Mengapa Pasien TOF Tidak Boleh Diberikan Oksigen Konsentrasi Tinggi
Pada pasien dengan Tetralogy of Fallot (TOF), pemberian oksigen konsentrasi tinggi harus dihindari karena dapat memperburuk shunting right-to-left dengan menurunkan resistensi vaskular pulmonal, yang paradoksnya dapat mengurangi aliran darah pulmonal dan memperburuk hipoksemia sistemik.
Mekanisme Fisiologis yang Mendasari
Efek Oksigen pada Resistensi Vaskular Pulmonal
- Oksigen konsentrasi tinggi menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah pulmonal, yang menurunkan resistensi vaskular pulmonal (PVR) 1
- Pada TOF, terdapat obstruksi right ventricular outflow tract (RVOT) yang menyebabkan darah mengalir dari ventrikel kanan ke kiri melalui ventricular septal defect (VSD) 2
- Ketika PVR turun akibat oksigen konsentrasi tinggi, resistensi vaskular sistemik (SVR) menjadi relatif lebih tinggi dibanding PVR 1
Paradoks Shunting
- Penurunan PVR yang berlebihan dapat memperburuk shunting right-to-left karena darah "memilih" jalur dengan resistensi lebih rendah 1
- Pada kondisi dengan obstruksi RVOT yang signifikan (gradien >80 mmHg), efek ini menjadi lebih berbahaya 3
- Pasien dengan saturasi oksigen preoperatif yang rendah lebih rentan terhadap komplikasi hemodinamik 3
Target Saturasi Oksigen yang Tepat
Prinsip Manajemen Oksigen
- Target saturasi oksigen pada pasien TOF harus disesuaikan dengan kondisi baseline pasien, bukan mengejar saturasi 100% 1
- Untuk pasien TOF dengan sianosis kronik, saturasi 75-85% seringkali merupakan kondisi fisiologis yang dapat ditoleransi 2
- Hindari hipoksemia berat (saturasi <75%), tetapi juga hindari hiperoksia yang tidak perlu 1
Monitoring yang Diperlukan
- Saturasi oksigen arteri pulmonalis harus dimonitor, terutama post-operatif, untuk mendeteksi left-to-right shunt yang signifikan 4
- Saturasi arteri pulmonalis ≥80% mengindikasikan kemungkinan shunt kiri-ke-kanan dengan rasio Qp:Qs >1.5 4
- Monitoring tekanan darah arteri dan cerebral oxygenation menggunakan near-infrared spectroscopy dapat membantu evaluasi perfusi organ 5
Situasi Klinis Spesifik
Manajemen Pre-operatif
- Pasien dengan hematokrit tinggi dan saturasi rendah memerlukan perhatian khusus karena risiko komplikasi lebih tinggi 3
- Keberadaan aortopulmonary collaterals (28 dari 41 pasien dalam satu studi) mempengaruhi manajemen oksigen 3
- Pasien dengan disfungsi ventrikel kanan memerlukan inotropic score yang lebih tinggi dan monitoring lebih ketat 3
Manajemen Post-operatif
- Konversi dari ventilasi tekanan positif ke breathing spontan meningkatkan cardiac output dan oksigenasi serebral secara signifikan 5
- Tekanan darah arteri rata-rata meningkat dari 67.3 ± 6.5 menjadi 71.1 ± 8.4 mmHg setelah ekstubasi 5
- Saturasi oksigen serebral meningkat dari 68.5 ± 8.4% menjadi 74.2 ± 7.9% setelah ekstubasi 5
Pitfall yang Harus Dihindari
Kesalahan Umum dalam Pemberian Oksigen
- Jangan memberikan oksigen 100% dengan asumsi semua pasien sianotik memerlukan oksigen konsentrasi tinggi 1
- Jangan mengejar target saturasi 94-98% seperti pada pasien tanpa penyakit jantung kongenital 1
- Jangan mengabaikan efek hemodinamik dari perubahan PVR terhadap shunting 1
Monitoring yang Tidak Boleh Diabaikan
- Gradien RVOT >40 mmHg pada intensive care unit mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi, meskipun sensitivitasnya tidak sempurna 4
- Rasio tekanan ventrikel kanan terhadap sistemik harus dimonitor (median 0.40, range 0.2-0.8 pada satu studi) 3
- Durasi ventilasi mekanik dan inotropic score berkorelasi negatif dengan saturasi oksigen preoperatif 3
Algoritma Praktis Pemberian Oksigen
Langkah-langkah Titrasi Oksigen
- Evaluasi baseline: Tentukan saturasi oksigen baseline pasien (biasanya 75-85% pada TOF dengan sianosis) 2
- Mulai dengan FiO2 rendah: Gunakan nasal cannula 1-2 L/menit atau Venturi mask 24-28% 1
- Target saturasi individual: Targetkan saturasi yang sedikit di atas baseline pasien, bukan 94-98% 1
- Monitor hemodinamik: Perhatikan tekanan darah, heart rate, dan perfusi perifer 5
- Titrasi bertahap: Tingkatkan atau turunkan oksigen secara bertahap sambil monitoring respons hemodinamik 1, 6