Is ranexa (ranolazine) safe to use in a patient with a prolonged QT interval and chronic kidney disease (CKD) on hemodialysis (HD)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ranexa (Ranolazine) Tidak Aman untuk Pasien Ini

Ranolazine dikontraindikasikan atau harus dihindari pada pasien dengan QTc yang sudah memanjang (522 ms), terutama pada pasien dengan CKD on hemodialysis, karena risiko tinggi perpanjangan QT lebih lanjut dan aritmia ventrikel yang mengancam jiwa. 1

Alasan Utama Kontraindikasi

Perpanjangan QT yang Sudah Ada

  • QTc pasien 522 ms sudah berada dalam kategori berbahaya (>500 ms), yang secara signifikan meningkatkan risiko torsades de pointes 2
  • Label FDA untuk ranolazine secara eksplisit memperingatkan tentang perpanjangan interval QT dan menyatakan bahwa data sangat terbatas untuk pasien dengan perpanjangan interval QT yang sudah diketahui 1
  • Ranolazine memperpanjang QT interval secara dose-dependent, menambah risiko pada pasien yang sudah memiliki QTc memanjang 3, 4

Risiko pada Pasien CKD on Hemodialysis

  • Label FDA merekomendasikan monitoring fungsi ginjal pada pasien dengan gangguan ginjal sedang hingga berat (CrCl <60 mL/min), dan jika gagal ginjal akut berkembang, ranolazine harus dihentikan 1
  • Pasien hemodialisis menggunakan obat-obatan yang memperpanjang QT dengan risiko torsades de pointes 1.4-2.5 kali lebih sering dibandingkan individu tanpa penyakit ginjal stadium akhir 5
  • Pasien hemodialisis sangat rentan terhadap sudden cardiac death yang dipicu oleh perpanjangan QT akibat obat karena beban penyakit kardiovaskular yang substansial, paparan terhadap pergeseran elektrolit selama dialisis, dan polifarmasi ekstensif 5
  • Seperempat pasien predialisis memiliki perpanjangan QT, menempatkan mereka pada risiko lebih tinggi untuk kejadian kardiovaskular 6

Pertimbangan Klinis Tambahan

Mekanisme Bahaya Ganda

  • Meskipun ranolazine mengurangi late sodium current (yang secara teoritis bisa bermanfaat), efek utamanya pada pasien ini adalah penghambatan arus kalium delayed rectifier (I_Kr), yang memperpanjang durasi potensial aksi dan interval QT 3, 7
  • Pada pasien dengan QT yang sudah memanjang, efek perpanjangan QT tambahan dari ranolazine lebih dominan dan berbahaya 3

Alternatif yang Lebih Aman

  • Untuk angina kronis pada pasien ini, pertimbangkan:
    • Beta-blocker seperti atenolol (lini pertama) 3
    • Calcium channel blocker seperti amlodipine atau verapamil (lini kedua) 3
    • Nitrat (jika diperlukan terapi tambahan)
  • Obat-obat ini tidak memperpanjang QT interval secara signifikan dan lebih aman untuk pasien dengan QTc yang sudah memanjang 8

Rekomendasi Manajemen

Langkah Segera

  • Hentikan semua obat yang memperpanjang QT yang tidak esensial 2
  • Koreksi abnormalitas elektrolit, terutama hipokalemia dan hipomagnesemia (pertahankan kalium >4.0 mEq/L) 2
  • Konsultasi kardiologi untuk QTc >500 ms 2
  • Monitoring EKG berkelanjutan 2

Jika Terapi Antianginal Diperlukan

  • Gunakan beta-blocker atau calcium channel blocker sebagai gantinya 3
  • Hindari kombinasi beberapa obat yang memperpanjang QT 2
  • Monitor EKG secara berkala setelah setiap perubahan pengobatan 2

Peringatan Khusus

Jangan pernah memulai ranolazine pada pasien dengan QTc >500 ms dan CKD on hemodialysis karena risiko aritmia fatal melebihi manfaat potensial apapun. 1, 5

References

Guideline

Management of Prolonged QTc Interval

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Antiarrhythmic effects of ranolazine in a guinea pig in vitro model of long-QT syndrome.

The Journal of pharmacology and experimental therapeutics, 2004

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.