Limfosit Plasma Biru adalah Ciri Khas Makroglobulinemia Waldenström
Limfosit plasma biru (plasmacytoid lymphocytes) adalah ciri khas morfologis dari limfoma limfoplasmacytic, khususnya pada Makroglobulinemia Waldenström. 1
Karakteristik Morfologi Limfosit Plasma Biru
Limfosit plasma biru merupakan sel dengan gambaran sitologi intermediate antara limfosit kecil dan sel plasma yang sudah terbentuk sempurna. 1 Sel-sel ini memiliki:
- Kromatin yang menggumpal dengan nukleolus yang tidak mencolok 1
- Sitoplasma yang sedikit namun lebih banyak dibanding limfosit biasa 1
- Warna biru basophilic pada sitoplasma saat pewarnaan Wright-Giemsa 1
- Ukuran intermediate antara limfosit kecil (7-10 μm) dan sel plasma penuh 1, 2
Konteks Diagnostik pada Makroglobulinemia Waldenström
Kriteria Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis Makroglobulinemia Waldenström, diperlukan: 1
- Gamopati monoklonal IgM dalam serum (berapapun ukurannya) 1
- Infiltrasi sumsum tulang ≥10% oleh limfoma limfoplasmacytic 1
- Spektrum sitologi yang menunjukkan limfosit kecil dengan diferensiasi plasmacytoid atau sel plasma 1
Pola Infiltrasi Sumsum Tulang
Infiltrasi sumsum tulang biasanya menunjukkan kombinasi dari: 1
- Pola nodular, paratrabecular, dan interstitial 1
- Dutcher bodies (inklusi intranuklear immunoglobulin) ditemukan pada sekitar 50% kasus 1
- Limfosit plasmacytoid yang sering terlihat sebagai sel intermediate 1
Profil Immunophenotypic
Limfosit plasma biru pada Makroglobulinemia Waldenström menunjukkan profil immunophenotypic yang khas: 1
Komponen Limfoid
- Positif: surface IgM+, CD19+, CD20+, CD22+, rantai ringan immunoglobulin 1
- Negatif: CD10 (biasanya negatif) 1
- Variabel: CD5 (positif pada ~40% kasus, namun ekspresi lemah) 1
- Negatif: CD23 (biasanya negatif, membedakan dari CLL) 1
Komponen Plasmacytic
Mutasi Genetik Diagnostik
Mutasi MYD88 (L265P) ditemukan pada >90% pasien dengan Makroglobulinemia Waldenström dan sangat membantu membedakan dari IgM myeloma atau limfoma zona marginal. 1
Diagnosis Banding Penting
Membedakan dari Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)
CLL memiliki limfosit kecil dengan: 1
- Ekspresi CD5 dan CD23 yang kuat (berbeda dari ekspresi CD5 lemah pada WM) 1
- Ekspresi CD20 dan surface immunoglobulin yang rendah 1
- Tidak ada diferensiasi plasmacytic yang signifikan 1
Membedakan dari Mantle Cell Lymphoma
Mantle cell lymphoma dapat dieksklusikan dengan: 1
- RT-PCR untuk cyclin D1 overexpression 1
- FISH untuk translokasi t(11;14) 1
- CD23 biasanya negatif 1
- SOX11 staining pada biopsi tumor 1
Membedakan dari Marginal Zone Lymphoma
MZL dapat dibedakan dengan: 1
- Ekspresi CD43 negatif atau rendah 1
- Ekspresi CD180 yang tinggi 1
- Tidak ada atau minimal diferensiasi plasmacytic 1
Implikasi Klinis
Pemeriksaan Esensial untuk Diagnosis
Ketika limfosit plasma biru ditemukan, lakukan: 1
- Serum protein electrophoresis untuk mengidentifikasi M-protein IgM 1
- Serum quantitative immunoglobulins 1
- Serum immunofixation electrophoresis untuk mengkonfirmasi IgM monoklonal 1
- Biopsi sumsum tulang unilateral dengan flow cytometry dan/atau immunohistochemistry 1
- Testing MYD88 (L265P) mutation untuk konfirmasi diagnosis 1
Peringatan Diagnostik
- Sekitar 5% pasien dengan limfoma limfoplasmacytic dapat mensekresi paraprotein non-IgM (IgG, IgA, kappa, lambda) atau non-secretory, namun tetap harus dikelola seperti WM 1
- Jangan mengabaikan kemungkinan IgM MGUS jika protein monoklonal IgM <3 g/dL dan infiltrasi sumsum tulang <10% 1
- Ekspresi CD5, CD10, atau CD23 dapat terjadi pada 10-20% kasus WM, sehingga tidak mengeksklusikan diagnosis 1