien harus diedukasi untuk segera melaporkan tanda-tanda perdarahan, termasuk melena (tinja hitam seperti ter), hematemesis, atau perdarahan yang tidak biasa 3
  • Pemantauan rutin untuk tanda-tanda perdarahan harus dilakukan sepanjang durasi terapi kombinasi 3

Kontraindikasi dan Peringatan:

  • Hindari NSAID (termasuk COX-2 inhibitor) pada pasien dengan infark miokard akut atau sebelumnya karena peningkatan risiko mortalitas, reinfark, hipertensi, gagal jantung, dan ruptur miokard 1
  • Jika pasien sudah menggunakan NSAID sebelum STEMI, hentikan penggunaannya 1

Algoritma Keputusan untuk Menambahkan Aspirin

  1. Identifikasi indikasi: Apakah pasien memiliki penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti (MI sebelumnya, PCI, CABG, stroke, penyakit arteri perifer)? Jika ya → lanjut ke langkah 2 1

  2. Evaluasi kontraindikasi: Apakah ada riwayat alergi aspirin, perdarahan aktif, atau diatesis perdarahan berat? Jika tidak → lanjut ke langkah 3 1

  3. Tentukan dosis:

    • Fase akut (STEMI/NSTEMI): 162-325 mg segera 1
    • Pemeliharaan jangka panjang: 75-162 mg per hari 1
    • Setelah stenting: 162-325 mg selama 1-6 bulan, kemudian 75-162 mg selamanya 1
  4. Evaluasi risiko perdarahan GI: Apakah pasien memiliki faktor risiko (usia >75 tahun, riwayat ulkus/perdarahan GI, penggunaan antikoagulan, multiple comorbidities)? Jika ya → tambahkan PPI (hindari omeprazole/esomeprazole jika menggunakan clopidogrel) 1, 3

  5. Pertimbangkan terapi kombinasi: Apakah pasien memerlukan DAPT (post-PCI, ACS)? Jika ya → tambahkan clopidogrel/ticagrelor/prasugrel sesuai indikasi dan durasi yang ditentukan 1

  6. Edukasi dan pemantauan: Instruksikan pasien tentang tanda-tanda perdarahan dan pentingnya kepatuhan, dengan pemantauan rutin 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

[Acetylsalicylic acid in the prevention and treatment of cardiovascular diseases].

Wiadomosci lekarskie (Warsaw, Poland : 1960), 2018

Guideline

Combination Therapy of Lexapro and Plavix

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.