Klasifikasi Tingkat Kesadaran: GCS dan Terminologi Klinis
Glasgow Coma Scale (GCS) adalah sistem penilaian kesadaran standar yang menggunakan skor 3-15 berdasarkan tiga komponen (mata, motorik, verbal), bukan terminologi deskriptif seperti compos mentis, apatis, somnolen, sopor, atau koma yang bersifat subjektif dan tidak terstandarisasi. 1
Komponen Glasgow Coma Scale
GCS terdiri dari tiga komponen yang dinilai secara terpisah: 1
- Respon Mata (E): Skor 1-4, menilai pembukaan mata dari tidak ada respons hingga spontan 1
- Respon Motorik (M): Skor 1-6, mengevaluasi fungsi motorik dari tidak ada respons hingga mengikuti perintah 1
- Respon Verbal (V): Skor 1-5, mengukur output verbal dari tidak ada respons hingga orientasi penuh 1
Total skor berkisar 3 (terburuk) hingga 15 (terbaik). 1, 2
Interpretasi Skor GCS
Klasifikasi Berdasarkan Tingkat Keparahan
- GCS 13-15: Cedera otak ringan (mild TBI) 3
- GCS 9-12: Cedera otak sedang (moderate TBI) 1, 4
- GCS 3-8: Cedera otak berat (severe TBI) 3
Komponen motorik memiliki nilai prediktif tertinggi pada cedera otak berat dan tetap robust bahkan pada pasien yang tersedasi. 1, 2
Korelasi dengan Terminologi Deskriptif Tradisional
Meskipun terminologi seperti compos mentis, apatis, somnolen, sopor, dan koma masih digunakan dalam praktik klinis Indonesia, sistem penilaian yang lebih objektif dan terstandarisasi sangat direkomendasikan: 3, 5
Skala AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive)
Korelasi median dengan GCS: 5
- Alert (Compos Mentis): GCS 15 5
- Responds to Voice (Apatis/Somnolen): GCS 13 5
- Responds to Pain (Sopor): GCS 8 5
- Unresponsive (Koma): GCS 6 5
Skala ACDU (Alert, Confused, Drowsy, Unresponsive)
Korelasi median dengan GCS yang lebih terdistribusi merata: 5
ACDU memiliki distribusi nilai median yang lebih merata dibanding AVPU dan mungkin lebih baik dalam mengidentifikasi deteriorasi dini pada pasien kritis. 5
Prinsip Penilaian yang Benar
Dokumentasi Komponen Individual
Selalu dokumentasikan skor komponen individual (E, M, V), bukan hanya skor total, karena pasien dengan skor total identik tetapi profil komponen berbeda dapat memiliki outcome yang berbeda. 1, 4, 2
Penilaian Serial
Penilaian GCS serial memberikan informasi klinis yang jauh lebih berharga dibanding penilaian tunggal, dengan skor yang menurun atau persistently low mengindikasikan prognosis yang lebih buruk. 1, 4, 2
Untuk pasien dengan cedera otak sedang (GCS 9-12), protokol monitoring yang direkomendasikan: 4
- Protokol Skandinavia: Setiap 15 menit selama 2 jam pertama, kemudian setiap jam selama 12 jam berikutnya 4
- Protokol UK: Setiap 30 menit selama 2 jam pertama, kemudian setiap jam selama 4 jam berikutnya 4
- Protokol Australia: Setiap jam 4
Penilaian Tambahan
GCS harus dikombinasikan dengan penilaian pupil (ukuran dan reaktivitas) untuk evaluasi komprehensif, karena reaktivitas pupil merupakan indikator prognostik kunci. 4
Keterbatasan dan Pitfall yang Harus Dihindari
Faktor Pengganggu
Kenali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penilaian GCS: 1, 4, 2
- Sedasi 1, 4, 2
- Intubasi (menghilangkan komponen verbal) 1, 4, 2
- Trauma wajah 1, 4, 2
- Intoksikasi 1, 4, 2
Kesalahan Umum
- Jangan mengandalkan satu kali penilaian GCS saja - penilaian serial esensial untuk monitoring trend 4, 2
- Jangan hanya mencatat skor total - dokumentasikan skor komponen individual 4, 2
- GCS tidak dirancang untuk mendiagnosis mild TBI - memiliki keterbatasan pada rentang skor tinggi 3, 1
Signifikansi Prognostik
Penurunan minimal 2 poin pada skor GCS atau terjadinya defisit neurologis sekunder harus segera memicu CT scan ulang. 4
Pada pasien dengan GCS <14, angka mortalitas mencapai 24.7%, menekankan perlunya monitoring yang vigilant. 1, 4