What anti-epileptic medication is safe for patients with elevated liver enzymes (transaminitis)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Obat Anti-Epilepsi yang Aman untuk Transaminitis

Levetiracetam adalah pilihan lini pertama yang paling aman untuk pasien dengan transaminitis karena metabolismenya minimal di hepar dan profil keamanan yang sangat baik. 1

Obat yang Direkomendasikan

Pilihan Lini Pertama

  • Levetiracetam merupakan rekomendasi utama karena tidak bergantung pada sistem enzim sitokrom P450 hepatik dan dieliminasi terutama melalui ginjal (66% dosis tidak berubah), sehingga tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan fungsi hati. 1, 2
  • Dosis loading: 500-1500 mg oral atau intravena. 1
  • Studi pada 14 pasien epilepsi dengan penyakit hati kronis menunjukkan tidak ada perburukan fungsi hati, bahkan 4 pasien mengalami normalisasi transaminase selama terapi levetiracetam. 3
  • Pada pasien dengan gangguan hepar berat (Child-Pugh C), total body clearance hanya 50% dari subjek normal, namun tidak diperlukan penyesuaian dosis karena penurunan terutama akibat klirens renal. 2

Alternatif Lini Pertama

  • Lacosamide adalah pilihan alternatif yang sesuai dengan metabolisme hepatik minimal dan tersedia dalam formulasi oral dan intravena. 1
  • Gabapentin dan Pregabalin dapat digunakan untuk kejang parsial karena tidak mengalami metabolisme hepatik. 1, 4
  • Topiramate efektif untuk berbagai jenis kejang dan dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan disfungsi hati. 1, 4

Obat yang Harus Dihindari

Kontraindikasi Absolut

  • Asam valproat (valproic acid) harus dihindari karena asosiasi kuat dengan hepatotoksisitas, terutama pada anak di bawah 2 tahun dengan politerapi (mortalitas 10-38%). 1, 4, 5
  • Phenytoin harus dihindari karena metabolisme hepatik ekstensif dan risiko hepatotoksisitas melalui mekanisme hipersensitivitas obat (mortalitas 10-38%). 1, 4, 5
  • Carbamazepine harus dihindari karena metabolisme hepatik ekstensif dan potensi hepatotoksisitas (mortalitas 25%). 1, 4, 5
  • Felbamate harus dihindari karena potensi hepatotoksisitas yang dikenal baik. 1, 4

Obat dengan Risiko Tinggi

  • Phenobarbital dan primidone harus dihindari karena potensi hepatotoksisitas dan induksi enzim hepatik. 1, 5

Algoritma Pengobatan

  1. Mulai dengan Levetiracetam 500-1500 mg loading dose oral atau intravena sebagai terapi lini pertama. 1

  2. Jika Levetiracetam tidak ditoleransi, pertimbangkan:

    • Lacosamide sebagai alternatif dengan profil keamanan serupa. 1
    • Gabapentin atau Pregabalin untuk kejang parsial. 1
    • Topiramate untuk spektrum kejang yang lebih luas. 1
  3. Lamotrigine dapat dipertimbangkan dengan hati-hati meskipun mengalami metabolisme hepatik, karena memiliki profil keamanan yang relatif baik, namun monitoring ketat diperlukan karena laporan kasus transaminitis berat (AST 6079 IU/L, ALT 6900 IU/L) yang reversibel. 1, 6

Peringatan Penting dan Pitfall

Monitoring yang Diperlukan

  • Meskipun levetiracetam dianggap aman, monitoring enzim hati tetap diperlukan karena ada laporan kasus transaminitis yang diinduksi levetiracetam pada pasien trauma kepala, yang reversibel setelah penghentian obat. 7
  • Transaminitis transien dilaporkan sebagai efek samping jarang pada terapi levetiracetam untuk status epileptikus. 8

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan mengasumsikan levetiracetam sepenuhnya bebas risiko hepatik - monitoring tetap penting meskipun metabolisme non-hepatik. 7
  • Hindari politerapi karena meningkatkan risiko hepatotoksisitas secara signifikan, terutama dengan obat yang menginduksi enzim P450. 5
  • Jangan gunakan valproat pada pasien dengan transaminitis karena risiko hepatotoksisitas fatal, terutama jika dikombinasi dengan obat anti-epilepsi lain. 4, 5

Pertimbangan Khusus

  • Pada pasien dengan gangguan ginjal bersamaan, dosis levetiracetam perlu disesuaikan karena eliminasi renal (penurunan klirens 40% pada gangguan ringan, 50% pada sedang, 60% pada berat). 2
  • Untuk status epileptikus refrakter terhadap benzodiazepin, levetiracetam dan lacosamide (tersedia IV) merupakan pilihan lini kedua yang baik dibanding valproat atau phenytoin pada pasien dengan transaminitis. 4

References

Guideline

Antiepileptic Medications Safe for Patients with Transaminitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Antiepileptic Drugs and Liver Disease.

Pediatric neurology, 2017

Research

Lamotrigine-associated reversible severe hepatitis: a case report.

Journal of medical toxicology : official journal of the American College of Medical Toxicology, 2008

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.