Natrilix SR (Indapamide) Tidak Direkomendasikan untuk Pasien CKD dengan Hemodialisis
Indapamide harus dihindari atau digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan penyakit ginjal berat, termasuk mereka yang menjalani hemodialisis, karena dapat memperburuk azotemia dan fungsi ginjal yang sudah terganggu. 1
Kontraindikasi dan Peringatan Utama
Perhatian pada Gangguan Fungsi Ginjal Berat
Label FDA untuk indapamide secara eksplisit menyatakan bahwa obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit ginjal berat, karena penurunan volume plasma dapat memperburuk atau memicu azotemia 1
Jika terjadi penurunan fungsi ginjal progresif pada pasien yang menerima indapamide, pertimbangkan untuk menahan atau menghentikan terapi diuretik 1
Tes fungsi ginjal harus dilakukan secara berkala selama pengobatan dengan indapamide 1
Efektivitas yang Menurun pada CKD
Meskipun indapamide memiliki efek antihipertensi pada pasien dengan berbagai tingkat gangguan fungsi ginjal, efek diuretiknya secara umum menurun seiring dengan penurunan fungsi ginjal 1
Pada pasien hemodialisis, fungsi ginjal residual minimal atau tidak ada, sehingga efek diuretik indapamide menjadi tidak relevan dan tidak efektif 1
Pertimbangan Farmakokinetik pada Hemodialisis
Eliminasi dan Metabolisme
Minimal 70% dari dosis oral tunggal indapamide dieliminasi melalui ginjal, dengan tambahan 23% melalui saluran gastrointestinal 1
Pada pasien hemodialisis, jalur eliminasi renal yang utama ini sangat terganggu, meningkatkan risiko akumulasi obat 2
Waktu paruh indapamide dalam darah adalah sekitar 14 jam pada individu dengan fungsi ginjal normal, tetapi dapat diperpanjang secara signifikan pada pasien dengan gangguan ginjal berat 1
Risiko Akumulasi dan Toksisitas
Perubahan farmakokinetik pada pasien CKD dan hemodialisis menempatkan mereka pada risiko tinggi akumulasi obat dan kejadian merugikan 2
Baik klirens renal maupun non-renal obat dapat menurun secara substansial pada CKD, meningkatkan risiko toksisitas 2
Komplikasi Elektrolit yang Diperburuk
Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
Indapamide dapat menyebabkan hipokalemia, hiponatremia, dan ketidakseimbangan elektrolit lainnya, yang sangat berbahaya pada pasien hemodialisis yang sudah rentan terhadap gangguan elektrolit 1
Penentuan elektrolit serum secara berkala sangat penting, terutama pada pasien dengan gagal jantung, penyakit ginjal, dan sirosis 1
Risiko hipokalemia meningkat dengan dosis yang lebih besar, diuresis yang cepat, dan pada pasien dengan sirosis berat 1
Hiperurisemia dan Asam Urat
Konsentrasi serum asam urat meningkat rata-rata 0,69 mg/100 mL pada pasien yang diobati dengan indapamide 1,25 mg, dan dapat memicu gout pada pasien tertentu 1
Konsentrasi serum asam urat harus dipantau secara berkala selama pengobatan 1
Rekomendasi Alternatif untuk Kontrol Tekanan Darah
Pilihan Antihipertensi yang Lebih Aman
Untuk pasien CKD stadium 3 dengan albuminuria, ARB seperti losartan direkomendasikan untuk memberikan efek renoprotektif dan memperlambat progresivitas penyakit ginjal 3
Pada pasien hemodialisis, pemilihan antihipertensi harus mempertimbangkan profil farmakokinetik yang lebih aman dan tidak bergantung pada fungsi ginjal untuk eliminasi 2, 4
Kesimpulan Praktis
Hindari penggunaan Natrilix SR (indapamide) 1,5 mg pada pasien CKD dengan hemodialisis karena risiko tinggi akumulasi obat, efektivitas diuretik yang minimal, dan potensi memperburuk fungsi ginjal 1
Jika kontrol tekanan darah diperlukan, konsultasikan dengan nefrolog pasien untuk memilih agen antihipertensi alternatif yang lebih aman dan efektif untuk populasi hemodialisis 4
Jika indapamide sudah diberikan sebelum hemodialisis dimulai, pertimbangkan untuk menghentikan dan beralih ke agen yang lebih sesuai 1