Obat Lanjutan untuk Fibrilasi Atrial dengan Respons Ventrikel Cepat yang Tidak Responsif
Berikan diltiazem atau verapamil intravena sebagai pilihan utama berikutnya, atau pertimbangkan amiodaron intravena jika terdapat disfungsi ventrikel kiri atau gagal jantung. 1, 2
Pilihan Calcium Channel Blocker Non-Dihydropyridine
Diltiazem atau verapamil intravena adalah pilihan yang paling tepat untuk pasien ini:
Diltiazem IV: Berikan bolus 0,25 mg/kg (berat badan aktual) selama 2 menit, dapat diulang dengan 0,35 mg/kg setelah 2 menit jika respons tidak adekuat, kemudian infus kontinyu 5-15 mg/jam 1
Verapamil IV: Berikan 5-10 mg selama ≥2 menit (dapat diulang dua kali), kemudian infus kontinyu 5 mg/jam (maksimal 20 mg/jam) 1
Kedua obat ini efektif dalam situasi darurat dan superior dibandingkan digoxin untuk kontrol laju jantung, terutama selama aktivitas 1
Kombinasi diltiazem dengan digoxin telah terbukti meningkatkan kontrol laju jantung baik saat istirahat (67 ± beats/min) maupun saat latihan puncak (132 ± 32 beats/min) 3
Peringatan penting: Hindari calcium channel blocker pada pasien dengan gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (LVEF <40%) atau disfungsi sistolik 1
Amiodaron sebagai Alternatif
Amiodaron intravena dapat dipertimbangkan dalam situasi khusus:
Indikasi: Pasien dengan instabilitas hemodinamik, LVEF yang sangat rendah, atau ketika agen lain gagal atau kontraindikasi 1, 2
Dosis: 150-300 mg IV selama 1 jam, kemudian 10-50 mg/jam selama 24 jam 1
Amiodaron memiliki sifat simpatolitik dan antagonis kalsium, efektif menekan konduksi AV 1
Kombinasi dengan digoxin memerlukan perhatian khusus: Dosis digoxin harus dikurangi sekitar 50% saat amiodaron dimulai, dengan monitoring ketat untuk bradikardia, blok jantung, dan toksisitas digoxin 2
Terapi Kombinasi
Jika agen tunggal tidak mencapai target laju jantung, terapi kombinasi harus dipertimbangkan:
Kombinasi beta-blocker (bisoprolol) dengan calcium channel blocker (diltiazem/verapamil) dapat efektif 1
Kombinasi digoxin dengan beta-blocker lebih disukai daripada kombinasi digoxin dengan amiodaron 2
Terapi kombinasi dengan berbagai agen kontrol laju harus dipertimbangkan jika agen tunggal tidak mencapai target laju jantung 1
Pertimbangan Khusus dan Peringatan
Evaluasi kondisi yang mendasari sebelum menambah obat:
Pastikan tidak ada sindrom pre-eksitasi (WPW), karena digoxin dan calcium channel blocker kontraindikasi absolut pada kondisi ini 1
Periksa fungsi ventrikel kiri - jika LVEF <40%, hindari calcium channel blocker dan pertimbangkan amiodaron 1
Monitor tekanan darah selama pemberian IV untuk mendeteksi hipotensi yang signifikan secara klinis 1
Jika kontrol laju tetap tidak adekuat meskipun dengan terapi kombinasi optimal, ablasi nodus AV dengan pemasangan pacu jantung mungkin lebih tepat daripada meningkatkan farmakoterapi lebih lanjut 2