Can a pregnant woman with allergies prevent passing them to her fetus, and if so, how?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 3, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pencegahan Alergi pada Janin dari Ibu Hamil dengan Alergi

Ibu hamil yang sudah menjalani imunoterapi alergen pemeliharaan dapat melanjutkan pengobatan tersebut dengan aman selama kehamilan tanpa peningkatan dosis, dan bukti menunjukkan bahwa hal ini mungkin membantu mencegah sensitisasi alergi pada anak. 1, 2, 3

Imunoterapi Alergen Selama Kehamilan

Melanjutkan Imunoterapi yang Sudah Ada

Wanita yang sudah menjalani imunoterapi alergen pemeliharaan sebelum hamil dapat dengan aman melanjutkan pengobatan selama kehamilan:

  • Pertahankan dosis pemeliharaan saat ini tanpa peningkatan dosis selama kehamilan 1, 2, 3
  • Studi retrospektif menunjukkan tidak ada peningkatan risiko kelahiran prematur, malformasi kongenital, hipertensi, atau kematian perinatal pada wanita yang melanjutkan imunoterapi selama kehamilan 1, 2, 3
  • Baik imunoterapi subkutan (SCIT) maupun sublingual (SLIT) tampak aman untuk dilanjutkan 2, 3, 4

Memulai Imunoterapi Baru

Jangan memulai imunoterapi alergen untuk pertama kalinya selama kehamilan, kecuali dalam kasus yang mengancam jiwa seperti anafilaksis Hymenoptera (sengatan lebah/tawon). 1, 2, 3

  • Kekhawatiran utama adalah potensi reaksi alergi sistemik dan efek pengobatannya terhadap janin, termasuk aborsi spontan, persalinan prematur, atau hipoksia janin 3, 5

Bukti Pencegahan Sensitisasi Alergi pada Anak

Dua studi menunjukkan bahwa imunoterapi alergen selama kehamilan mungkin mencegah sensitisasi alergi pada anak:

  • Satu studi menunjukkan tidak adanya IgE spesifik alergen dalam darah tali pusat yang berpasangan 1
  • Studi lain menunjukkan efek penghambatan pada reaktivitas kulit segera terhadap alergen rumput pada beberapa keturunan 1
  • Kedua studi menunjukkan tingkat IgG spesifik alergen yang serupa dalam sampel darah tali pusat dan darah ibu 1
  • Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan efek imunoterapi alergen selama kehamilan terhadap perkembangan sensitisasi alergen pada anak 1

Manajemen Kondisi Alergi Lainnya Selama Kehamilan

Rinitis Alergi

  • Kortikosteroid intranasal adalah terapi lini pertama untuk rinitis alergi selama kehamilan karena profil efikasi dan keamanan yang superior 2
  • Antihistamin generasi kedua seperti cetirizine atau loratadine adalah obat pilihan 2, 6
  • Hindari dekongestan oral selama trimester pertama karena laporan yang bertentangan tentang hubungan dengan gastroschisis dan atresia usus halus 2

Asma

  • Lanjutkan kortikosteroid inhalasi, dengan budesonide sebagai agen pilihan 2, 6
  • Kelola eksaserbasi secara agresif karena menimbulkan risiko pasti bagi ibu dan janin 2
  • Asma yang tidak terkontrol selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko berat lahir rendah, kelahiran prematur, pre-eklampsia, dan diabetes gestasional 1

Strategi Pencegahan Tambahan

Menyusui

  • Menyusui efektif dalam mencegah alergi pada bayi, dengan efek paling jelas pada bayi dengan risiko alergi lebih tinggi, ketika disusui setidaknya selama 4 bulan 1
  • Namun, studi tindak lanjut jangka panjang menunjukkan bahwa efek perlindungan menyusui menunda daripada mencegah perkembangan atopi dan asma 1

Pembatasan Diet

  • Pembatasan diet ibu selama kehamilan sebagai strategi untuk mencegah perkembangan alergi makanan pada bayi tidak direkomendasikan 2

Peringatan Penting

Protokol keamanan yang ketat sangat penting selama kehamilan:

  • Pastikan periode observasi penuh setelah setiap injeksi imunoterapi 3
  • Laporkan gejala apa pun segera 3
  • Sediakan epinefrin injeksi 3
  • Reaksi sistemik dapat menyebabkan aborsi spontan, persalinan prematur, atau hipoksia janin 3, 7

Manajemen harus dilakukan oleh tim multidisiplin termasuk obstetri risiko tinggi, anestesi, dan alergi. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Allergic Reactions During Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Allergy Immunotherapy During Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Allergen immunotherapy in pregnancy.

Allergy, asthma, and clinical immunology : official journal of the Canadian Society of Allergy and Clinical Immunology, 2015

Research

Allergic diseases and asthma in pregnancy, a secondary publication.

The World Allergy Organization journal, 2017

Research

Allergy Medications During Pregnancy.

The American journal of the medical sciences, 2016

Guideline

High IgE Levels in Pregnancy: Causes and Investigations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.