Manajemen Bayi dengan Inkompatibilitas Antigen Minor 4+
Untuk bayi dengan hasil inkompatibilitas minor 4+, prioritas utama adalah monitoring ketat untuk tanda-tanda hemolisis dan hiperbilirubinemia, dengan kesiapan untuk fototerapi intensif dan transfusi tukar jika diperlukan, serta pemberian IVIG jika terjadi penyakit hemolitik yang signifikan. 1
Evaluasi Awal dan Pemeriksaan Laboratorium
Segera lakukan pemeriksaan komprehensif untuk menilai derajat hemolisis dan risiko komplikasi:
- Pemeriksaan darah lengkap dengan hitung retikulosit dan morfologi sel darah merah untuk menilai derajat hemolisis 1
- Kadar bilirubin total dan direk untuk menentukan kebutuhan intervensi 1
- Golongan darah (ABO, Rh) bayi dan ibu 1
- Direct Antiglobulin Test (Coombs') untuk konfirmasi hemolisis imun 1, 2
- Kadar albumin serum karena mempengaruhi risiko kernikterus 1
- Tes G6PD jika etnis atau geografis menunjukkan risiko 1
- End-tidal CO (ETCOc) jika tersedia untuk mengukur hemolisis 1
Monitoring dan Tindak Lanjut
Jika Bilirubin Total ≥ 20 mg/dL (342 μmol/L):
- Rawat inap segera ke unit perawatan intensif neonatal dengan kemampuan monitoring penuh 1
- Mulai fototerapi intensif segera tanpa penundaan 1
- Siapkan darah untuk transfusi tukar dengan crossmatch dan permintaan darah 1
- Periksa ulang bilirubin setiap 2-3 jam untuk menilai respons terhadap fototerapi 1
Jika Bilirubin Total 13-20 mg/dL (239-342 μmol/L):
- Fototerapi intensif dengan monitoring ketat 1
- Periksa ulang bilirubin setiap 3-4 jam 1
- Pemberian ASI atau susu formula setiap 2-3 jam untuk mencegah dehidrasi 1
Terapi Spesifik untuk Penyakit Hemolitik Isoimmun
Pemberian Intravenous Immunoglobulin (IVIG) sangat direkomendasikan jika:
- Bilirubin terus meningkat meskipun fototerapi intensif 1
- Bilirubin berada dalam 2-3 mg/dL (34-51 μmol/L) dari level yang memerlukan transfusi tukar 1
Dosis IVIG: 0.5-1 g/kg diberikan selama 2 jam, dapat diulang setelah 12 jam jika diperlukan 1
IVIG terbukti mengurangi kebutuhan transfusi tukar pada penyakit hemolitik Rh dan ABO, dan diasumsikan efektif untuk tipe hemolisis lain termasuk inkompatibilitas antigen minor 1, 2
Indikasi Transfusi Tukar
Transfusi tukar merupakan tindakan darurat medis yang harus dilakukan oleh personel terlatih di NICU dengan kemampuan monitoring dan resusitasi penuh 1
Indikasi transfusi tukar:
- Bilirubin ≥ 25 mg/dL (428 μmol/L) kapan saja 1
- Bilirubin mencapai level yang ditunjukkan pada nomogram transfusi tukar meskipun fototerapi intensif 1
- Tanda-tanda ensefalopati bilirubin 1
Pemilihan Darah untuk Transfusi
Untuk bayi dengan inkompatibilitas minor 4+:
- Idealnya gunakan darah yang negatif untuk antigen yang tidak kompatibel 1, 3
- Jika darah kompatibel tidak tersedia dan kondisi mengancam nyawa, transfusi darah inkompatibel dapat dilakukan dengan monitoring ketat 3
- Pertimbangkan sumber darah langka: donor keluarga (termasuk ibu setelah washing), registri donor langka, atau unit beku dari donor langka 3
- Extended antigen matching (minimal Rh C, E, K) direkomendasikan untuk mencegah aloimunisasi lebih lanjut 1
Peringatan Penting dan Pitfall
Jangan Kurangi Bilirubin Direk dari Total:
- Bilirubin direk tidak boleh dikurangkan dari bilirubin total saat menggunakan guideline untuk fototerapi dan transfusi tukar 1
- Jika bilirubin direk ≥50% dari total, konsultasi dengan ahli diperlukan 1
Risiko Komplikasi Jangka Panjang:
- Bayi dengan penyakit hemolitik berat berisiko kolestasis neonatal dengan peningkatan bilirubin terkonjugasi 1
- Monitoring jangka panjang diperlukan untuk menilai perkembangan neurologis 1
Manajemen Cairan:
- Jika kehilangan berat badan >12% atau ada tanda dehidrasi, berikan susu formula atau ASI perah 1
- Pertimbangkan cairan intravena jika asupan oral diragukan 1
Prognosis dan Follow-up
- Dengan manajemen yang tepat, tingkat kelangsungan hidup mendekati 90% untuk kasus hemolisis berat yang memerlukan transfusi intrauterin 1
- Median durasi rawat inap adalah 8 hari (rentang 0-64 hari) 1
- Sekitar 61.2% neonatus memerlukan transfusi tukar dan 97.5% memerlukan fototerapi 1
- Hentikan fototerapi ketika bilirubin <13-14 mg/dL (239 μmol/L) 1