Is it dangerous if a neonate has blood group O and the mother has blood group A?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tidak Berbahaya dalam Kebanyakan Kasus, Tetapi Memerlukan Pemantauan Ketat

Kombinasi golongan darah neonatus O dan ibu A secara umum tidak berbahaya karena tidak ada ketidakcocokan ABO yang signifikan—bayi golongan O tidak memiliki antigen A atau B yang dapat diserang oleh antibodi ibu. 1, 2

Mengapa Kombinasi Ini Umumnya Aman

  • Tidak ada risiko penyakit hemolitik ABO klasik karena bayi golongan O tidak mengekspresikan antigen A atau B pada sel darah merahnya, sehingga antibodi anti-A dari ibu golongan A tidak memiliki target untuk menyerang 1, 3

  • Penyakit hemolitik neonatus akibat ketidakcocokan ABO hampir selalu terjadi pada bayi non-O (A, B, atau AB) yang lahir dari ibu golongan O, bukan sebaliknya 1, 3, 4

  • Risiko penyakit hemolitik ABO diperkirakan hanya 14,3% dari persalinan melibatkan ibu golongan O melahirkan bayi non-O, dan hanya sekitar 4,3% yang benar-benar mengalami hemolisis 3

Pemantauan yang Tetap Diperlukan

Meskipun risiko rendah, American Academy of Pediatrics merekomendasikan:

  • Pemeriksaan bilirubin serum total (TSB) segera setelah lahir untuk mendeteksi hiperbilirubinemia dini, karena bayi dapat mengalami ikterus dari penyebab lain 5

  • Pemantauan progres hiperbilirubinemia setiap 4-6 jam pada periode awal jika ada tanda-tanda ikterus 5

  • Penggunaan nomogram spesifik-jam untuk memplot kadar bilirubin guna menentukan zona risiko dan panduan terapi fototerapi 5

Kapan Harus Waspada

Perhatikan tanda-tanda berikut yang memerlukan evaluasi lebih lanjut:

  • Pucat yang menunjukkan hemolisis signifikan dengan risiko peningkatan bilirubin cepat 5

  • Tanda-tanda ensefalopati bilirubin akut: letargi, makan buruk, tangisan bernada tinggi, hipotonia, atau kejang 5

  • Kadar bilirubin mendekati 25 mg/dL atau mencapai ambang batas transfusi tukar untuk usia gestasi 5

Peringatan Penting

  • Jangan abaikan kemungkinan penyakit hemolitik pada bayi dari ibu non-O, meskipun sangat jarang—kasus telah dilaporkan pada bayi golongan A dari ibu golongan B 1

  • Pemeriksaan Direct Coombs Test (DAT) dapat negatif bahkan pada kasus hemolisis aktif, sehingga tidak boleh menjadi satu-satunya kriteria diagnostik 1

  • Pemantauan anemia lanjut (2-6 minggu setelah lahir) tetap penting karena neonatus dapat mengalami anemia yang memerlukan transfusi "top-off" 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.