Obat Antiepileptic yang Aman pada Pasien Transaminitis
Levetiracetam adalah pilihan lini pertama yang paling aman untuk pasien dengan transaminitis karena tidak mengalami metabolisme hepatik dan memiliki profil keamanan hati yang sangat baik. 1, 2, 3
Rekomendasi Berdasarkan Metabolisme Hepatik
Pilihan Paling Aman (Metabolisme Hepatik Minimal/Tidak Ada)
Levetiracetam merupakan pilihan optimal karena:
- Tidak mengalami metabolisme hepatik—66% diekskresikan tidak berubah melalui ginjal 4
- Hanya 2-3% mengalami hidroksilasi minor 4
- Tidak menghambat atau menginduksi enzim sitokrom P450 hepatik 4
- Tersedia dalam formulasi intravena dan oral 1, 5
- Profil keamanan yang sangat baik dengan potensi hepatotoksisitas yang sangat rendah 3
- Meskipun ada laporan kasus elevasi enzim hati asimptomatik yang jarang, ini sangat tidak umum 6
Lacosamide adalah alternatif yang baik:
- Metabolisme hepatik minimal 1
- Tersedia dalam formulasi oral dan intravena 1
- Efek samping utama adalah pusing, sakit kepala, dan somnolen—bukan hepatotoksisitas 1
Gabapentin dan Pregabalin:
- Tidak mengalami metabolisme hepatik sama sekali 5, 3
- Ikatan protein minimal 5
- Tidak terlibat dalam interaksi obat yang signifikan secara klinis 5
- Namun, hanya efektif untuk kejang parsial, bukan spektrum luas 5
Topiramate:
- Metabolisme hepatik minimal (sebagian besar diekskresikan tidak berubah) 7, 3
- Dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan gangguan fungsi hati 7
- Efektif untuk berbagai jenis kejang 5, 3
Obat yang Harus Dihindari pada Transaminitis
Asam valproat (valproic acid) harus dihindari:
- Memiliki asosiasi yang sangat jelas dengan hepatotoksisitas 3, 8
- Dapat menyebabkan cedera hati reversibel atau ireversibel 8
- Terapi jangka panjang terkait dengan peningkatan risiko penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) 8
- Harus digunakan sebagai obat pilihan terakhir pada pasien dengan penyakit hati 3
Phenytoin harus dihindari:
- Mengalami metabolisme hepatik ekstensif 1, 3
- Memiliki asosiasi yang diakui dengan toksisitas hati 3
- Merupakan inducer kuat enzim hepatik 1, 9
Carbamazepine harus dihindari:
- Mengalami metabolisme hepatik ekstensif (sekitar 75% dimetabolisme oleh hati) 1, 9
- Inducer kuat sitokrom P450 1, 9
- Dapat mengganggu banyak obat lain 1, 9
Felbamate harus dihindari:
- Memiliki risiko gagal hati yang serius 5, 3
- Hanya digunakan sebagai pilihan terakhir untuk kejang yang tidak dapat diatasi 5, 3
Phenobarbital dan primidone harus dihindari:
Algoritma Pemilihan Obat
Lini Pertama: Levetiracetam 500-1500 mg loading dose oral atau IV 1
Alternatif Lini Pertama: Lacosamide (jika levetiracetam tidak dapat ditoleransi) 1
- Tersedia dalam formulasi oral dan IV 1
Pilihan Tambahan untuk Kejang Parsial: Gabapentin atau pregabalin 5, 3
- Hanya jika kejang terbatas pada tipe parsial 5
Pilihan untuk Spektrum Luas: Topiramate 5, 3
- Jika levetiracetam dan lacosamide gagal atau tidak dapat ditoleransi 3
Lamotrigine: Dapat dipertimbangkan dengan hati-hati 1
Peringatan Penting
Hindari obat antiepileptic generasi pertama (phenytoin, carbamazepine, phenobarbital) karena merupakan inducer kuat enzim hepatik dan memiliki potensi hepatotoksisitas 1, 3, 9
Asam valproat adalah kontraindikasi relatif pada pasien dengan transaminitis karena risiko hepatotoksisitas yang signifikan 3, 8
Monitor fungsi hati secara berkala bahkan dengan obat yang aman seperti levetiracetam, meskipun hepatotoksisitas sangat jarang 6
Penyesuaian dosis mungkin diperlukan jika ada gangguan fungsi ginjal bersamaan, terutama untuk levetiracetam yang diekskresikan melalui ginjal 4
Untuk status epilepticus: Levetiracetam IV atau lacosamide IV adalah pilihan lini kedua yang sangat baik setelah benzodiazepin 5, 3