How to administer Natrilix SR (Indapamide) to a patient with Chronic Kidney Disease (CKD) on Hemodialysis (HD)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Natrilix SR (Indapamide) Tidak Direkomendasikan untuk Pasien CKD dengan Hemodialisis

Indapamide harus dihindari atau digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan penyakit ginjal berat, termasuk mereka yang menjalani hemodialisis, karena dapat memperburuk azotemia dan fungsi ginjal yang sudah terganggu. 1

Kontraindikasi dan Peringatan Utama

Perhatian pada Gangguan Fungsi Ginjal Berat

  • Label FDA untuk indapamide secara eksplisit menyatakan bahwa obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit ginjal berat, karena penurunan volume plasma dapat memperburuk atau memicu azotemia 1

  • Jika terjadi penurunan fungsi ginjal progresif pada pasien yang menerima indapamide, pertimbangkan untuk menahan atau menghentikan terapi diuretik 1

  • Tes fungsi ginjal harus dilakukan secara berkala selama pengobatan dengan indapamide 1

Efektivitas yang Menurun pada CKD

  • Meskipun indapamide memiliki efek antihipertensi pada pasien dengan berbagai tingkat gangguan fungsi ginjal, efek diuretiknya secara umum menurun seiring dengan penurunan fungsi ginjal 1

  • Pada pasien hemodialisis, fungsi ginjal residual minimal atau tidak ada, sehingga efek diuretik indapamide menjadi tidak relevan dan tidak efektif 1

Pertimbangan Farmakokinetik pada Hemodialisis

Eliminasi dan Metabolisme

  • Minimal 70% dari dosis oral tunggal indapamide dieliminasi melalui ginjal, dengan tambahan 23% melalui saluran gastrointestinal 1

  • Pada pasien hemodialisis, jalur eliminasi renal yang utama ini sangat terganggu, meningkatkan risiko akumulasi obat 2

  • Waktu paruh indapamide dalam darah adalah sekitar 14 jam pada individu dengan fungsi ginjal normal, tetapi dapat diperpanjang secara signifikan pada pasien dengan gangguan ginjal berat 1

Risiko Akumulasi dan Toksisitas

  • Perubahan farmakokinetik pada pasien CKD dan hemodialisis menempatkan mereka pada risiko tinggi akumulasi obat dan kejadian merugikan 2

  • Baik klirens renal maupun non-renal obat dapat menurun secara substansial pada CKD, meningkatkan risiko toksisitas 2

Komplikasi Elektrolit yang Diperburuk

Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit

  • Indapamide dapat menyebabkan hipokalemia, hiponatremia, dan ketidakseimbangan elektrolit lainnya, yang sangat berbahaya pada pasien hemodialisis yang sudah rentan terhadap gangguan elektrolit 1

  • Penentuan elektrolit serum secara berkala sangat penting, terutama pada pasien dengan gagal jantung, penyakit ginjal, dan sirosis 1

  • Risiko hipokalemia meningkat dengan dosis yang lebih besar, diuresis yang cepat, dan pada pasien dengan sirosis berat 1

Hiperurisemia dan Asam Urat

  • Konsentrasi serum asam urat meningkat rata-rata 0,69 mg/100 mL pada pasien yang diobati dengan indapamide 1,25 mg, dan dapat memicu gout pada pasien tertentu 1

  • Konsentrasi serum asam urat harus dipantau secara berkala selama pengobatan 1

Rekomendasi Alternatif untuk Kontrol Tekanan Darah

Pilihan Antihipertensi yang Lebih Aman

  • Untuk pasien CKD stadium 3 dengan albuminuria, ARB seperti losartan direkomendasikan untuk memberikan efek renoprotektif dan memperlambat progresivitas penyakit ginjal 3

  • Pada pasien hemodialisis, pemilihan antihipertensi harus mempertimbangkan profil farmakokinetik yang lebih aman dan tidak bergantung pada fungsi ginjal untuk eliminasi 2, 4

Kesimpulan Praktis

  • Hindari penggunaan Natrilix SR (indapamide) 1,5 mg pada pasien CKD dengan hemodialisis karena risiko tinggi akumulasi obat, efektivitas diuretik yang minimal, dan potensi memperburuk fungsi ginjal 1

  • Jika kontrol tekanan darah diperlukan, konsultasikan dengan nefrolog pasien untuk memilih agen antihipertensi alternatif yang lebih aman dan efektif untuk populasi hemodialisis 4

  • Jika indapamide sudah diberikan sebelum hemodialisis dimulai, pertimbangkan untuk menghentikan dan beralih ke agen yang lebih sesuai 1

References

Research

Pharmacokinetic considerations in chronic kidney disease and patients requiring dialysis.

Expert opinion on drug metabolism & toxicology, 2014

Guideline

Renoprotective Effects of Losartan in CKD Stage 3

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Prescribing for patients on dialysis.

Australian prescriber, 2016

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.