What is the recommended approach when switching a patient from telmisartan (Angiotensin II Receptor Blocker (ARB)) to Uperio (sacubitril/valsartan)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penggantian dari Telmisartan ke Uperio (Sacubitril/Valsartan)

Pasien yang sudah mendapat terapi telmisartan dapat langsung diganti ke Uperio (sacubitril/valsartan) tanpa periode washout, karena tidak ada peningkatan risiko angioedema ketika beralih dari ARB ke ARNI. 1, 2

Protokol Penggantian yang Aman

Tidak Perlu Periode Washout

  • Telmisartan dapat dihentikan dan sacubitril/valsartan dimulai pada hari yang sama atau hari berikutnya, berbeda dengan penggantian dari ACE inhibitor yang memerlukan washout 36 jam untuk menghindari angioedema 1, 2
  • Risiko angioedema tidak meningkat ketika menggabungkan inhibisi neprilysin dengan terapi ARB, sehingga transisi dapat dilakukan dengan aman dan cepat 2

Dosis Awal Berdasarkan Dosis Telmisartan Sebelumnya

Untuk pasien dengan dosis tinggi ARB (setara valsartan ≥160 mg total harian):

  • Mulai sacubitril/valsartan 49/51 mg dua kali sehari 1, 2
  • Telmisartan 80 mg sekali sehari setara dengan valsartan 160 mg total harian 1

Untuk pasien dengan dosis rendah atau sedang ARB (setara valsartan <160 mg total harian):

  • Mulai sacubitril/valsartan 24/26 mg dua kali sehari 1, 2
  • Pendekatan titrasi bertahap memaksimalkan pencapaian dosis target pada pasien yang sebelumnya menerima dosis rendah ARB 1, 3

Populasi Khusus yang Memerlukan Dosis Awal Lebih Rendah (24/26 mg dua kali sehari)

  • Gangguan ginjal berat (eGFR <30 mL/min/1.73 m²) 1, 4, 2
  • Gangguan hati sedang (Child-Pugh Class B) 1, 2
  • Tekanan darah sistolik <100 mmHg 1, 2
  • Usia ≥75 tahun 1

Protokol Titrasi

  • Gandakan dosis setiap 2-4 minggu menuju dosis target 97/103 mg dua kali sehari, sesuai toleransi 1, 4, 2
  • Titrasi dapat dilakukan setiap 1-2 minggu tergantung pada gejala, tanda vital, dan temuan laboratorium 4
  • Studi TITRATION menunjukkan bahwa pendekatan titrasi bertahap (6 minggu) dan cepat (3 minggu) sama-sama dapat ditoleransi, tetapi titrasi bertahap memaksimalkan pencapaian dosis target pada pasien dengan dosis ARB rendah sebelumnya 1, 3
  • Sekitar 50% pasien dapat mencapai dosis target dalam 10 minggu 1, 5

Monitoring Penting

Evaluasi dalam 1-2 minggu setelah inisiasi atau peningkatan dosis: 4, 2

  • Tekanan darah (perhatikan hipotensi simptomatik)
  • Kreatinin serum dan eGFR
  • Kalium serum

Tanda peringatan yang memerlukan penyesuaian dosis: 4

  • Penurunan eGFR >30% dari baseline
  • Hiperkalemia yang berkembang
  • Hipotensi simptomatik

Pertimbangan Klinis Penting

Manajemen Hipotensi

  • Sacubitril/valsartan memberikan efek yang lebih signifikan terhadap tekanan darah dibandingkan dengan ARB 1
  • Pada pasien dengan tekanan darah borderline (sistolik ≤100 mmHg), diperlukan pemberian yang hati-hati dan follow-up ketat 1
  • Pada pasien yang tidak mengalami kongesti dengan profil klinis yang stabil, penurunan dosis diuretik loop secara empiris dapat mengurangi efek hipotensi dari sacubitril/valsartan 1
  • Pastikan pasien tidak mengalami deplesi volume sebelum inisiasi, karena hingga 25% pasien dalam studi PIONEER-HF mengalami hipotensi 1, 5

Perubahan Fungsi Ginjal

  • Penurunan eGFR sedang (>15%) dapat terjadi pada sekitar 10-11% pasien saat transisi ke sacubitril/valsartan 6
  • Penurunan eGFR awal ini tidak secara konsisten terkait dengan outcome yang buruk dan fungsi ginjal sebagian pulih seiring waktu 6
  • Manfaat jangka panjang sacubitril/valsartan tetap konsisten terlepas dari penurunan eGFR awal 6
  • Perubahan eGFR awal tidak boleh menghentikan kelanjutan sacubitril/valsartan atau menghambat uptitrasi 6

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda inisiasi karena menunggu periode washout - ini hanya diperlukan untuk ACE inhibitor, bukan ARB 1, 2
  • Jangan menghentikan atau mengurangi dosis secara permanen untuk hipotensi asimptomatik, peningkatan kreatinin ringan yang transien, atau hiperkalemia ringan 5
  • Jangan gagal untuk melakukan uptitrasi ke dosis target, karena dosis yang lebih tinggi memberikan manfaat mortalitas yang lebih besar 5
  • Jangan mengabaikan penyesuaian diuretik pada pasien yang tidak mengalami kongesti untuk mengurangi risiko hipotensi 1

Manfaat Klinis

  • Pedoman AHA/ACC/HFSA 2022 memberikan rekomendasi Class 1, Level B-R untuk mengganti ARB dengan ARNI pada pasien dengan HFrEF simptomatik kronis NYHA class II atau III untuk lebih mengurangi morbiditas dan mortalitas 2
  • Studi PARADIGM-HF menunjukkan pengurangan relatif 20% dalam kematian kardiovaskular atau hospitalisasi gagal jantung dibandingkan dengan enalapril 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Switching from Valsartan to ARNI (Sacubitril/Valsartan)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Dosing Adjustments for Sacubitril/Valsartan in Renal Impairment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Restarting Sacubitril/Valsartan After NSTEMI/CHF Hospitalization

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.