Pemeriksaan Laboratorium untuk Pasien dengan Penyakit Hati yang Menelan Kamper
Untuk pasien dengan penyakit hati pre-eksisting yang menelan kamper, lakukan panel fungsi hati komprehensif segera termasuk ALT, AST, alkaline phosphatase, bilirubin total dan direk, albumin, dan INR untuk mendeteksi cedera hepatoseluler akut yang dapat terjadi dari toksisitas kamper yang ditumpangi pada penyakit hati yang sudah ada. 1
Panel Laboratorium Awal Wajib
Pemeriksaan laboratorium harus mencakup:
Enzim transaminase: ALT dan AST untuk mendeteksi cedera hepatoseluler akut 1
Alkaline phosphatase (ALP): Untuk menilai pola kolestatik 1, 2
- Peningkatan ≥2x ULN dengan GGT meningkat menunjukkan kolestasis 1
Bilirubin total dan direk: Indikator fungsi hati keseluruhan 1, 2
Albumin: Mengukur kapasitas sintetik hati dan menunjukkan penyakit hati kronik 2
Prothrombin time/INR: Mengukur faktor pembekuan yang disintesis hati 2
- Membantu menilai fungsi sintetik dan keparahan disfungsi hati 1
Jumlah trombosit: Trombositopenia dapat menunjukkan penyakit hati lanjut 2
Skrining Etiologi Komprehensif
Karena pasien memiliki penyakit hati pre-eksisting, lakukan skrining etiologi lengkap untuk menyingkirkan penyebab lain yang dapat memperburuk kondisi: 1
- Serologi virus: Hepatitis A-E (HBsAg, anti-HBs, anti-HBc, anti-HCV) 1, 2
- Autoantibodi hati dan imunoglobulin serum 1
- Feritin dan saturasi transferin: Untuk hemokromatosis 1
- Alfa-1-antitripsin 1
- Seruloplasmin: Terutama pada pasien muda untuk menyingkirkan penyakit Wilson 1
Pemantauan Khusus untuk Toksisitas Kamper
Kamper dapat menyebabkan hepatotoksisitas, terutama pada pasien dengan penyakit hati yang sudah ada: 4
- Periksa ulang fungsi hati dalam 24-48 jam jika pasien bergejala atau menelan >30 mg/kg 5, 6
- Pantau setiap 1-4 minggu selama 2-3 bulan pertama untuk pasien dengan penyakit hati berat 1
- Hitung rasio R untuk mengklasifikasikan pola cedera: 1
- R = (ALT/ULN) / (ALP/ULN)
- Hepatoseluler: R ≥5
- Kolestatik: R ≤2
- Campuran: R >2 dan <5
Penilaian Fibrosis Non-Invasif
Untuk pasien dengan penyakit hati pre-eksisting, evaluasi fibrosis penting: 2
- Hitung skor FIB-4 atau NAFLD Fibrosis Score untuk stratifikasi risiko 2, 7
- FIB-4 >2.67 menunjukkan fibrosis lanjut 7
- Pertimbangkan elastografi transien (FibroScan) jika tersedia 1, 2
- Nilai >12.0 kPa menunjukkan risiko tinggi fibrosis lanjut 7
Ambang Batas untuk Rujukan Darurat
Rujuk segera ke unit gawat darurat jika: 3, 5
- Bilirubin total ≥3 mg/dL dengan transaminase >400 IU/mL 3
- ALT >5x ULN (atau >3x baseline pada penyakit hati berat) 1
- Bilirubin meningkat >2 mg/dL dalam 24-48 jam 3
- Tanda disfungsi sintetik: INR memanjang, albumin rendah 1, 2
- Gejala toksisitas sedang-berat: Kejang, letargi, ataksia, mual dan muntah berat 5
Peringatan Penting
- Jangan mengandalkan enzim hati normal untuk menyingkirkan cedera hati - penyakit hati dapat berkembang dengan LFT normal 2
- Pada penyakit hati lanjut, ambang batas untuk intervensi lebih rendah - pertimbangkan interupsi pengobatan hepatotoksik pada peningkatan ALT 3x lipat bahkan jika asimtomatik 1
- Periksa creatine kinase untuk menyingkirkan gangguan otot sebagai penyebab peningkatan AST 7
- Hepatotoksisitas kamper dapat terjadi melalui paparan dermal, bukan hanya ingesti 4