What is the treatment for hyponatremia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penanganan Hiponatremia

Penilaian Awal dan Klasifikasi

Hiponatremia harus dievaluasi berdasarkan status volume dan osmolalitas serum, dengan pemeriksaan awal meliputi osmolalitas serum dan urin, elektrolit urin, asam urat, dan penilaian status volume cairan ekstraselular untuk menentukan penyebab yang mendasari. 1

  • Hiponatremia didefinisikan sebagai natrium serum <135 mmol/L, dengan klasifikasi ringan (130-135 mmol/L), sedang (125-129 mmol/L), dan berat (<125 mmol/L) 1, 2
  • Natrium serum <131 mmol/L memerlukan pemeriksaan lengkap dan penanganan 1
  • Penilaian status volume sangat penting: hipovolemik (dehidrasi, kehilangan gastrointestinal), euvolemik (SIADH), atau hipervolemik (gagal jantung, sirosis) 1, 3

Penanganan Berdasarkan Keparahan Gejala

Hiponatremia Simptomatik Berat (Kejang, Koma, Perubahan Kesadaran)

Untuk gejala berat, berikan larutan salin hipertonik 3% segera dengan target koreksi 6 mmol/L dalam 6 jam pertama atau sampai gejala membaik, dengan koreksi total tidak melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam. 1, 4, 2

  • Berikan 3% saline sebagai bolus 100-150 mL selama 10 menit, dapat diulang hingga tiga kali dengan interval 10 menit sampai gejala membaik 1
  • Pertimbangkan perawatan ICU untuk pemantauan ketat 1
  • Periksa natrium serum setiap 2 jam selama fase koreksi awal 1

Hiponatremia Asimptomatik atau Gejala Ringan

Untuk pasien asimptomatik atau gejala ringan, penanganan disesuaikan dengan status volume pasien, dengan restriksi cairan sebagai terapi lini pertama untuk SIADH. 1, 5

Penanganan Berdasarkan Status Volume

Hipovolemik (Natrium Urin <30 mmol/L)

  • Hentikan diuretik dan berikan saline isotonik (0,9% NaCl) untuk replenisi volume 1
  • Koreksi tidak boleh melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam 1

Euvolemik (SIADH)

  • Restriksi cairan 1 L/hari adalah terapi utama untuk SIADH 1, 5
  • Jika tidak ada respons terhadap restriksi cairan, tambahkan natrium klorida oral 100 mEq tiga kali sehari 1
  • Untuk kasus resisten, pertimbangkan urea atau antagonis reseptor vasopresin (vaptan) seperti tolvaptan 1, 6, 5

Hipervolemik (Gagal Jantung, Sirosis)

  • Restriksi cairan 1-1,5 L/hari untuk natrium serum <125 mmol/L 1, 3
  • Hentikan diuretik sementara jika natrium <125 mmol/L 1
  • Pertimbangkan infus albumin pada pasien sirosis 1
  • Hindari saline hipertonik kecuali ada gejala yang mengancam jiwa, karena dapat memperburuk edema dan asites 1

Pedoman Kecepatan Koreksi yang Kritis

Koreksi natrium tidak boleh melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam untuk mencegah sindrom demielinisasi osmotik. 1, 4, 2

  • Untuk pasien risiko tinggi (penyakit hati lanjut, alkoholisme, malnutrisi, ensefalopati sebelumnya): koreksi lebih hati-hati 4-6 mmol/L per hari 1
  • Hiponatremia akut (<48 jam) dapat dikoreksi lebih cepat tanpa risiko demielinisasi osmotik 1
  • Hiponatremia kronik (>48 jam) memerlukan koreksi bertahap 1

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Bedah Saraf

Pada pasien bedah saraf, cerebral salt wasting (CSW) lebih sering daripada SIADH dan memerlukan penanganan yang berbeda secara fundamental. 1

  • CSW diobati dengan penggantian volume dan natrium (saline isotonik atau hipertonik), BUKAN restriksi cairan 1
  • Untuk gejala berat CSW: 3% saline hipertonik plus fludrokortison di ICU 1
  • Pertimbangkan fludrokortison untuk hiponatremia pada pasien perdarahan subaraknoid yang berisiko vasospasme 1
  • Hindari restriksi cairan pada pasien perdarahan subaraknoid yang berisiko vasospasme 1

Penanganan Koreksi Berlebihan

Jika koreksi melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam 1:

  • Segera hentikan cairan saat ini dan ganti ke D5W (dekstrosa 5% dalam air) 1
  • Pertimbangkan pemberian desmopressin untuk memperlambat atau membalikkan peningkatan natrium yang cepat 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Koreksi terlalu cepat pada hiponatremia kronik yang menyebabkan sindrom demielinisasi osmotik 1
  • Pemantauan yang tidak memadai selama koreksi aktif 1
  • Menggunakan restriksi cairan pada CSW dapat memperburuk hasil 1
  • Gagal mengenali dan mengobati penyebab yang mendasari 1
  • Menggunakan saline hipertonik pada hiponatremia hipervolemik tanpa gejala yang mengancam jiwa 1
  • Mengabaikan hiponatremia ringan (130-135 mmol/L) sebagai tidak signifikan secara klinis, karena meningkatkan risiko jatuh dan mortalitas 1, 4

Opsi Farmakologis

Antagonis Reseptor Vasopresin (Vaptan)

  • Tolvaptan dapat dipertimbangkan untuk hiponatremia yang signifikan secara klinis yang resisten terhadap restriksi cairan 1, 6
  • Dosis awal 15 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 30 mg kemudian 60 mg 6
  • Gunakan dengan sangat hati-hati pada pasien sirosis karena risiko perdarahan gastrointestinal lebih tinggi (10% vs 2% plasebo) 1, 6
  • Pemantauan ketat diperlukan untuk menghindari koreksi yang terlalu cepat 6

Urea

  • Urea dianggap sebagai pilihan pengobatan lini kedua yang sangat efektif dan aman untuk SIADH 1, 5
  • Dapat digunakan sebagai intervensi farmakologis pertama untuk SIADH ringan hingga sedang 1

References

Guideline

Management of Sodium Imbalance

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Management of hyponatremia.

American family physician, 2004

Research

Hyponatraemia-treatment standard 2024.

Nephrology, dialysis, transplantation : official publication of the European Dialysis and Transplant Association - European Renal Association, 2024

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.