Kadar Gula Darah Normal
Kadar gula darah puasa normal adalah kurang dari 100 mg/dL (5.6 mmol/L), sementara kadar gula darah sebelum makan harus 80-130 mg/dL (4.4-7.2 mmol/L) dan kurang dari 180 mg/dL (10.0 mmol/L) setelah makan untuk orang dengan diabetes. 1, 2
Kadar Gula Darah untuk Orang Tanpa Diabetes
Puasa (minimal 8 jam tanpa kalori):
- Normal: <100 mg/dL (<5.6 mmol/L) 1
- Gula darah puasa terganggu: 100-125 mg/dL (5.6-6.9 mmol/L) 1, 3
- Diabetes: ≥126 mg/dL (≥7.0 mmol/L) 1, 4
American Diabetes Association (ADA) menetapkan ambang batas ini sebagai standar diagnostik, dan nilai harus dikonfirmasi dengan pengujian ulang pada hari yang berbeda untuk menegakkan diagnosis. 1, 5
Tidak Puasa (acak):
- Normal: <140 mg/dL (<7.8 mmol/L) 5
- Zona menengah yang memerlukan evaluasi lebih lanjut: 140-199 mg/dL (7.8-11.0 mmol/L) 5
- Diabetes (dengan gejala klasik): ≥200 mg/dL (≥11.1 mmol/L) 5
Pengukuran gula darah acak terutama berguna untuk mendiagnosis diabetes ketika sangat tinggi pada pasien dengan gejala, bukan untuk skrining atau menentukan rentang "normal". 5
Kadar Gula Darah untuk Orang dengan Diabetes
Target glikemik yang direkomendasikan ADA: 2
- HbA1c: <7.0% (53 mmol/mol)
- Gula darah kapiler sebelum makan: 80-130 mg/dL (4.4-7.2 mmol/L)
- Gula darah kapiler puncak setelah makan: <180 mg/dL (<10.0 mmol/L)
Gula darah setelah makan harus diukur 1-2 jam setelah mulai makan, yang umumnya merupakan kadar puncak pada pasien diabetes. 2 Penelitian menunjukkan bahwa waktu optimal untuk memantau puncak gula darah setelah makan adalah sekitar 1 jam 15 menit setelah mulai makan, dengan 80% puncak terjadi dalam 90 menit. 6
Kadar Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)
Klasifikasi hipoglikemia menurut ADA: 2
- Level 1: <70 mg/dL (<3.9 mmol/L) dan ≥54 mg/dL (≥3.0 mmol/L) - memerlukan tindakan
- Level 2: <54 mg/dL (<3.0 mmol/L) - memerlukan tindakan segera
- Level 3: Kejadian parah dengan status mental/fisik yang berubah memerlukan bantuan orang lain
Kadar gula darah 70 mg/dL (3.9 mmol/L) telah diakui sebagai ambang batas untuk respons neuroendokrin terhadap penurunan glukosa, dan pasien harus diinstruksikan untuk mengobati hipoglikemia pada nilai ini atau lebih rendah. 2
Pengobatan hipoglikemia: 2
- Glukosa (sekitar 15-20 g) adalah pengobatan yang disukai
- Bentuk karbohidrat apa pun yang mengandung glukosa dapat digunakan
- Uji ulang setelah 15 menit; ulangi pengobatan jika masih <70 mg/dL
- Setelah gula darah mulai naik, konsumsi makanan atau camilan untuk mencegah kekambuhan
Pertimbangan Praktis
Konversi unit: 4
- Untuk mengubah mg/dL ke mmol/L: bagi nilai mg/dL dengan 18
- Contoh: 126 mg/dL ÷ 18 = 7.0 mmol/L
- Amerika Utara biasanya menggunakan mg/dL, sementara sebagian besar negara lain menggunakan mmol/L
Peringatan penting: 1
- Gula darah puasa harus diukur setelah minimal 8 jam tanpa asupan kalori
- Nilai glukosa plasma sekitar 11% lebih tinggi daripada nilai glukosa darah utuh 1
- Gula darah puasa adalah tes skrining awal yang disukai karena kenyamanan dan efektivitas biaya 1
Faktor risiko untuk diabetes yang memerlukan skrining: 3
- Riwayat keluarga diabetes
- Indeks massa tubuh >25 kg/m²
- Gaya hidup tidak aktif
- Hipertensi atau dislipidemia
- Riwayat diabetes gestasional
- Ras/etnis berisiko tinggi (Afrika, Latin Amerika, Asia-Pasifik, penduduk asli Amerika)
Pasien dengan gula darah puasa normal tetapi memiliki faktor risiko diabetes mungkin mendapat manfaat dari pengujian tambahan dengan tes toleransi glukosa oral atau HbA1c. 1