What are safe antiepileptic drugs for patients with elevated liver enzymes?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Obat Antiepileptic yang Aman pada Pasien Transaminitis

Levetiracetam adalah pilihan lini pertama yang paling aman untuk pasien dengan transaminitis karena tidak mengalami metabolisme hepatik dan memiliki profil keamanan hati yang sangat baik. 1, 2, 3

Rekomendasi Berdasarkan Metabolisme Hepatik

Pilihan Paling Aman (Metabolisme Hepatik Minimal/Tidak Ada)

Levetiracetam merupakan pilihan optimal karena:

  • Tidak mengalami metabolisme hepatik—66% diekskresikan tidak berubah melalui ginjal 4
  • Hanya 2-3% mengalami hidroksilasi minor 4
  • Tidak menghambat atau menginduksi enzim sitokrom P450 hepatik 4
  • Tersedia dalam formulasi intravena dan oral 1, 5
  • Profil keamanan yang sangat baik dengan potensi hepatotoksisitas yang sangat rendah 3
  • Meskipun ada laporan kasus elevasi enzim hati asimptomatik yang jarang, ini sangat tidak umum 6

Lacosamide adalah alternatif yang baik:

  • Metabolisme hepatik minimal 1
  • Tersedia dalam formulasi oral dan intravena 1
  • Efek samping utama adalah pusing, sakit kepala, dan somnolen—bukan hepatotoksisitas 1

Gabapentin dan Pregabalin:

  • Tidak mengalami metabolisme hepatik sama sekali 5, 3
  • Ikatan protein minimal 5
  • Tidak terlibat dalam interaksi obat yang signifikan secara klinis 5
  • Namun, hanya efektif untuk kejang parsial, bukan spektrum luas 5

Topiramate:

  • Metabolisme hepatik minimal (sebagian besar diekskresikan tidak berubah) 7, 3
  • Dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan gangguan fungsi hati 7
  • Efektif untuk berbagai jenis kejang 5, 3

Obat yang Harus Dihindari pada Transaminitis

Asam valproat (valproic acid) harus dihindari:

  • Memiliki asosiasi yang sangat jelas dengan hepatotoksisitas 3, 8
  • Dapat menyebabkan cedera hati reversibel atau ireversibel 8
  • Terapi jangka panjang terkait dengan peningkatan risiko penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) 8
  • Harus digunakan sebagai obat pilihan terakhir pada pasien dengan penyakit hati 3

Phenytoin harus dihindari:

  • Mengalami metabolisme hepatik ekstensif 1, 3
  • Memiliki asosiasi yang diakui dengan toksisitas hati 3
  • Merupakan inducer kuat enzim hepatik 1, 9

Carbamazepine harus dihindari:

  • Mengalami metabolisme hepatik ekstensif (sekitar 75% dimetabolisme oleh hati) 1, 9
  • Inducer kuat sitokrom P450 1, 9
  • Dapat mengganggu banyak obat lain 1, 9

Felbamate harus dihindari:

  • Memiliki risiko gagal hati yang serius 5, 3
  • Hanya digunakan sebagai pilihan terakhir untuk kejang yang tidak dapat diatasi 5, 3

Phenobarbital dan primidone harus dihindari:

  • Inducer kuat enzim hepatik 1, 9
  • Jarang dikaitkan dengan hepatotoksisitas 3

Algoritma Pemilihan Obat

  1. Lini Pertama: Levetiracetam 500-1500 mg loading dose oral atau IV 1

    • Tidak perlu penyesuaian dosis untuk disfungsi hati 4
    • Titrasi cepat dimungkinkan 5
  2. Alternatif Lini Pertama: Lacosamide (jika levetiracetam tidak dapat ditoleransi) 1

    • Tersedia dalam formulasi oral dan IV 1
  3. Pilihan Tambahan untuk Kejang Parsial: Gabapentin atau pregabalin 5, 3

    • Hanya jika kejang terbatas pada tipe parsial 5
  4. Pilihan untuk Spektrum Luas: Topiramate 5, 3

    • Jika levetiracetam dan lacosamide gagal atau tidak dapat ditoleransi 3
  5. Lamotrigine: Dapat dipertimbangkan dengan hati-hati 1

    • Metabolisme hepatik ada tetapi profil keamanan relatif baik 1
    • Memerlukan titrasi lambat untuk menghindari ruam serius 1

Peringatan Penting

  • Hindari obat antiepileptic generasi pertama (phenytoin, carbamazepine, phenobarbital) karena merupakan inducer kuat enzim hepatik dan memiliki potensi hepatotoksisitas 1, 3, 9

  • Asam valproat adalah kontraindikasi relatif pada pasien dengan transaminitis karena risiko hepatotoksisitas yang signifikan 3, 8

  • Monitor fungsi hati secara berkala bahkan dengan obat yang aman seperti levetiracetam, meskipun hepatotoksisitas sangat jarang 6

  • Penyesuaian dosis mungkin diperlukan jika ada gangguan fungsi ginjal bersamaan, terutama untuk levetiracetam yang diekskresikan melalui ginjal 4

  • Untuk status epilepticus: Levetiracetam IV atau lacosamide IV adalah pilihan lini kedua yang sangat baik setelah benzodiazepin 5, 3

1, 2, 4, 5, 3, 6, 9, 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Minimizing Neurological Side Effects with AEDs

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Antiepileptic Drugs and Liver Disease.

Pediatric neurology, 2017

Research

[Antiepileptic drugs in North America].

Brain and nerve = Shinkei kenkyu no shinpo, 2010

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.