GGT Tinggi: Pendekatan Diagnostik dan Manajemen
Rekomendasi Utama
Jika GGT tinggi, langkah pertama adalah verifikasi apakah peningkatan GGT terisolasi atau disertai kelainan enzim hati lainnya, kemudian lakukan skrining alkohol menggunakan kuesioner AUDIT, evaluasi obat-obatan hepatotoksik, dan periksa panel metabolik lengkap untuk menentukan etiologi spesifik. 1, 2
Penyebab Utama GGT Tinggi
Konsumsi Alkohol (Paling Sering)
- Alkohol adalah penyebab paling umum GGT tinggi, terjadi pada sekitar 75% peminum habitual 1
- Konsumsi alkohol harian >60g dapat menyebabkan peningkatan GGT 1
- Gunakan kuesioner AUDIT untuk skrining sistematis: skor ≥8 untuk pria (atau ≥4 untuk wanita/lansia) menunjukkan penggunaan alkohol bermasalah 2
- Sensitivitas GGT untuk mendeteksi konsumsi etanol harian >50g adalah 73%, lebih tinggi dari AST (50%) atau ALT (35%) 1
- Kombinasi GGT tinggi dengan MCV tinggi meningkatkan sensitivitas untuk mendeteksi konsumsi alkohol 1, 2
Obat-Obatan
- Obat yang umum meningkatkan GGT: interferon, antipsikotik, beta-blocker (atenolol), resin asam empedu, estrogen, protease inhibitor, obat asam retinoat, sirolimus, steroid, tamoxifen, dan tiazid 1
- Peningkatan GGT yang mencolok (bahkan tanpa kriteria DILI konvensional) harus mempertimbangkan drug-induced liver injury (DILI), terutama jika GGT >2× ULN 3
Penyakit Hati dan Bilier
- Penyakit hati kolestatik (primary biliary cholangitis, primary sclerosing cholangitis) 1
- Obstruksi duktus biliaris intra atau ekstrahepatik, termasuk kolelitiasis 1
- Hepatitis viral, sirosis, dan penyakit hati kronis lainnya 1
- Pada kolangitis akut kalkulus, GGT adalah tes fungsi hati paling reliabel untuk mendeteksi batu duktus biliaris komunis dengan sensitivitas 80,6% dan spesifisitas 75,3% (cut-off 224 IU/L) 1
Kondisi Metabolik
- Diabetes dan resistensi insulin 1, 2
- Obesitas 1
- NAFLD (nonalcoholic fatty liver disease) - pasien biasanya memiliki GGT dari normal rendah hingga >400 U/L 1
Penyakit Infiltratif
- Sarkoidosis, amiloidosis, metastasis hepatik 1
Algoritma Evaluasi Diagnostik
Langkah 1: Pemeriksaan Laboratorium Awal
- Periksa panel hati lengkap: bilirubin, albumin, ALT, AST, ALP, dan GGT, bersama dengan hitung darah lengkap 1, 2
- Hitung rasio AST:ALT - rasio >1 menunjukkan fibrosis lanjut/sirosis 4, 2
- Pada penyakit hati alkoholik, AST biasanya lebih tinggi dari ALT dengan rasio >1 1
- Periksa panel metabolik lengkap termasuk albumin dan bilirubin total untuk menilai fungsi sintetik hati 2
Langkah 2: Tentukan Pola Peningkatan
- GGT terisolasi (ALT, AST, ALP normal): Spesifisitas rendah untuk penyakit hati, evaluasi alkohol, obat-obatan, diabetes, obesitas 1, 2
- GGT + ALP tinggi (pola kolestatik): Lakukan panel etiologi standar termasuk tes hepatitis viral (HBsAg, antibodi HCV), marker autoimun (AMA, ASMA, ANA, imunoglobulin), studi besi (feritin, saturasi transferin) 2
- GGT meningkat tajam (>3× ULN): Evaluasi penyakit hati kolestatik karena GGT meningkat lebih awal dan bertahan lebih lama dari ALP pada gangguan kolestatik 2
