Manajemen Inkompatibilitas Golongan Darah Minor dengan DCT Negatif pada Neonatus
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
Hasil pemeriksaan menunjukkan inkompatibilitas golongan darah minor (minor crossmatch 4+) dengan DCT negatif, yang mengindikasikan adanya antibodi maternal terhadap antigen minor pada sel darah merah bayi, meskipun tidak terjadi sensitisasi in vivo yang terdeteksi. 1, 2
- Mayor negatif menunjukkan tidak ada antibodi pada serum bayi yang bereaksi dengan sel darah merah donor 2
- Minor 4+ menunjukkan antibodi maternal yang kuat terhadap antigen minor (kemungkinan sistem Kell, C, c, E, e, Duffy, atau lainnya) pada plasma donor bereaksi dengan sel darah merah bayi 1, 2
- DCT negatif menunjukkan tidak ada antibodi yang menempel pada permukaan sel darah merah bayi saat ini, namun tidak menyingkirkan risiko hemolisis 1, 3
Konsep Patofisiologi
Inkompatibilitas minor dengan DCT negatif dapat tetap menyebabkan penyakit hemolitik neonatus yang signifikan karena:
- Antibodi maternal IgG dapat melewati plasenta dan menyebabkan hemolisis meskipun DCT negatif 1, 2
- DCT positif hanya terjadi pada 1.9-28.3% kasus inkompatibilitas golongan darah, namun hemolisis tetap dapat terjadi 2, 3
- Manifestasi klinis dapat muncul terlambat (rata-rata hari ke-6 postnatal) dengan hiperbilirubinemia berat 2
Rekomendasi Transfusi dan Manajemen
Pemilihan Darah untuk Transfusi
Gunakan sel darah merah O negatif yang telah di-crossmatch dengan serum ibu dan kompatibel dengan bayi untuk menghindari reaksi hemolitik lebih lanjut. 4, 5
- Darah harus CMV-negatif dan diiradiasi untuk mencegah komplikasi transfusi 6
- Untuk inkompatibilitas sistem Kell, C, c, E, e: gunakan darah yang negatif untuk antigen spesifik yang menyebabkan inkompatibilitas 6, 2
- Jika antibodi anti-c terdeteksi, transfusikan dengan sel darah merah C-negatif 6, 7
Indikasi Transfusi
Lakukan transfusi sel darah merah jika:
- Hemoglobin <10 g/dL dengan tanda klinis anemia atau distress 6, 1
- Terdapat bukti laboratorium hemolisis (retikulositosis, sferositosis pada apusan darah) dengan anemia progresif 1, 2
- Bilirubin total mencapai ambang transfusi tukar meskipun fototerapi intensif 4, 5
Protokol Transfusi Tukar
Pertimbangkan transfusi tukar jika: 4, 5
- Bilirubin total serum meningkat mencapai level ambang meskipun fototerapi intensif selama rawat inap kelahiran 4, 5
- Terdapat tanda ensefalopati bilirubin akut (intermediate hingga lanjut), terlepas dari level bilirubin 4, 5
- Hidrops fetalis berkembang (terjadi pada 4.7% kasus inkompatibilitas minor) 2
Persiapan transfusi tukar: 4, 5
- Gunakan whole blood termodifikasi (sel darah merah dan plasma) yang di-crossmatch dengan ibu dan kompatibel dengan bayi 4, 5
- Prosedur harus dilakukan di NICU dengan monitoring penuh dan kapabilitas resusitasi 4
- Berikan IVIG 0.5-1 g/kg selama 2 jam sebelum transfusi tukar pada penyakit hemolitik imun jika bilirubin meningkat meskipun fototerapi intensif 4, 8, 1
Monitoring Ketat
Lakukan pemantauan serial: 1, 2
- Bilirubin total setiap 4-6 jam pada 24-48 jam pertama kehidupan 2
- Hemoglobin dan hematokrit setiap 12-24 jam hingga stabil 1, 2
- Apusan darah perifer untuk sferositosis dan hitung retikulosit 1, 3
- Pantau hingga hari ke-11 postnatal karena manifestasi dapat terlambat 1, 2
Terapi Adjuvan
Berikan IVIG 0.5-1 g/kg jika: 4, 8, 1
- Terdapat bukti hemolisis aktif dengan bilirubin yang meningkat cepat 4, 1
- Bilirubin dalam 2-3 mg/dL dari level transfusi tukar 4
- IVIG telah terbukti efektif mengurangi kebutuhan transfusi tukar pada inkompatibilitas minor 8, 1
Peringatan Penting
- Jangan abaikan inkompatibilitas minor hanya karena DCT negatif - 20.8% kasus memerlukan transfusi tukar meskipun screening awal tampak ringan 2
- Ikterus dalam 24 jam pertama terjadi pada 47.8% kasus dan memerlukan evaluasi agresif 3
- Anemia lanjut dapat terjadi pada minggu-minggu pertama setelah lahir dan memerlukan "top-off transfusion" 6
- Hindari peningkatan hemoglobin >4 g/dL dalam satu episode transfusi untuk mencegah hiperviskositas 5