Penggantian Telmisartan ke Uperio (Sacubitril/Valsartan)
Ya, pasien dapat dan sebaiknya diganti dari telmisartan ke Uperio (sacubitril/valsartan) jika pasien memiliki gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (HFrEF) dan tetap simptomatik meskipun sudah mendapat terapi optimal. 1
Kriteria Pasien yang Tepat untuk Penggantian
- Pasien dengan HFrEF (LVEF ≤40%) dengan gejala NYHA kelas II-IV yang tetap simptomatik meskipun sudah mendapat terapi dengan ARB (telmisartan), beta-blocker, dan mineralocorticoid receptor antagonist 1, 2
- Tekanan darah sistolik ≥100 mmHg lebih disukai, namun tekanan darah yang lebih rendah bukan kontraindikasi absolut 1, 3
- Status klinis stabil, tidak dalam kondisi dekompensasi akut 1
- Semua pasien HFrEF yang menggunakan ARB adalah kandidat untuk penggantian, tanpa perlu menunggu pasien "gagal" dengan terapi medis optimal terlebih dahulu 1
Cara Melakukan Penggantian dari Telmisartan
Keuntungan utama: Tidak diperlukan washout period saat mengganti dari ARB ke sacubitril/valsartan 1, 3
Langkah-langkah Praktis:
Verifikasi tidak ada kontraindikasi: 1
- Riwayat angioedema
- Kehamilan atau menyusui
- Gangguan hati berat
- Penggunaan ACE inhibitor bersamaan
Hentikan telmisartan dan mulai Uperio pada hari yang sama (tidak perlu washout period) 1, 3
- Pasien standar: Mulai dengan 49/51 mg dua kali sehari
- Pasien risiko tinggi (gangguan ginjal berat dengan eGFR <30 mL/min/1.73 m², gangguan hati sedang, usia ≥75 tahun): Mulai dengan 24/26 mg dua kali sehari
- Gandakan dosis setiap 2-4 minggu sesuai toleransi
- Target dosis: 97/103 mg dua kali sehari
- Manfaat tergantung pada dosis, jadi upayakan mencapai dosis target
Monitoring Setelah Penggantian
- Periksa fungsi ginjal dan elektrolit dalam 1-2 minggu setelah inisiasi dan setiap kenaikan dosis 3
- Monitor tekanan darah dengan ketat, terutama selama inisiasi dan titrasi dosis 3
- Hipotensi adalah efek samping yang umum, namun hipotensi asimptomatik bukan alasan untuk menghindari penggantian 1
Manajemen Hambatan Umum
- Hipotensi simptomatik: Pertimbangkan mengurangi dosis diuretik terlebih dahulu, atau sementara kurangi dosis sacubitril/valsartan kemudian titrasi kembali - 40% pasien yang memerlukan pengurangan dosis sementara berhasil dikembalikan ke dosis target 1, 3
- Peningkatan kreatinin ringan (<0.5 mg/dL): Dapat diterima dan tidak memerlukan penyesuaian dosis 1
- Kebutuhan diuretik: Mungkin berkurang karena natriuresis yang meningkat dengan Uperio 1, 3
Penyesuaian Obat Lain
- Lanjutkan beta-blocker (seperti metoprolol succinate, carvedilol, atau bisoprolol) karena merupakan terapi dasar HFrEF 3, 2
- Lanjutkan mineralocorticoid receptor antagonist (spironolactone atau eplerenone) 4, 2
- Pertimbangkan penambahan SGLT2 inhibitor jika belum diresepkan, karena mengurangi kematian kardiovaskular dan hospitalisasi gagal jantung 2, 5
- Perhatikan interaksi dengan statin: Sacubitril/valsartan dapat meningkatkan kadar statin yang merupakan substrat transporter OATP1B1, OATP1B3, OAT1, dan OAT3 - pertimbangkan dosis statin yang lebih rendah 1
Dasar Bukti untuk Penggantian
- Sacubitril/valsartan mengurangi kematian kardiovaskular dan hospitalisasi gagal jantung sebesar 20% dibandingkan dengan ACE inhibitor dalam studi PARADIGM-HF 1
- Manfaat terjadi terlepas dari tingkat keparahan gejala, durasi gagal jantung, atau tekanan darah awal 1, 3
- Efektivitas dipertahankan pada populasi rentan, termasuk pasien dengan tanda-tanda kongesti, hospitalisasi gagal jantung baru-baru ini, dan pasien lanjut usia 1
- Manfaat terjadi dalam beberapa minggu setelah inisiasi dan independen dari usia, jenis kelamin, atau terapi medis latar belakang 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menunda penggantian karena hipotensi asimptomatik - sacubitril/valsartan memberikan manfaat mortalitas bahkan dengan tekanan darah yang lebih rendah 1
- Jangan memberikan dosis yang tidak memadai karena kekhawatiran tentang fungsi ginjal - meskipun memulai dengan dosis lebih rendah adalah tepat, upayakan untuk titrasi ke dosis maksimal yang dapat ditoleransi 3
- Jangan menghentikan terapi secara prematur karena perubahan laboratorium ringan atau hipotensi asimptomatik 3
- Jangan mengabaikan monitoring interaksi obat, terutama dengan statin 1, 3