Obat Anti-Epilepsi yang Aman untuk Transaminitis
Levetiracetam adalah pilihan lini pertama yang paling aman untuk pasien dengan transaminitis karena metabolismenya minimal di hepar dan profil keamanan yang sangat baik. 1
Obat yang Direkomendasikan
Pilihan Lini Pertama
- Levetiracetam merupakan rekomendasi utama karena tidak bergantung pada sistem enzim sitokrom P450 hepatik dan dieliminasi terutama melalui ginjal (66% dosis tidak berubah), sehingga tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan fungsi hati. 1, 2
- Dosis loading: 500-1500 mg oral atau intravena. 1
- Studi pada 14 pasien epilepsi dengan penyakit hati kronis menunjukkan tidak ada perburukan fungsi hati, bahkan 4 pasien mengalami normalisasi transaminase selama terapi levetiracetam. 3
- Pada pasien dengan gangguan hepar berat (Child-Pugh C), total body clearance hanya 50% dari subjek normal, namun tidak diperlukan penyesuaian dosis karena penurunan terutama akibat klirens renal. 2
Alternatif Lini Pertama
- Lacosamide adalah pilihan alternatif yang sesuai dengan metabolisme hepatik minimal dan tersedia dalam formulasi oral dan intravena. 1
- Gabapentin dan Pregabalin dapat digunakan untuk kejang parsial karena tidak mengalami metabolisme hepatik. 1, 4
- Topiramate efektif untuk berbagai jenis kejang dan dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan disfungsi hati. 1, 4
Obat yang Harus Dihindari
Kontraindikasi Absolut
- Asam valproat (valproic acid) harus dihindari karena asosiasi kuat dengan hepatotoksisitas, terutama pada anak di bawah 2 tahun dengan politerapi (mortalitas 10-38%). 1, 4, 5
- Phenytoin harus dihindari karena metabolisme hepatik ekstensif dan risiko hepatotoksisitas melalui mekanisme hipersensitivitas obat (mortalitas 10-38%). 1, 4, 5
- Carbamazepine harus dihindari karena metabolisme hepatik ekstensif dan potensi hepatotoksisitas (mortalitas 25%). 1, 4, 5
- Felbamate harus dihindari karena potensi hepatotoksisitas yang dikenal baik. 1, 4
Obat dengan Risiko Tinggi
- Phenobarbital dan primidone harus dihindari karena potensi hepatotoksisitas dan induksi enzim hepatik. 1, 5
Algoritma Pengobatan
Mulai dengan Levetiracetam 500-1500 mg loading dose oral atau intravena sebagai terapi lini pertama. 1
Jika Levetiracetam tidak ditoleransi, pertimbangkan:
Lamotrigine dapat dipertimbangkan dengan hati-hati meskipun mengalami metabolisme hepatik, karena memiliki profil keamanan yang relatif baik, namun monitoring ketat diperlukan karena laporan kasus transaminitis berat (AST 6079 IU/L, ALT 6900 IU/L) yang reversibel. 1, 6
Peringatan Penting dan Pitfall
Monitoring yang Diperlukan
- Meskipun levetiracetam dianggap aman, monitoring enzim hati tetap diperlukan karena ada laporan kasus transaminitis yang diinduksi levetiracetam pada pasien trauma kepala, yang reversibel setelah penghentian obat. 7
- Transaminitis transien dilaporkan sebagai efek samping jarang pada terapi levetiracetam untuk status epileptikus. 8
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mengasumsikan levetiracetam sepenuhnya bebas risiko hepatik - monitoring tetap penting meskipun metabolisme non-hepatik. 7
- Hindari politerapi karena meningkatkan risiko hepatotoksisitas secara signifikan, terutama dengan obat yang menginduksi enzim P450. 5
- Jangan gunakan valproat pada pasien dengan transaminitis karena risiko hepatotoksisitas fatal, terutama jika dikombinasi dengan obat anti-epilepsi lain. 4, 5
Pertimbangan Khusus
- Pada pasien dengan gangguan ginjal bersamaan, dosis levetiracetam perlu disesuaikan karena eliminasi renal (penurunan klirens 40% pada gangguan ringan, 50% pada sedang, 60% pada berat). 2
- Untuk status epileptikus refrakter terhadap benzodiazepin, levetiracetam dan lacosamide (tersedia IV) merupakan pilihan lini kedua yang baik dibanding valproat atau phenytoin pada pasien dengan transaminitis. 4