What is the starting dose of propranolol for a patient with hyperthyroidism?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Propranolol untuk Hipertiroid

Untuk pasien hipertiroid dengan tekanan darah 120/70 mmHg, mulai propranolol immediate-release 40 mg dua kali sehari (total 80 mg/hari), atau propranolol long-acting 80 mg sekali sehari, dengan titrasi hingga 120-160 mg/hari untuk maintenance jika diperlukan. 1

Rasional Dosis untuk Hipertiroid

  • Dosis awal propranolol untuk hipertiroid adalah 80-160 mg/hari dalam dosis terbagi, yang dapat diberikan sebagai immediate-release 40 mg dua kali sehari atau long-acting 80 mg sekali sehari 2, 1

  • Penelitian menunjukkan bahwa dosis 240-400 mg/hari mungkin diperlukan untuk mencapai kompensasi klinis pada beberapa pasien hipertiroid, dengan mayoritas pasien terkontrol pada 240 mg/hari 3

  • Titrasi dosis harus dilakukan berdasarkan respons klinis, terutama kontrol heart rate - jika heart rate istirahat tetap di atas 75 kali/menit setelah 4-7 hari pengobatan, dosis harus ditingkatkan 4

Penilaian Pra-Pengobatan yang Wajib

Sebelum memulai propranolol, lakukan skrining untuk kontraindikasi absolut:

  • Heart block derajat 2 atau 3, gagal jantung dekompensasi, asma atau penyakit obstruktif saluran napas, syok kardiogenik, dan disfungsi sinus node tanpa pacemaker 1

  • Lakukan pemeriksaan baseline termasuk pengukuran heart rate dan tekanan darah, pemeriksaan kardiovaskular dengan auskultasi, dan skrining riwayat bronkospasme, diabetes, serta obat-obatan yang mempengaruhi konduksi jantung 5, 1

  • Pada pasien dengan tekanan darah 120/70 mmHg, tidak ada kontraindikasi dari sisi hipotensi, sehingga aman untuk memulai terapi 2

Monitoring Selama Pengobatan

  • Monitor hipotensi dan bradikardia, terutama selama eskalasi dosis 2, 1

  • Propranolol menurunkan heart rate secara substansial pada pasien hipertiroid (dari rata-rata 81 menjadi 67 kali/menit dalam 90 menit setelah pemberian oral) 6

  • Heart rate berkorelasi signifikan dengan kadar free T3 dan free T4, sehingga dapat digunakan sebagai parameter monitoring 6

Pertimbangan Khusus untuk Hipertiroid

  • Propranolol tidak hanya memblokir reseptor beta-adrenergik tetapi juga menurunkan konversi T4 menjadi T3 dan meningkatkan reverse T3 (rT3), terutama pada dosis ≥240 mg/hari 3, 4

  • Efek pada metabolisme hormon tiroid bersifat transien dan tidak berkelanjutan selama periode pengobatan, sehingga perbaikan klinis terutama disebabkan oleh blokade reseptor beta-adrenergik 3

  • Sebagian kecil pasien tirotoksik mungkin tidak menunjukkan perbaikan klinis bahkan dengan dosis >400 mg/hari, sehingga diperlukan individualisasi dosis 3

Peringatan Keamanan Kritis

  • Jangan pernah menghentikan propranolol secara tiba-tiba, terutama setelah penggunaan kronis, karena dapat memicu rebound hipertensi, takikardia, atau angina - lakukan tapering bertahap selama beberapa minggu 2, 1

  • Propranolol dapat menutupi gejala hipoglikemia pada pasien diabetes, sehingga harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan diabetes atau riwayat episode hipoglikemik 5

  • Efek samping yang paling umum termasuk fatigue, bradikardia, hipotensi, pusing, ekstremitas dingin, dan potensi perburukan gagal jantung 2

  • Hindari kombinasi rutin dengan calcium channel blocker non-dihydropyridine (diltiazem, verapamil) karena meningkatkan risiko bradikardia dan heart block 2, 1

References

Guideline

Propranolol Dosing and Administration

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Medication Transition from Flupentixol/Melitracen to Propranolol

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Propranolol and hyperthyroidism: sequential changes in serum iodothyronine (T4, T3, rT3) concentrations during therapy until clinical remission.

Brazilian journal of medical and biological research = Revista brasileira de pesquisas medicas e biologicas, 1983

Research

Effects and plasma levels of propranolol and metoprolol in hyperthyroid patients.

European journal of clinical pharmacology, 1980

Guideline

Propranolol Dosing for Performance Anxiety

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.