Apakah B-fluid dapat diberikan pada pasien?
Ya, B-fluid (cairan seimbang/balanced fluid) dapat dan sebaiknya diberikan pada pasien sebagai pilihan utama untuk resusitasi cairan, karena komposisi ioniknya lebih mirip dengan plasma normal dibandingkan NaCl 0,9% dan mengurangi risiko komplikasi metabolik.
Rekomendasi Utama Berdasarkan Pedoman
Cairan kristaloid seimbang (balanced crystalloids) seperti Ringer laktat, Plasmalyte, atau Isofundine direkomendasikan sebagai pilihan pertama untuk resusitasi cairan pada pasien kritis 1. Cairan-cairan ini memiliki komposisi elektrolit yang lebih mendekati plasma normal dibandingkan dengan NaCl 0,9% 1.
Keunggulan B-fluid (Balanced Fluids)
- Komposisi elektrolit lebih fisiologis: Kandungan natrium (130-145 mmol/L), kalium (4-5 mmol/L), dan klorida (98-127 mmol/L) lebih mendekati konsentrasi plasma normal 1
- Mengurangi risiko asidosis metabolik hiperkloremik: Dibandingkan dengan NaCl 0,9% yang memiliki klorida 154 mmol/L, cairan seimbang mengurangi risiko gangguan asam-basa 2
- Tidak meningkatkan risiko hiperkalemia: Meskipun mengandung kalium 4-5 mmol/L, studi pada 30.000 pasien menunjukkan konsentrasi kalium plasma tetap sebanding dengan kelompok yang menerima NaCl 0,9% 1
Teknik Pemberian yang Tepat
Untuk Pasien Dewasa dengan Syok atau Hipotensi
Gunakan teknik fluid challenge dengan bolus 250-1000 mL yang diberikan cepat (15-30 menit), dengan evaluasi ulang setelah setiap bolus 2:
- Berikan bolus awal 250-1000 mL dalam 15-30 menit 2
- Evaluasi parameter hemodinamik setelah setiap bolus: tekanan darah, denyut jantung, perfusi kulit, capillary refill time, produksi urin, dan status mental 2
- Lanjutkan pemberian bolus tambahan selama parameter hemodinamik terus membaik 2
- Hentikan segera jika tidak ada perbaikan perfusi jaringan, muncul tanda-tanda kelebihan cairan, atau parameter hemodinamik stabil dan tidak lagi membaik 2
Untuk Pasien Sepsis
Berikan minimal 30 mL/kg kristaloid dalam 3 jam pertama sebagai target resusitasi awal 2, 3. Ini merupakan rekomendasi dari Society of Critical Care Medicine untuk pasien dengan syok septik 3.
Untuk Pasien Pediatrik (<34 kg)
Gunakan larutan isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer laktat) dengan bolus 20 mL/kg yang diberikan cepat 4:
- Bolus awal 20 mL/kg, dapat diulang hingga total 60 mL/kg dalam jam pertama 4
- Evaluasi ulang wajib setelah setiap bolus 4
- Jangan melebihi 60 mL/kg/hari karena volume lebih tinggi berhubungan dengan outcome yang lebih buruk 4
Pertimbangan Khusus dan Kontraindikasi Relatif
Pasien dengan Hiperkalemia
Meskipun B-fluid mengandung kalium 4-5 mmol/L, penggunaannya tetap aman bahkan pada pasien dengan hiperkalemia 1. Studi pada penerima transplantasi ginjal menunjukkan kalemia justru meningkat lebih besar pada pasien yang menerima NaCl 0,9% dibandingkan Ringer laktat 1. Secara fisiologis, tidak mungkin menciptakan kelebihan kalium menggunakan cairan dengan konsentrasi kalium lebih rendah dari konsentrasi kalium pasien 1.
Pasien Lansia atau Disfungsi Jantung
Gunakan bolus yang lebih kecil (250-500 mL dalam 15-30 menit) dengan evaluasi lebih sering dan ambang batas lebih rendah untuk menghentikan pemberian cairan 2.
Populasi yang Dikecualikan dari Pedoman
Pedoman khusus diperlukan untuk pasien dengan 1:
- Sirosis hepatis
- Pankreatitis akut
- ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome)
- Gagal ginjal
- Anak-anak (memerlukan rekomendasi spesifik)
Monitoring dan Evaluasi
Parameter yang Harus Dipantau
Gunakan parameter dinamis untuk menilai respons cairan, bukan parameter statis seperti CVP (Central Venous Pressure) 2:
- Parameter dinamis: perubahan pulse pressure, stroke volume variation, atau passive leg raise test 2
- CVP tidak reliabel untuk memandu terapi cairan dan tidak boleh digunakan sebagai alat pengambilan keputusan utama 2
Tanda-tanda Kelebihan Cairan (Hentikan Pemberian)
Hentikan pemberian cairan segera jika muncul 4:
- Ronki paru
- Edema perifer progresif
- Penurunan oksigenasi
- Distensi vena jugularis
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Keterlambatan resusitasi: Pemberian cairan segera diperlukan saat indikasi resusitasi ada, karena keterlambatan meningkatkan mortalitas 2
Mengandalkan CVP untuk memandu terapi: Ini menyebabkan under-resuscitation maupun kelebihan cairan 2
Melanjutkan pemberian cairan tanpa evaluasi ulang: Dapat menyebabkan kelebihan cairan berbahaya, terutama pada pasien dengan disfungsi jantung atau lansia 2
Over-resusitasi cairan: Dapat menunda pemulihan organ, memperpanjang rawat ICU, dan meningkatkan mortalitas 3
Kapan Memulai Vasopresor
Mulai terapi vasopresor jika pasien tetap hipotensi meskipun resusitasi cairan adekuat 2, 3. Norepinefrin adalah vasopresor pilihan pertama dengan target MAP 65 mmHg 2, 3.