Langkah 3: Pencitraan
- USG abdomen dengan Doppler sebagai modalitas lini pertama untuk evaluasi parenkim hati, pohon bilier, dan struktur vaskular 2
- Jika USG tidak konklusif dan pola kolestatik ada, pertimbangkan MRCP untuk evaluasi sistem bilier lebih baik 2
Langkah 4: Evaluasi Etiologi Spesifik
- Skrining alkohol dengan AUDIT dan tanyakan spesifik tentang kuantitas yang dikonsumsi 2
- Review riwayat obat untuk agen hepatotoksik potensial 1, 2
- Nilai kondisi metabolik: glukosa puasa, HbA1c, kalkulasi BMI 2
- Marker penyakit metabolik: alpha-1-antitrypsin, fungsi tiroid, seruloplasmin pada pasien muda 2
Kapan Merujuk ke Hepatologi/Gastroenterologi
Rujuk jika: 2
- Peningkatan GGT menetap >3 bulan meskipun faktor yang dapat dimodifikasi telah ditangani
- Bukti fibrosis lanjut atau sirosis (rasio AST:ALT >1)
- Studi pencitraan menunjukkan penyakit struktural hati atau bilier
- Marker autoimun positif menunjukkan penyakit hati autoimun
Manajemen Berdasarkan Etiologi
Terkait Alkohol
- Rekomendasikan abstinens total karena kadar GGT pulih perlahan setelah penghentian 1, 2
- Monitor kadar GGT setiap 2-4 minggu awalnya untuk menetapkan tren 2
NAFLD/Sindrom Metabolik
- Target penurunan berat badan jika BMI ≥25 kg/m² dengan tujuan BMI 18,5-24,9 kg/m² 2
- Resepkan minimal 30-60 menit aktivitas fisik harian atau setidaknya 5 kali per minggu 2
- Kelola faktor risiko kardiovaskular: tekanan darah <140/90 mmHg (atau <130/80 mmHg jika diabetes/penyakit ginjal kronis) 2
- Optimalisasi manajemen lipid dengan LDL-C <100 mg/dL menggunakan statin sebagai agen pilihan 2
Terkait Obat (DILI)
- Pertimbangkan DILI terutama pada kasus dengan peningkatan GGT yang mencolok bahkan jika ambang DILI konvensional tidak tercapai 3
- Untuk DILI kolestatik tersangka, ulangi tes darah dalam 7-10 hari 1
- Untuk DILI hepatoseluler tersangka, ulangi tes dalam 2-5 hari 1
- Hentikan obat penyebab jika DILI dikonfirmasi 3
Monitoring Follow-up
- Monitor kadar GGT setiap 2-4 minggu awalnya untuk menetapkan tren (meningkat, stabil, atau menurun) 2
- Pasien dengan penyakit hati lanjut harus menjalani pemeriksaan fisik spesifik hati dan tes fungsi hati komprehensif setidaknya setiap 6 bulan 1, 2
- Pertimbangkan surveilans HCC dengan USG abdomen setiap 6 bulan pada pasien dengan fibrosis lanjut atau sirosis 1
Peringatan Penting
- GGT tinggi terisolasi memiliki spesifisitas rendah dan harus diinterpretasikan dalam konteks dengan enzim hati lainnya 1, 2
- Jangan mengaitkan GGT tinggi hanya dengan alkohol tanpa investigasi penyebab lain yang tepat 2
- Bahkan GGT yang sedikit meningkat secara independen memprediksi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, sindrom metabolik, dan mortalitas semua penyebab 1, 5, 6
- GGT kehilangan spesifisitas pada penyakit hati lanjut karena meningkat terlepas dari etiologi setelah fibrosis ekstensif berkembang 1
- Baik AST maupun ALT dapat normal bahkan pada kondisi sirosis 2
- Peningkatan GGT terisolasi tidak terkait dengan patologi hati mayor dan bukan indikasi yang memadai untuk biopsi hati 1