What is the management and transfusion recommendation for a patient with blood incompatibility, negative Direct Coombs Test (DCT), and a baby with A+ blood type?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 2, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Inkompatibilitas Golongan Darah Minor dengan DCT Negatif pada Neonatus

Interpretasi Hasil Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan menunjukkan inkompatibilitas golongan darah minor (minor crossmatch 4+) dengan DCT negatif, yang mengindikasikan adanya antibodi maternal terhadap antigen minor pada sel darah merah bayi, meskipun tidak terjadi sensitisasi in vivo yang terdeteksi. 1, 2

  • Mayor negatif menunjukkan tidak ada antibodi pada serum bayi yang bereaksi dengan sel darah merah donor 2
  • Minor 4+ menunjukkan antibodi maternal yang kuat terhadap antigen minor (kemungkinan sistem Kell, C, c, E, e, Duffy, atau lainnya) pada plasma donor bereaksi dengan sel darah merah bayi 1, 2
  • DCT negatif menunjukkan tidak ada antibodi yang menempel pada permukaan sel darah merah bayi saat ini, namun tidak menyingkirkan risiko hemolisis 1, 3

Konsep Patofisiologi

Inkompatibilitas minor dengan DCT negatif dapat tetap menyebabkan penyakit hemolitik neonatus yang signifikan karena:

  • Antibodi maternal IgG dapat melewati plasenta dan menyebabkan hemolisis meskipun DCT negatif 1, 2
  • DCT positif hanya terjadi pada 1.9-28.3% kasus inkompatibilitas golongan darah, namun hemolisis tetap dapat terjadi 2, 3
  • Manifestasi klinis dapat muncul terlambat (rata-rata hari ke-6 postnatal) dengan hiperbilirubinemia berat 2

Rekomendasi Transfusi dan Manajemen

Pemilihan Darah untuk Transfusi

Gunakan sel darah merah O negatif yang telah di-crossmatch dengan serum ibu dan kompatibel dengan bayi untuk menghindari reaksi hemolitik lebih lanjut. 4, 5

  • Darah harus CMV-negatif dan diiradiasi untuk mencegah komplikasi transfusi 6
  • Untuk inkompatibilitas sistem Kell, C, c, E, e: gunakan darah yang negatif untuk antigen spesifik yang menyebabkan inkompatibilitas 6, 2
  • Jika antibodi anti-c terdeteksi, transfusikan dengan sel darah merah C-negatif 6, 7

Indikasi Transfusi

Lakukan transfusi sel darah merah jika:

  • Hemoglobin <10 g/dL dengan tanda klinis anemia atau distress 6, 1
  • Terdapat bukti laboratorium hemolisis (retikulositosis, sferositosis pada apusan darah) dengan anemia progresif 1, 2
  • Bilirubin total mencapai ambang transfusi tukar meskipun fototerapi intensif 4, 5

Protokol Transfusi Tukar

Pertimbangkan transfusi tukar jika: 4, 5

  • Bilirubin total serum meningkat mencapai level ambang meskipun fototerapi intensif selama rawat inap kelahiran 4, 5
  • Terdapat tanda ensefalopati bilirubin akut (intermediate hingga lanjut), terlepas dari level bilirubin 4, 5
  • Hidrops fetalis berkembang (terjadi pada 4.7% kasus inkompatibilitas minor) 2

Persiapan transfusi tukar: 4, 5

  • Gunakan whole blood termodifikasi (sel darah merah dan plasma) yang di-crossmatch dengan ibu dan kompatibel dengan bayi 4, 5
  • Prosedur harus dilakukan di NICU dengan monitoring penuh dan kapabilitas resusitasi 4
  • Berikan IVIG 0.5-1 g/kg selama 2 jam sebelum transfusi tukar pada penyakit hemolitik imun jika bilirubin meningkat meskipun fototerapi intensif 4, 8, 1

Monitoring Ketat

Lakukan pemantauan serial: 1, 2

  • Bilirubin total setiap 4-6 jam pada 24-48 jam pertama kehidupan 2
  • Hemoglobin dan hematokrit setiap 12-24 jam hingga stabil 1, 2
  • Apusan darah perifer untuk sferositosis dan hitung retikulosit 1, 3
  • Pantau hingga hari ke-11 postnatal karena manifestasi dapat terlambat 1, 2

Terapi Adjuvan

Berikan IVIG 0.5-1 g/kg jika: 4, 8, 1

  • Terdapat bukti hemolisis aktif dengan bilirubin yang meningkat cepat 4, 1
  • Bilirubin dalam 2-3 mg/dL dari level transfusi tukar 4
  • IVIG telah terbukti efektif mengurangi kebutuhan transfusi tukar pada inkompatibilitas minor 8, 1

Peringatan Penting

  • Jangan abaikan inkompatibilitas minor hanya karena DCT negatif - 20.8% kasus memerlukan transfusi tukar meskipun screening awal tampak ringan 2
  • Ikterus dalam 24 jam pertama terjadi pada 47.8% kasus dan memerlukan evaluasi agresif 3
  • Anemia lanjut dapat terjadi pada minggu-minggu pertama setelah lahir dan memerlukan "top-off transfusion" 6
  • Hindari peningkatan hemoglobin >4 g/dL dalam satu episode transfusi untuk mencegah hiperviskositas 5

References

Research

Morbidity of ABO haemolytic disease in the newborn.

Paediatrics and international child health, 2012

Guideline

Exchange Transfusion in Neonates: Procedural Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Exchange Transfusion Procedure

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.