What is the management of Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) secondary to pneumonia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 1, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen ARDS pada Pneumonia

Untuk ARDS yang disebabkan oleh pneumonia, implementasikan ventilasi protektif paru dengan tidal volume 4-6 mL/kg berat badan prediksi dan tekanan plateau <30 cmH₂O, kombinasikan dengan terapi antimikroba empiris spektrum luas segera setelah kultur diambil, dan pertimbangkan prone positioning untuk kasus moderate-severe. 1, 2

Strategi Ventilasi Mekanik

Parameter Ventilasi Protektif Paru

  • Tidal volume rendah 4-6 mL/kg berat badan prediksi dengan tekanan plateau <30 cmH₂O merupakan standar untuk semua pasien ARDS 1, 2, 3
  • Gunakan PEEP lebih tinggi untuk ARDS moderate-severe (PaO₂/FiO₂ <150 mmHg) 1, 2
  • Prone positioning harus diterapkan >12 jam per hari untuk ARDS moderate-severe (PaO₂/FiO₂ <150 mmHg) 1, 2
  • Pertimbangkan neuromuscular blockade dalam 48 jam pertama untuk ARDS berat dengan dyssynchrony ventilator 2

Eskalasi Dukungan Respirasi Sebelum Intubasi

  • High-flow nasal cannula (HFNC) atau noninvasive CPAP dapat digunakan untuk gagal napas hipoksemik akut sebelum intubasi 2
  • HFNC: mulai dengan flow 30-40 L/menit dan FiO₂ 50-60%, dapat ditingkatkan hingga 60 L/menit dan FiO₂ 100% 2
  • Intubasi harus dilakukan segera jika HFNC dengan FiO₂ >70% dan flow >50 L/menit selama 1 jam gagal memperbaiki status respirasi 2
  • Prone positioning pada pasien non-intubasi dapat memperbaiki oksigenasi 2

Terapi Antimikroba

Timing dan Pemilihan Antibiotik

  • Inisiasi antibiotik spektrum luas empiris segera setelah kultur saluran napas bawah diambil, karena penundaan meningkatkan mortalitas secara signifikan 1, 2
  • Untuk pneumonia komunitas berat yang memerlukan ICU: azithromycin 500 mg IV daily atau fluoroquinolone respirasi 1
  • Durasi terapi 10-21 hari untuk sebagian besar kasus pneumonia dengan ARDS 1

Pertimbangan Khusus untuk VAP

  • VAP terjadi pada 55% pasien ARDS dibandingkan 28% pasien ventilasi mekanik tanpa ARDS 4, 5
  • VAP pada ARDS biasanya onset lambat (>7 hari) dan disebabkan oleh organisme resisten antibiotik seperti MRSA, Pseudomonas aeruginosa, dan Acinetobacter 4, 6
  • Ambil kultur kuantitatif saluran napas bawah (PSB ≥10³ cfu/mL atau BAL ≥10⁴ cfu/mL) untuk konfirmasi diagnosis 2, 4

Extracorporeal Life Support (ECMO)

  • Pertimbangkan ECMO dini ketika ventilasi mekanik gagal mempertahankan oksigenasi adekuat meskipun sudah menggunakan muscle relaxation dan prone positioning 1, 2
  • Indikasi: hipoksemia refrakter dengan PaCO₂ >60 mmHg (setelah menyingkirkan disfungsi ventilasi) 2
  • ECMO hanya boleh dilakukan di pusat dengan expertise 2

Manajemen Cairan

  • Implementasikan strategi cairan konservatif setelah resusitasi awal selesai dan perfusi jaringan adekuat 1, 7
  • Hindari overload cairan yang dapat memperburuk edema paru 3

Terapi Adjuvan

Kortikosteroid

  • Hindari penggunaan kortikosteroid rutin kecuali untuk indikasi spesifik 1
  • Kortikosteroid dapat dipertimbangkan untuk ARDS dalam konteks IRIS (Immune Reconstitution Inflammatory Syndrome) 2
  • Untuk ARDS moderate-severe dini (PaO₂/FiO₂ <200 dalam 14 hari onset), pertimbangkan methylprednisolone 1 mg/kg/hari 7

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Penundaan terapi antimikroba secara signifikan meningkatkan mortalitas pada pneumonia dengan ARDS 1
  • Strategi ventilasi inadekuat (tidal volume tinggi, tekanan plateau tinggi) memperburuk outcome 1, 3
  • Menunda intubasi pada pasien yang tidak respons terhadap HFNC/NIV dapat meningkatkan risiko 2
  • Kultur negatif pada pasien dengan perubahan antibiotik baru-baru ini tidak dapat diandalkan untuk menyingkirkan infeksi 2

Monitoring dan Diagnostik

  • Untuk pasien dengan ARDS, ambang suspek pneumonia harus tinggi - hanya satu dari tiga kriteria klinis (demam, leukositosis, sekret purulen) sudah cukup untuk investigasi lebih lanjut 2
  • Kultur darah memiliki sensitivitas <25% untuk VAP, tetapi kultur saluran napas bawah steril (tanpa perubahan antibiotik baru) adalah bukti kuat bahwa pneumonia tidak ada 2
  • Monitor deteriorasi klinis: peningkatan frekuensi napas >30x/menit, SpO₂ <90%, atau PaO₂ <60 mmHg 2

References

Guideline

Treatment of ARDS Caused by Legionella

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Nosocomial pneumonia in patients with acute respiratory distress syndrome.

American journal of respiratory and critical care medicine, 1998

Research

Pneumonia complicating the acute respiratory distress syndrome.

Seminars in respiratory and critical care medicine, 2002

Research

Ventilator-associated pneumonia complicating the acute respiratory distress syndrome.

Seminars in respiratory and critical care medicine, 2001

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.