Tidak Berbahaya dalam Kebanyakan Kasus, Tetapi Memerlukan Pemantauan Ketat
Kombinasi golongan darah neonatus O dan ibu A secara umum tidak berbahaya karena tidak ada ketidakcocokan ABO yang signifikan—bayi golongan O tidak memiliki antigen A atau B yang dapat diserang oleh antibodi ibu. 1, 2
Mengapa Kombinasi Ini Umumnya Aman
Tidak ada risiko penyakit hemolitik ABO klasik karena bayi golongan O tidak mengekspresikan antigen A atau B pada sel darah merahnya, sehingga antibodi anti-A dari ibu golongan A tidak memiliki target untuk menyerang 1, 3
Penyakit hemolitik neonatus akibat ketidakcocokan ABO hampir selalu terjadi pada bayi non-O (A, B, atau AB) yang lahir dari ibu golongan O, bukan sebaliknya 1, 3, 4
Risiko penyakit hemolitik ABO diperkirakan hanya 14,3% dari persalinan melibatkan ibu golongan O melahirkan bayi non-O, dan hanya sekitar 4,3% yang benar-benar mengalami hemolisis 3
Pemantauan yang Tetap Diperlukan
Meskipun risiko rendah, American Academy of Pediatrics merekomendasikan:
Pemeriksaan bilirubin serum total (TSB) segera setelah lahir untuk mendeteksi hiperbilirubinemia dini, karena bayi dapat mengalami ikterus dari penyebab lain 5
Pemantauan progres hiperbilirubinemia setiap 4-6 jam pada periode awal jika ada tanda-tanda ikterus 5
Penggunaan nomogram spesifik-jam untuk memplot kadar bilirubin guna menentukan zona risiko dan panduan terapi fototerapi 5
Kapan Harus Waspada
Perhatikan tanda-tanda berikut yang memerlukan evaluasi lebih lanjut:
Pucat yang menunjukkan hemolisis signifikan dengan risiko peningkatan bilirubin cepat 5
Tanda-tanda ensefalopati bilirubin akut: letargi, makan buruk, tangisan bernada tinggi, hipotonia, atau kejang 5
Kadar bilirubin mendekati 25 mg/dL atau mencapai ambang batas transfusi tukar untuk usia gestasi 5
Peringatan Penting
Jangan abaikan kemungkinan penyakit hemolitik pada bayi dari ibu non-O, meskipun sangat jarang—kasus telah dilaporkan pada bayi golongan A dari ibu golongan B 1
Pemeriksaan Direct Coombs Test (DAT) dapat negatif bahkan pada kasus hemolisis aktif, sehingga tidak boleh menjadi satu-satunya kriteria diagnostik 1
Pemantauan anemia lanjut (2-6 minggu setelah lahir) tetap penting karena neonatus dapat mengalami anemia yang memerlukan transfusi "top-off" 5