Cara Mengukur Panjang Tali Pusat pada Neonatus
Panjang tali pusat diukur dari insersi abdomen bayi hingga insersi plasenta, idealnya dalam 5 menit setelah persalinan sebelum terjadi pemendekan signifikan. 1
Teknik Pengukuran yang Benar
Waktu Pengukuran Optimal
- Ukur dalam 5 menit pertama setelah persalinan untuk mendapatkan hasil paling akurat, karena tali pusat akan memendek seiring waktu 1
- Tali pusat mengalami pemendekan 3% (rata-rata 17,6 mm) dalam 1-2 jam pertama setelah persalinan 1
- Setelah fiksasi formalin 24-48 jam, tali pusat memendek hingga 12% (rata-rata 62,2 mm) dari panjang awal 1
Metode Pengukuran
- Ukur dari insersi tali pusat di abdomen bayi hingga insersi di plasenta menggunakan pita pengukur 2, 3
- Pastikan tali pusat dalam posisi lurus tanpa tarikan atau tekanan berlebihan saat mengukur 2
- Catat waktu pengukuran dan status fiksasi (segar atau setelah fiksasi) untuk interpretasi yang tepat 1
Parameter Normal dan Abnormal
Nilai Normal
- Panjang rata-rata: 50-60 cm pada bayi cukup bulan normal 2
- Rentang normal: 14-129 cm dengan rata-rata 55 cm 3
Definisi Tali Pusat Pendek
- ≤35 cm (persentil ke-6 bawah) didefinisikan sebagai tali pusat pendek 3, 4
- ≤25 cm (persentil ke-1 bawah) merupakan tali pusat sangat pendek 3
- ≤45 cm (persentil ke-10) adalah indikator klinis yang berguna untuk hasil kehamilan yang merugikan 4
Definisi Tali Pusat Panjang
- Tali pusat panjang dikaitkan dengan komplikasi intrapartum, terutama >70 cm 3
Signifikansi Klinis Panjang Tali Pusat
Tali Pusat Pendek - Implikasi
- Marker awal abnormalitas perkembangan termasuk sindrom Down dan malformasi sistem saraf pusat 2
- Dikaitkan dengan akinesia janin atau maldevelopment 2
- Meningkatkan risiko seksio sesarea tidak terencana dan bayi kecil masa kehamilan (SGA) 4
- Berhubungan dengan kekuatan tulang yang lebih rendah pada neonatus (tibial speed of sound lebih rendah) 5
- Meningkatkan frekuensi abnormalitas denyut jantung janin (63% kasus) yang mencerminkan pola kompresi tali pusat 3
Tali Pusat Panjang - Implikasi
- Kecelakaan tali pusat lebih sering (62% kasus dengan tali pusat panjang) 3
- Abnormalitas denyut jantung janin lebih tinggi (87% kasus) 3
- Penurunan janin yang tidak adekuat lebih sering terjadi 3
Peringatan Penting
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan mengukur setelah fiksasi formalin tanpa mencatat bahwa pengukuran dilakukan post-fiksasi, karena akan underestimate panjang sebenarnya hingga 12% 1
- Jangan menunda pengukuran - setiap jam yang berlalu mengurangi akurasi pengukuran 1
- Perhatikan diameter tali pusat yang abnormal - harus membuat kecurigaan terhadap patent urachus atau hernia umbilikalis sebelum melakukan klem 2
- Periksa arah lilitan tali pusat - harus ke kiri (counterclockwise); jika tidak ada lilitan, curigai anomali kongenital 2
Manajemen Klinis Berdasarkan Panjang
- Untuk tali pusat ≤45 cm: pertimbangkan surveilans janin yang ditingkatkan dengan USG pertumbuhan serial setiap 3-4 minggu dan pemantauan antenatal (NST/BPP) di trimester ketiga 6
- Lakukan Doppler arteri umbilikalis setelah 20 minggu untuk janin dengan tali pusat yang abnormal 6
- Siapkan untuk komplikasi intrapartum potensial termasuk pemantauan janin elektronik kontinu selama persalinan 6