Dosis Propranolol untuk Hipertiroid
Untuk pasien hipertiroid dengan tekanan darah 120/70 mmHg, mulai propranolol immediate-release 40 mg dua kali sehari (total 80 mg/hari), atau propranolol long-acting 80 mg sekali sehari, dengan titrasi hingga 120-160 mg/hari untuk maintenance jika diperlukan. 1
Rasional Dosis untuk Hipertiroid
Dosis awal propranolol untuk hipertiroid adalah 80-160 mg/hari dalam dosis terbagi, yang dapat diberikan sebagai immediate-release 40 mg dua kali sehari atau long-acting 80 mg sekali sehari 2, 1
Penelitian menunjukkan bahwa dosis 240-400 mg/hari mungkin diperlukan untuk mencapai kompensasi klinis pada beberapa pasien hipertiroid, dengan mayoritas pasien terkontrol pada 240 mg/hari 3
Titrasi dosis harus dilakukan berdasarkan respons klinis, terutama kontrol heart rate - jika heart rate istirahat tetap di atas 75 kali/menit setelah 4-7 hari pengobatan, dosis harus ditingkatkan 4
Penilaian Pra-Pengobatan yang Wajib
Sebelum memulai propranolol, lakukan skrining untuk kontraindikasi absolut:
Heart block derajat 2 atau 3, gagal jantung dekompensasi, asma atau penyakit obstruktif saluran napas, syok kardiogenik, dan disfungsi sinus node tanpa pacemaker 1
Lakukan pemeriksaan baseline termasuk pengukuran heart rate dan tekanan darah, pemeriksaan kardiovaskular dengan auskultasi, dan skrining riwayat bronkospasme, diabetes, serta obat-obatan yang mempengaruhi konduksi jantung 5, 1
Pada pasien dengan tekanan darah 120/70 mmHg, tidak ada kontraindikasi dari sisi hipotensi, sehingga aman untuk memulai terapi 2
Monitoring Selama Pengobatan
Monitor hipotensi dan bradikardia, terutama selama eskalasi dosis 2, 1
Propranolol menurunkan heart rate secara substansial pada pasien hipertiroid (dari rata-rata 81 menjadi 67 kali/menit dalam 90 menit setelah pemberian oral) 6
Heart rate berkorelasi signifikan dengan kadar free T3 dan free T4, sehingga dapat digunakan sebagai parameter monitoring 6
Pertimbangan Khusus untuk Hipertiroid
Propranolol tidak hanya memblokir reseptor beta-adrenergik tetapi juga menurunkan konversi T4 menjadi T3 dan meningkatkan reverse T3 (rT3), terutama pada dosis ≥240 mg/hari 3, 4
Efek pada metabolisme hormon tiroid bersifat transien dan tidak berkelanjutan selama periode pengobatan, sehingga perbaikan klinis terutama disebabkan oleh blokade reseptor beta-adrenergik 3
Sebagian kecil pasien tirotoksik mungkin tidak menunjukkan perbaikan klinis bahkan dengan dosis >400 mg/hari, sehingga diperlukan individualisasi dosis 3
Peringatan Keamanan Kritis
Jangan pernah menghentikan propranolol secara tiba-tiba, terutama setelah penggunaan kronis, karena dapat memicu rebound hipertensi, takikardia, atau angina - lakukan tapering bertahap selama beberapa minggu 2, 1
Propranolol dapat menutupi gejala hipoglikemia pada pasien diabetes, sehingga harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan diabetes atau riwayat episode hipoglikemik 5
Efek samping yang paling umum termasuk fatigue, bradikardia, hipotensi, pusing, ekstremitas dingin, dan potensi perburukan gagal jantung 2
Hindari kombinasi rutin dengan calcium channel blocker non-dihydropyridine (diltiazem, verapamil) karena meningkatkan risiko bradikardia dan heart block 2, 1