Apakah Aspilet (Aspirin) Dapat Ditambahkan ke Regimen Obat Pasien?
Ya, aspirin (aspilet) dapat dan harus ditambahkan untuk pencegahan sekunder pada pasien dengan penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti, dengan dosis 75-162 mg per hari untuk penggunaan jangka panjang. 1
Indikasi Utama untuk Terapi Aspirin
Pencegahan Sekunder Penyakit Kardiovaskular:
- Aspirin direkomendasikan untuk semua pasien dengan penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti (penyakit jantung koroner, infark miokard sebelumnya, stroke sebelumnya, aterosklerosis perifer) kecuali ada kontraindikasi 1, 2
- Dosis yang direkomendasikan: 75-162 mg per hari untuk terapi jangka panjang 1
- Setelah STEMI (infark miokard elevasi ST), aspirin harus dimulai segera dengan dosis 162-325 mg, kemudian dilanjutkan dengan 75-162 mg per hari selamanya 1
Setelah Prosedur Intervensi Koroner Perkutan (PCI):
- Setelah pemasangan stent bare-metal: aspirin 162-325 mg per hari selama 1 bulan, kemudian 75-162 mg per hari selamanya 1
- Setelah pemasangan drug-eluting stent: aspirin 162-325 mg per hari selama 3-6 bulan (tergantung jenis stent), kemudian 75-162 mg per hari selamanya 1
Pencegahan Stroke Sekunder:
- Aspirin 75-162 mg per hari adalah salah satu pilihan yang tepat untuk pencegahan stroke sekunder 1
- Penggunaan jangka pendek aspirin dengan clopidogrel (hingga 21 hari) setelah stroke minor atau TIA tidak menunjukkan peningkatan risiko perdarahan 1
Pertimbangan Khusus Berdasarkan Kondisi Klinis
Pasien dengan Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular:
- Aspirin direkomendasikan untuk pasien diabetes dengan penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti 1
- Kombinasi dengan antitrombotik lain dapat dipertimbangkan pada pasien dengan risiko iskemik tinggi dan tanpa risiko perdarahan tinggi 1
Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis/Dialisis:
- Aspirin tetap direkomendasikan untuk pasien dialisis dengan penyakit arteri koroner kronis 1
- Penyesuaian dosis mungkin diperlukan untuk obat lain yang diekskresikan melalui ginjal, tetapi aspirin dapat diberikan dengan aman 1
Strategi Gastroproteksi yang Penting
Pasien dengan Risiko Perdarahan Gastrointestinal Tinggi:
- Proton pump inhibitor (PPI) direkomendasikan untuk pasien dengan risiko perdarahan GI yang meningkat selama terapi antitrombotik 1
- Faktor risiko meliputi: usia lanjut, riwayat perdarahan GI atau penyakit ulkus peptikum, konsumsi alkohol tinggi, penggunaan steroid atau NSAID kronis, atau kombinasi obat antitrombotik 1, 3
Pemilihan PPI yang Tepat:
- Hindari omeprazole atau esomeprazole jika pasien juga menggunakan clopidogrel, karena menghambat CYP2C19 dan mengurangi efektivitas clopidogrel 1, 3
- Gunakan pantoprazole, dexlansoprazole, atau lansoprazole sebagai alternatif untuk mempertahankan efikasi clopidogrel sambil memberikan proteksi lambung 3
Kombinasi dengan Antiplatelet Lain
Terapi Antiplatelet Ganda (DAPT):
- Setelah PCI pada pasien dengan sindrom koroner akut: aspirin + clopidogrel 75 mg per hari minimal 1 bulan (bare-metal stent) hingga 12 bulan (drug-eluting stent) 1
- Penggunaan jangka panjang aspirin + clopidogrel tidak direkomendasikan untuk pencegahan stroke sekunder karena peningkatan risiko perdarahan dan mortalitas, kecuali ada indikasi alternatif 1
Kombinasi dengan Antikoagulan:
- Pada pasien dengan indikasi antikoagulasi oral (misalnya fibrilasi atrium), antikoagulan dosis terapeutik saja (VKA atau DOAC) direkomendasikan untuk jangka panjang 1
- Setelah PCI, aspirin dosis rendah dapat ditambahkan sementara, tetapi harus dipantau ketat karena peningkatan risiko perdarahan 1
Pemantauan dan Peringatan Penting
Tanda-tanda Perdarahan yang Harus Dipantau:
- Pasien harus diedukasi untuk segera melaporkan tanda-tanda perdarahan, termasuk melena (tinja hitam seperti ter), hematemesis, atau perdarahan yang tidak biasa 3
- Pemantauan rutin untuk tanda-tanda perdarahan harus dilakukan sepanjang durasi terapi kombinasi 3
Kontraindikasi dan Peringatan:
- Hindari NSAID (termasuk COX-2 inhibitor) pada pasien dengan infark miokard akut atau sebelumnya karena peningkatan risiko mortalitas, reinfark, hipertensi, gagal jantung, dan ruptur miokard 1
- Jika pasien sudah menggunakan NSAID sebelum STEMI, hentikan penggunaannya 1
Algoritma Keputusan untuk Menambahkan Aspirin
Identifikasi indikasi: Apakah pasien memiliki penyakit kardiovaskular yang sudah terbukti (MI sebelumnya, PCI, CABG, stroke, penyakit arteri perifer)? Jika ya → lanjut ke langkah 2 1
Evaluasi kontraindikasi: Apakah ada riwayat alergi aspirin, perdarahan aktif, atau diatesis perdarahan berat? Jika tidak → lanjut ke langkah 3 1
Tentukan dosis:
Evaluasi risiko perdarahan GI: Apakah pasien memiliki faktor risiko (usia >75 tahun, riwayat ulkus/perdarahan GI, penggunaan antikoagulan, multiple comorbidities)? Jika ya → tambahkan PPI (hindari omeprazole/esomeprazole jika menggunakan clopidogrel) 1, 3
Pertimbangkan terapi kombinasi: Apakah pasien memerlukan DAPT (post-PCI, ACS)? Jika ya → tambahkan clopidogrel/ticagrelor/prasugrel sesuai indikasi dan durasi yang ditentukan 1
Edukasi dan pemantauan: Instruksikan pasien tentang tanda-tanda perdarahan dan pentingnya kepatuhan, dengan pemantauan rutin 3