What laboratory tests are required for a patient with pre-existing liver disease who has ingested camphor?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pemeriksaan Laboratorium untuk Pasien dengan Penyakit Hati yang Menelan Kamper

Untuk pasien dengan penyakit hati pre-eksisting yang menelan kamper, lakukan panel fungsi hati komprehensif segera termasuk ALT, AST, alkaline phosphatase, bilirubin total dan direk, albumin, dan INR untuk mendeteksi cedera hepatoseluler akut yang dapat terjadi dari toksisitas kamper yang ditumpangi pada penyakit hati yang sudah ada. 1

Panel Laboratorium Awal Wajib

Pemeriksaan laboratorium harus mencakup:

  • Enzim transaminase: ALT dan AST untuk mendeteksi cedera hepatoseluler akut 1

    • ALT lebih spesifik untuk cedera hati karena konsentrasi rendah di jaringan lain 2
    • Peningkatan >5x batas atas normal (ULN) menandakan cedera hepatoseluler signifikan 1
  • Alkaline phosphatase (ALP): Untuk menilai pola kolestatik 1, 2

    • Peningkatan ≥2x ULN dengan GGT meningkat menunjukkan kolestasis 1
  • Bilirubin total dan direk: Indikator fungsi hati keseluruhan 1, 2

    • Bilirubin total >2 mg/dL dengan ALT ≥3x ULN menandakan cedera hepatoseluler berat 1, 3
  • Albumin: Mengukur kapasitas sintetik hati dan menunjukkan penyakit hati kronik 2

  • Prothrombin time/INR: Mengukur faktor pembekuan yang disintesis hati 2

    • Membantu menilai fungsi sintetik dan keparahan disfungsi hati 1
  • Jumlah trombosit: Trombositopenia dapat menunjukkan penyakit hati lanjut 2

Skrining Etiologi Komprehensif

Karena pasien memiliki penyakit hati pre-eksisting, lakukan skrining etiologi lengkap untuk menyingkirkan penyebab lain yang dapat memperburuk kondisi: 1

  • Serologi virus: Hepatitis A-E (HBsAg, anti-HBs, anti-HBc, anti-HCV) 1, 2
  • Autoantibodi hati dan imunoglobulin serum 1
  • Feritin dan saturasi transferin: Untuk hemokromatosis 1
  • Alfa-1-antitripsin 1
  • Seruloplasmin: Terutama pada pasien muda untuk menyingkirkan penyakit Wilson 1

Pemantauan Khusus untuk Toksisitas Kamper

Kamper dapat menyebabkan hepatotoksisitas, terutama pada pasien dengan penyakit hati yang sudah ada: 4

  • Periksa ulang fungsi hati dalam 24-48 jam jika pasien bergejala atau menelan >30 mg/kg 5, 6
  • Pantau setiap 1-4 minggu selama 2-3 bulan pertama untuk pasien dengan penyakit hati berat 1
  • Hitung rasio R untuk mengklasifikasikan pola cedera: 1
    • R = (ALT/ULN) / (ALP/ULN)
    • Hepatoseluler: R ≥5
    • Kolestatik: R ≤2
    • Campuran: R >2 dan <5

Penilaian Fibrosis Non-Invasif

Untuk pasien dengan penyakit hati pre-eksisting, evaluasi fibrosis penting: 2

  • Hitung skor FIB-4 atau NAFLD Fibrosis Score untuk stratifikasi risiko 2, 7
    • FIB-4 >2.67 menunjukkan fibrosis lanjut 7
  • Pertimbangkan elastografi transien (FibroScan) jika tersedia 1, 2
    • Nilai >12.0 kPa menunjukkan risiko tinggi fibrosis lanjut 7

Ambang Batas untuk Rujukan Darurat

Rujuk segera ke unit gawat darurat jika: 3, 5

  • Bilirubin total ≥3 mg/dL dengan transaminase >400 IU/mL 3
  • ALT >5x ULN (atau >3x baseline pada penyakit hati berat) 1
  • Bilirubin meningkat >2 mg/dL dalam 24-48 jam 3
  • Tanda disfungsi sintetik: INR memanjang, albumin rendah 1, 2
  • Gejala toksisitas sedang-berat: Kejang, letargi, ataksia, mual dan muntah berat 5

Peringatan Penting

  • Jangan mengandalkan enzim hati normal untuk menyingkirkan cedera hati - penyakit hati dapat berkembang dengan LFT normal 2
  • Pada penyakit hati lanjut, ambang batas untuk intervensi lebih rendah - pertimbangkan interupsi pengobatan hepatotoksik pada peningkatan ALT 3x lipat bahkan jika asimtomatik 1
  • Periksa creatine kinase untuk menyingkirkan gangguan otot sebagai penyebab peningkatan AST 7
  • Hepatotoksisitas kamper dapat terjadi melalui paparan dermal, bukan hanya ingesti 4

Observasi dan Tindak Lanjut

  • Pasien asimtomatik setelah 4 jam dapat diobservasi di rumah dengan aman 5
  • Pasien dengan penyakit hati pre-eksisting memerlukan pemantauan lebih ketat dengan pengulangan tes setiap 1-4 minggu hingga stabil 1
  • Jika enzim tetap meningkat >6 bulan, rujuk ke hepatologi 7

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Evaluation of Liver Function

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Urgent Evaluation of Total Bilirubin in Adults

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Camphor hepatotoxicity.

Southern medical journal, 2000

Research

Camphor toxicity: development of a triage strategy.

Veterinary and human toxicology, 1984

Guideline

Management of Mildly Elevated Liver Enzymes Following Cardiogenic/Septic Shock

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.