What is the appropriate management for a patient with dengue infection and tonsilopharyngitis, given the lab findings of neutrophil dominance and elevated CRP?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 2, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Pasien dengan Infeksi Dengue dan Tonsilofaringitis

Pasien ini kemungkinan besar memiliki infeksi bakteri sekunder (tonsilofaringitis) bersamaan dengan dengue, yang memerlukan antibiotik yang tepat sambil melanjutkan manajemen suportif dengue dengan monitoring ketat untuk tanda-tanda perburukan.

Interpretasi Temuan Laboratorium

Profil laboratorium pasien ini menunjukkan pola yang tidak khas untuk dengue murni:

  • Dominasi neutrofil (76%) dengan NLCR 6.44 sangat tidak biasa untuk dengue, karena dengue klasik menyebabkan leukopenia dengan limfositosis relatif 1
  • CRP 19.2 mg/L berada dalam rentang menengah yang dapat mengindikasikan ko-infeksi bakteri, karena CRP pada dengue murni biasanya berkisar 30 mg/L, sedangkan infeksi bakteri potensial menunjukkan nilai yang lebih tinggi 2
  • NS1 dengue positif pada hari ke-2 mengkonfirmasi infeksi dengue akut, karena NS1 antigen dapat dideteksi hingga hari ke-5-7 penyakit 3, 4

Diagnosis Banding dan Konfirmasi

Kombinasi tonsilofaringitis dengan dengue memerlukan evaluasi untuk ko-infeksi bakteri:

  • Tonsilofaringitis dengan dominasi neutrofil dan CRP elevasi menunjukkan kemungkinan besar infeksi bakteri sekunder, yang dilaporkan terjadi pada kurang dari 10% kasus penyakit viral 5
  • Lakukan kultur darah dan urin jika demam persisten untuk mendiagnosis infeksi bakteri sekunder 5
  • Periksa foto thorax jika ada indikasi klinis untuk menyingkirkan pneumonia 5

Manajemen Dengue

Monitoring Harian

  • Lakukan pemeriksaan darah lengkap harian untuk memantau trombosit, hematokrit, dan leukosit 6, 7
  • Monitor tanda-tanda peringatan dengue berat: muntah persisten, nyeri abdomen berat, perdarahan mukosa, letargi, gelisah, dan peningkatan hematokrit dengan penurunan trombosit 5, 6

Manajemen Cairan

  • Pastikan hidrasi oral agresif melebihi 2500 mL per hari menggunakan larutan rehidrasi oral untuk dengue tanpa syok 5, 7
  • Jika terjadi dengue shock syndrome, berikan bolus cairan kristaloid isotonik 20 mL/kg dalam 5-10 menit dengan reassessment segera 5, 6, 7

Manajemen Nyeri dan Demam

  • Asetaminofen pada dosis standar adalah SATU-SATUNYA analgesik yang direkomendasikan untuk demam dengue 5, 6, 7
  • Jangan pernah gunakan aspirin atau NSAID karena risiko perdarahan katastrofik dengan trombositopenia 5, 6, 7

Manajemen Tonsilofaringitis

Pertimbangan Antibiotik

  • Kesalahan kritis adalah meresepkan antibiotik seperti azithromycin secara empiris untuk demam dengue tanpa bukti ko-infeksi bakteri, yang berkontribusi pada resistensi antimikroba tanpa memberikan manfaat klinis 5
  • Namun, dalam kasus ini dengan tonsilofaringitis klinis, dominasi neutrofil (76%), dan CRP 19.2 mg/L, antibiotik yang tepat untuk tonsilofaringitis bakterial diindikasikan
  • Pilih antibiotik berdasarkan pola lokal dan hindari NSAID untuk nyeri tenggorokan

Kriteria Hospitalisasi

Pasien ini memerlukan evaluasi untuk hospitalisasi jika memiliki:

  • Kebocoran plasma berat, perdarahan berat, gagal organ, atau dengue shock syndrome 5, 7
  • Muntah persisten yang mencegah hidrasi oral 7
  • Trombosit yang menurun cepat atau hematokrit yang meningkat dengan trombosit yang menurun 5
  • Wanita hamil dengan dengue terkonfirmasi atau tersangka harus dirawat 5

Peringatan Penting

  • Jangan tunda resusitasi cairan pada pasien yang menunjukkan tanda-tanda syok dengue sambil menunggu konfirmasi laboratorium 7
  • Hindari bolus cairan berlebihan pada pasien tanpa syok untuk mencegah kelebihan cairan dan komplikasi pernapasan 6
  • Jangan mengubah manajemen berdasarkan pola demam persisten saja tanpa perburukan klinis atau temuan baru 5, 7

Kriteria Pemulangan

Pasien dapat dipulangkan dengan aman ketika:

  • Bebas demam selama ≥48 jam tanpa antipiretik 5, 7
  • Resolusi atau perbaikan signifikan gejala 5
  • Parameter hemodinamik stabil selama ≥24 jam tanpa dukungan 5, 7
  • Asupan oral adekuat dan output urin normal (>0.5 mL/kg/jam pada dewasa) 5, 7
  • Parameter laboratorium kembali ke rentang normal 5, 7

Instruksi Pasca-Pemulangan

  • Monitor dan catat suhu dua kali sehari 5
  • Kembali ke fasilitas kesehatan jika suhu naik ≥38°C pada dua pembacaan berturut-turut atau jika tanda peringatan berkembang 5
  • Ulangi pemeriksaan darah lengkap dan fungsi hati pada 3-5 hari pasca-pemulangan 5

References

Research

Clinical and Laboratory Diagnosis of Dengue Virus Infection.

The Journal of infectious diseases, 2017

Research

Dengue Fever—Diagnosis, Risk Stratification, and Treatment.

Deutsches Arzteblatt international, 2024

Guideline

Dengue Fever Management Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Dengue and Chikungunya Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment Approaches for Zika and Dengue Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.