Diare pada Remaja: Antibiotik Tidak Direkomendasikan untuk Kasus Rutin
Pada remaja dengan diare akut cair tanpa komplikasi, termasuk yang diduga dari jajanan, antibiotik empiris TIDAK direkomendasikan karena sebagian besar kasus sembuh sendiri dan terapi rehidrasi adalah kunci pengobatan. 1
Kapan Antibiotik TIDAK Diperlukan
Mayoritas diare akut pada remaja yang sehat tidak memerlukan antibiotik karena:
- Diare cair akut tanpa perjalanan internasional baru-baru ini tidak memerlukan terapi antimikroba empiris 1
- Sebagian besar kasus disebabkan oleh virus atau bakteri yang sembuh sendiri dalam 3-5 hari 2
- Penggunaan antibiotik rutin meningkatkan risiko resistensi bakteri dan efek samping seperti diare terkait antibiotik (7-33% pada dewasa) 3
- Rehidrasi adalah terapi utama yang menentukan outcome morbiditas dan mortalitas 2, 4
Pengecualian: Kapan Antibiotik DIPERTIMBANGKAN
Antibiotik empiris hanya diindikasikan pada kondisi spesifik berikut:
Diare Berdarah dengan Tanda Berat
- Demam yang terdokumentasi di fasilitas kesehatan (≥38.5°C) + nyeri perut + diare berdarah + tanda disentri basiler (BAB berdarah sedikit-sedikit, demam, kram perut, tenesmus) yang diduga Shigella 1
- Pilihan antibiotik: Azithromycin (lini pertama) atau fluoroquinolone (ciprofloxacin) tergantung pola resistensi lokal 1, 5
Riwayat Perjalanan Internasional
- Remaja dengan riwayat perjalanan internasional baru-baru ini + suhu ≥38.5°C dan/atau tanda sepsis 1
- Traveler's diarrhea dengan gejala berat dapat diobati dengan fluoroquinolone atau azithromycin 1
Kondisi Immunocompromised
- Remaja dengan penyakit kronis, diabetes, imunosupresi, atau kondisi berisiko tinggi lainnya dengan diare berat 1, 6
Terapi yang Direkomendasikan untuk Diare dari Jajanan
Prioritas Utama: Rehidrasi
- Oralit (ORS) dengan osmolaritas rendah adalah terapi lini pertama untuk dehidrasi ringan-sedang 1, 2, 4
- Berikan 100 mL/kg selama 2-4 jam untuk dehidrasi sedang 2
- Ganti kehilangan cairan yang berlangsung: 10 mL/kg untuk setiap BAB cair 2
Manajemen Nutrisi
- Lanjutkan diet sesuai usia segera setelah atau selama rehidrasi 2, 4
- Hindari puasa atau diet terlalu ketat 2
- Hindari minuman tinggi gula sederhana (soft drink, jus apel murni) karena dapat memperburuk diare 2
Terapi Simptomatik
- Loperamide TIDAK boleh diberikan pada anak <18 tahun dengan diare akut 2, 4
- Ondansetron dapat diberikan pada remaja >4 tahun untuk memfasilitasi rehidrasi oral jika muntah signifikan 2
- Probiotik dapat mengurangi keparahan dan durasi gejala 2
Peringatan Penting: Hindari Kesalahan Umum
- JANGAN memberikan antibiotik pada diare cair tanpa tanda bahaya karena tidak mengurangi durasi atau volume diare dan meningkatkan resistensi 1, 2, 6
- JANGAN memberikan antibiotik pada infeksi STEC O157 atau STEC penghasil Shiga toxin 2 karena dapat meningkatkan risiko sindrom uremik hemolitik 1
- JANGAN menunda rehidrasi sambil menunggu hasil pemeriksaan - mulai rehidrasi segera 2, 4
- JANGAN menggunakan obat antimotilitas (loperamide) pada diare berdarah atau anak <18 tahun 2, 4
Algoritma Keputusan Klinis
Evaluasi tanda bahaya:
Jika tidak ada tanda bahaya:
Kapan mencari bantuan medis:
Kesimpulannya, diare pada remaja dari jajanan hampir selalu tidak memerlukan antibiotik - fokus pada rehidrasi yang adekuat sebagai terapi utama untuk mencegah morbiditas dan mortalitas. 1, 2