Manajemen Pasien dengan Infeksi Dengue dan Tonsilofaringitis
Pasien ini kemungkinan besar memiliki infeksi bakteri sekunder (tonsilofaringitis) bersamaan dengan dengue, yang memerlukan antibiotik yang tepat sambil melanjutkan manajemen suportif dengue dengan monitoring ketat untuk tanda-tanda perburukan.
Interpretasi Temuan Laboratorium
Profil laboratorium pasien ini menunjukkan pola yang tidak khas untuk dengue murni:
- Dominasi neutrofil (76%) dengan NLCR 6.44 sangat tidak biasa untuk dengue, karena dengue klasik menyebabkan leukopenia dengan limfositosis relatif 1
- CRP 19.2 mg/L berada dalam rentang menengah yang dapat mengindikasikan ko-infeksi bakteri, karena CRP pada dengue murni biasanya berkisar 30 mg/L, sedangkan infeksi bakteri potensial menunjukkan nilai yang lebih tinggi 2
- NS1 dengue positif pada hari ke-2 mengkonfirmasi infeksi dengue akut, karena NS1 antigen dapat dideteksi hingga hari ke-5-7 penyakit 3, 4
Diagnosis Banding dan Konfirmasi
Kombinasi tonsilofaringitis dengan dengue memerlukan evaluasi untuk ko-infeksi bakteri:
- Tonsilofaringitis dengan dominasi neutrofil dan CRP elevasi menunjukkan kemungkinan besar infeksi bakteri sekunder, yang dilaporkan terjadi pada kurang dari 10% kasus penyakit viral 5
- Lakukan kultur darah dan urin jika demam persisten untuk mendiagnosis infeksi bakteri sekunder 5
- Periksa foto thorax jika ada indikasi klinis untuk menyingkirkan pneumonia 5
Manajemen Dengue
Monitoring Harian
- Lakukan pemeriksaan darah lengkap harian untuk memantau trombosit, hematokrit, dan leukosit 6, 7
- Monitor tanda-tanda peringatan dengue berat: muntah persisten, nyeri abdomen berat, perdarahan mukosa, letargi, gelisah, dan peningkatan hematokrit dengan penurunan trombosit 5, 6
Manajemen Cairan
- Pastikan hidrasi oral agresif melebihi 2500 mL per hari menggunakan larutan rehidrasi oral untuk dengue tanpa syok 5, 7
- Jika terjadi dengue shock syndrome, berikan bolus cairan kristaloid isotonik 20 mL/kg dalam 5-10 menit dengan reassessment segera 5, 6, 7
Manajemen Nyeri dan Demam
- Asetaminofen pada dosis standar adalah SATU-SATUNYA analgesik yang direkomendasikan untuk demam dengue 5, 6, 7
- Jangan pernah gunakan aspirin atau NSAID karena risiko perdarahan katastrofik dengan trombositopenia 5, 6, 7
Manajemen Tonsilofaringitis
Pertimbangan Antibiotik
- Kesalahan kritis adalah meresepkan antibiotik seperti azithromycin secara empiris untuk demam dengue tanpa bukti ko-infeksi bakteri, yang berkontribusi pada resistensi antimikroba tanpa memberikan manfaat klinis 5
- Namun, dalam kasus ini dengan tonsilofaringitis klinis, dominasi neutrofil (76%), dan CRP 19.2 mg/L, antibiotik yang tepat untuk tonsilofaringitis bakterial diindikasikan
- Pilih antibiotik berdasarkan pola lokal dan hindari NSAID untuk nyeri tenggorokan
Kriteria Hospitalisasi
Pasien ini memerlukan evaluasi untuk hospitalisasi jika memiliki:
- Kebocoran plasma berat, perdarahan berat, gagal organ, atau dengue shock syndrome 5, 7
- Muntah persisten yang mencegah hidrasi oral 7
- Trombosit yang menurun cepat atau hematokrit yang meningkat dengan trombosit yang menurun 5
- Wanita hamil dengan dengue terkonfirmasi atau tersangka harus dirawat 5
Peringatan Penting
- Jangan tunda resusitasi cairan pada pasien yang menunjukkan tanda-tanda syok dengue sambil menunggu konfirmasi laboratorium 7
- Hindari bolus cairan berlebihan pada pasien tanpa syok untuk mencegah kelebihan cairan dan komplikasi pernapasan 6
- Jangan mengubah manajemen berdasarkan pola demam persisten saja tanpa perburukan klinis atau temuan baru 5, 7
Kriteria Pemulangan
Pasien dapat dipulangkan dengan aman ketika:
- Bebas demam selama ≥48 jam tanpa antipiretik 5, 7
- Resolusi atau perbaikan signifikan gejala 5
- Parameter hemodinamik stabil selama ≥24 jam tanpa dukungan 5, 7
- Asupan oral adekuat dan output urin normal (>0.5 mL/kg/jam pada dewasa) 5, 7
- Parameter laboratorium kembali ke rentang normal 5, 7